60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

11 Februari 2017

Keyboard Gaming


Ibu rumah tangga yang bekerja di malam hari dan harus sambil jaga anak yang tidur mau tidak mau harus punya banyak sekali cara agar tetap bisa mengetik di dalam gelap. Terutama kalau tipikal orang yang bukan mengetik menggunakan 10 jari. Ah padahal sejak dulu ingin bisa melakukan keterampilan yang satu itu. Walaupun kecepatan mengetik saya cukup lumayan ya masalahnya masih belum semua jari yang bekerja secara maksimal. Menggunakan keyboard dengan ukuran besar cukup membantu. Apalagi keyboard gaming, karena bisa menyala dalam gelap.

Anak saya termasuk orang yang tak bisa tidur dalam keadaan terang. Sehingga kalau dia sudah tidur mau tidak mau lampu kamar akan dimatikan. Akhirnya kalau tidak bekerja menggunakan keyboard yang bisa menyala atau ada lampunya mau tidak mau saya harus mengurungkan niat untuk menulis. Sekarang dengan keyboard gaming saya bisa menulis walaupun tidak ada lampu yang dinyalakan. Jadi buat teman-teman yang punya kasus yang sama, harus menulis dalam gelap mendingan beli laptop yang keyboardnya punya lampu atau beli tambahan keyboard gaming yang akan sangat kelihatan hurufnya karena ada lampunya.

Selain itu keyboard gaming juga tahan banting ya dibandingkan keyboard biasa. Saya sudah pernah beli keyboard tambahan yang biasa yang harganya murah. Hitungan bulan sudah tak bisa digunakan lagi. Padahal keyboard rasanya hanya digunakan buat ngetik bukan ngegame ya. Tetap saja rusak begitu saja. Uniknya lagi beberapa keyboard gaming ada pilihan lampu yang berbeda jadi kalau yang matanya tidak begitu kuat lihat lampu warna merah bisa ganti ke warna yang lain. Di keyboard saya sih pilihannya ada merah, biru, dan ungu.


 Warna yang selalu saya gunakan tentu saja bukan merah melainkan ungu karena cahayanya lebih enak dilihat dalam gelap dan nggak bikin mata sakit. Keyboard ini nantinya juga akan sangat berjasa karena akan saya gunakan untuk menulis tugas akhir di kampus saya. Menjadi saksi juga saya memiliki laptop lagi dan mulai menulis novel lagi. Ngomong-ngomong soal novel saya ada kepikiran mau nulis novel dengan latar belakang budaya dan sejarah. Ah tapi banyak hal yang harus dilakukan dan saya harus memprioritaskan beberapa di atas segalanya dan mau tidak mau novel ditunda dulu. Saya baru menyimpan beberapa hal saja untuk digunakan saat menulis novel tersebut. Doakan saja nanti saya benar-benar bisa produktif menulis setidaknya satu novel setiap bulannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers