Langsung ke konten utama

Lipstik Gradasi




Punya banyak lipstik membuat saya sering menggunakan beberapa lipstik sekaligus ketika bepergian. Terutama kalau beberapa lipstik yang saya gunakan tidak ada warnanya yang benar-benar sesuai. Biasanya saya akan menggunakan dua warna yang berlawanan. Paling merah. Paling pucat. Kedua warna yang berlawanan saat digunakan sekaligus akan mendatangkan warna yang baru. Saya paling suka kalau lipstiknya matte, jadi tidak perlu khawatir kalau lipstiknya berpindah ke gigi. Menyebalkan sekali kalau gigi kita tertempel lipstik.

Mau senyum jadinya malu ya saat gigi kita ada lipstiknya. Walaupun sebenarnya saat menggunakan lipstik matte juga harus hati-hati supaya saat terbiasa menggunakannya setiap hari dan lupa membersihkannya yang terjadi adalah bibir kita bisa kering dan pecah-pecah. Bibir pecah tuh nggak enak banget.

Saat mengalami bibir kering dan pecah-pecah mengoleskan tendercare di malam hari sangat membantu. Terutama kalau yang bibirnya suka mengelupas. Tendercare dari Oriflame bisa sangat membantu bibir kita dikelupaskan tanpa rasa sakit. Kulit yang sudah mati di bibir akan lepas hanya dengan digosok dengan handuk basah atau sikat gigi. Tidak akan berdarah seperti bibir kering yang tidak dikasih pelembab.

Untuk membuat warna gradasi di bibir dari dua warna lipstik saya senangnya membaurkan warna lebih merah di bagian dalam dan warna yang lebih pucat di bagian luarnya. Jadi tidak seluruh bagian bibirnya berwarna merah. Hanya sedikit saja saya oleskan bagian merah di bagian dalam bibir. Ala-ala bibir artis korea gitu. Soal make up saya memang sangat suka melihat dandanan artis Korea yang lebih menuju natural dan tidak menor kayak artis sinetron yang berat sekali tata riasanya. Tebal dan menor.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan