7 Februari 2017

Ketika Tidak Menulis


Beberapa minggu terakhir ini saya memang meninggalkan sejenak hiruk-pikuk blog saya. Ah nggak ada yang komentar juga setiap harinya sih. Soalnya saya sendiri juga bukanlah orang yang rajin blogwalking seperti dulu. Sekarang saya lebih banyak menghabiskan belajar online marketing untuk bisnis yang sekarang saya tekuni. Ternyata berat sekali tidak menulis satu artikel setidaknya dalam satu hari. Selalu ada yang kurang. Saya tidak tahan melihat blog ini sepi dari tulisan saya.

Ketika tidak menulis, saya masih mendapatkan ide apa saja yang bisa saya tuliskan di blog dan saya rindu sekali bisa mengetik lebih cepat seperti biasanya. Walaupun sekarang saya lbeih memilih dalam keadaan emosi yang stabil. Saat marah saya menghindari untuk menuliskan apa pun di sosial media atau secara online. Beberapa kali rem hampir blog dan saya hendak menuliskan hal-hal yang membuat saya kesal tapi akhirnya saya tarik napas lebih panjang dan pikirkan ulang.

Ada imej yang harus saya jaga sekarang. Saya bukan hanya membawa nama saya sendiri. Ada nama suami yang saya pertaruhkan. Nama keluarga suami yang juga hendak saya jaga. Saya tidak ingin pandangan jelek orang terhadap mereka timbul gara-gara saya yang menulis dengan penuh emosi. Walaupun saya rindu dengan diri saya yang penuh emosi dan bebas menulis tanpa beban apa pun itu. Perempuan yang tak berpikir soal pandangan orang. Menulis saja tanpa rem tanpa ada saringan. Ah memalukan sekali diri saya yang 5-6 tahun lalu meledak-ledak itu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers