10 Februari 2017

Rumah Impian


Jalan empat tahun menikah akhirnya saya sudah punya gambaran yang sangat jelas mengenai rumah yang ingin saya miliki bersama keluarga. Bukan rumah besar dengan tiga lantai. Bukan rumah seperti itu yang ternyata yang saya dambakan. Rumah dengan halaman yang sangat luas dengan banyak tanaman hijau dan bunga-bunga di sekelilingnya. Rumahnya sendiri dengan ukuran yang meminimal mungkin. Cukup untuk berdua sebab saya ingin membangun beberapa rumah mungkin di tanah yang sama sehingga nantinya anak-anak saya akan tinggal di rumah yang berbeda tapi tetap di lokasi yang sama.

Banyak sekali contoh rumah mungil yang saya temukan di Youtube. Ukurannya sangat kecil tapi dengan desain yang bisa memaksimalkan rumah tersebut sebagai hunian yang nyaman. Selain itu rumah yang kecil akan membuat kita lebih bijak membeli perabotan rumah tangga. Kita tidak akan lapar mata saat melihat benda yang dapat kita beli dan bawa pulang. Kita hanya akan membeli sesuatu yang benar-benar kita butuhkan sebab rumah yang kecil memaksa kita untuk membuang perabotan yang hanya membuat rumah terasa penuh.

Ukuran rumah yang menurut saya cukup untuk saya dan suami paling besar adalah 8 x 8 meter. Kalaupun harus ada lantai atas saya sudah cukup puas dengan rumah dua lantai dan di bagian atap ada ruangan yang bisa dijadikan kamar untuk tamu atau anak saya saat mereka belum punya rumah sendiri atau belum menikah. Seperti rumah di drama Korea yang ada taman di bagian atas rumahnya dan ada teras di atas yang membuat kita punya tempat untuk bersantai bersama keluarga besar atau membuat acara pesta kecil saat ada hal yang kita kita rayakan.

Sebenarnya saya juga berharap di Indonesia segera ada teknologi yang membuat sampah bisa dijadikan bahan bangunan dan saya ingin membangun rumah dari bahan seperti itu. Ada sih saya melihat orang yang membangun rumah dengan trailer bekas atau bus yang masih bisa difungsikan sebagai alat transportasi. Khusus untuk bus tentunya ini bisa dijadikan tempat tinggal sekaligus transportasi ketika liburan.

Rumah impian saya bukan rumah mewah, cukup rumah mungil yang membuat keluarga merasa lebih dekat satu sama lain dan tidak sulit untuk dirawat. Syukur-syukur jika bisa punya kolam renang atau kolam ikan. Saya juga ingin menanam pohon akasia di pekarangan rumah karena saya sejak kecil senang sekali dengan pohon itu. Saya punya banyak kenangan indah dengan pohon akasia yang tumbuh di pekarangan rumah tetangga saya semasa kecil.

Ah, membicarakan rumah impian tak ada habisnya. Saya sekarang bahkan bisa ‘melihat’-nya di dalam pikiran saya. Warna dan bentuknya. Bahkan apa saja yang akan ada di halaman depan dan belakang rumah. Nanti ketika rumah impian itu sudah berdiri saya akan kembali di tulisan ini untuk menemukan apa saja yang sesuai dengan impian yang saya tuliskan hari ini.


Bagaimana dengan Anda? Bagaimana rupa rumah impian Anda?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers