Langsung ke konten utama

Mari Menulis!


Banyak sekali hutang menulis di blog ini. Bahkan target saya untuk menulis dua artikel setiap bulan selama bulan Februari juga tidak tercapai. Itu artinya saya harus membayarnya dengan lebih banyak tulisan lagi. Sebab Maret saya akan menuliskan 3 artikel setiap harinya. Lalu April akan ada 4 artikel dalam sehari. Ada yang salah dengan saya akhir-akhir ini sampai tidak bisa menulis seperti tahun 2013 dulu.

Iya rasanya tahun 2013 itu menjadi tahun emas saya. Di tahun itu pula akhirnya saya melepaskan masa lajang saya setelah menjadi perempuan ababil untuk beberapa tahun di sosial media. Ah memalukan sekali dulunya itu. Untungnya sekarang saya lebih bisa menahan emosi untuk tidak membagikannya di sosial media. Tidak lagi merasa bahwa saya harus mengupdate status lima menit sekali di twitter. Belum lagi di facebook. Bentar-bentar buka. Bentar-bentar buka.

Benar-benar kecanduan. Sekarang sudah ada smartphone jauh lebih mudah ya karena notifikasi akan muncul saat benar-benar ada yang berkaitan dengan kita. Tidak perlu diperiksa secara berkala.

Ini juga akan menjadi bagian dari tulisan membayar hutang yang akan saya penuhi untuk bulan Februari. Sepertinya saya harus segera menyelesaikan ketertinggalan jumlah tulisan di blog saya. Jangan sampai blog saya jadi mirip kuburan online. Jadi ingat dulu pernah ngobrolin soal kuburan online di blog ini. Tak terpikirkan oleh saya bahwa blog saya bisa jadi kuburan online berikutnya karena jarang di isi.


Ah memalukan sekali. Seharusnya kemampuan saya menulis meningkat ya. Menjadi lebih cepat dan lebih banyak. Bukannya malah kosong berhari-hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan