Langsung ke konten utama

Cocolan Asinan Buah (Bubuk Kering Garam Pedas Terasi)


Hingga hari ini saya masih ingat betul bagaimana rasa buah yang dititipkan ibu saya ke warung-warung saat gajinya sebagai guru tidak mencukupi kebutuhan kami sekeluarga. Buah jambu yang direndam air gula dijual Rp25/potong dan semangkuk garam untuk cocolannya. Garamnya sudah pedas dan mengandung terasi. Jadi buat yang biasa jajanan buah dingin atau asinan buah sama mamang-mamang tahu betul bubuk garam yang dijadikan teman untuk cocolan buah tersebut.

Ibu saya mengajari saya cara membuatnya saat saya masih duduk di bangku SMP. Bahan yang dibutuhkan pun mudah. Mau belajar membuatnya? Simak bahan dan caranya berikut ini.

1. Sebungkus garam beryodium.
2. Cabai secukupnya, buat yang suka pedas bisa dibanyakin.
3. Terasi secukupnya.

Cara Membuat:
1. Tumbuk halus cabai dan terasi, oiya terasinya bisa dibakar kalau ingin terasinya lebih harum, tidak dibakar juga tidak apa-apa sebab nanti juga akan dimasak bersama garam dan cabai. Sisihkan kalau sudah halus.
2. Panaskan wajan dan masukkan sebungkus garam dengan api kecil, aduk-aduk sampai garamnya terlihat lebih kering dan halus. Masukkan cabai dan terasi yang sudah ditumbuk tadi. Supaya cabai dan terasinya tidak lengket di wajan caranya letakkan mereka di atas garam. Lalu aduk garam tersebut hingga tercampur rata dengan cabai dan terasi.
3. Jika sudah halus dan kering serta semua bahan sudah merata tercampurnya bisa diangkat dan siap dihidangkan dengan buah yang ingin kita nikmati. Bisa disimpan dalam wadah tertutup supaya lebih tahan lama. Kalau ingin diayak supaya tidak ada biji cabainya juga bisa diayak menggunakan ayakan yang agak kasar ya.


Selamat mecoba!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan