Langsung ke konten utama

Coconut Omelet


Saya tidak pernah tahu sebelumnya jika telur dadar yang dicampur dengan kelapa parut itu enak bukan main. Makanan memang soal selera sih. Tapi kalau Anda suka mencoba hal yang baru dan belum pernah makan telur dadar yang dicampur dengan kelapa (biasanya dicampurnya dengan sayuran ya!) wajib coba nih. Saya baru pernah bikin satu kali dan tidak sulit membuatnya sebab saya rasa menbuat telur dadar bukanlah hal yang rumit. Telur dadar atau telur kocok (di keluarga saya begitu penyebutannya) sangat mudah dibuat. Bahkan tanpa bumbu apa pun bisa dibuat jika memang tidak ingin ada campuran apa-apa di dalamnya. Saya sendiri sering membuat telur dadar tanpa garam atau bawang.

Di keluarga saya, Uwan terutama selalu menggunakan potongan bawang merah dan putih terus dibumbui dengan sedikit garam. Begitu bertahun-tahun telur yang saya kenal sebagai telur kocok. Sampai saya melihat menu makan siang di rumah teman saya yang ada telur kocoknya dan berbeda. Di dalam telur dadarnya ada parutan kelapanya. Saya baru tahu ada menu yang seperti itu. Soalnya selama ini belum pernah lihat ada yang bikin seperti itu di televisi atau Youtube.

Iseng saya coba juga walaupun saya bukan orang yang telaten berada di dapur. Telur dadar bikinnya sih nggak susah ya. Tinggal kocok saja telur dan bumbu termasuk kelapanya. Kalau tidak suka tekstur kelapa parut saya pikir bisa diganti dengan santan bubuk yang kemasan. Jadi tetap akan terasa ‘kelapanya’.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan