60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

20 Februari 2017

Ketika Penyiar Kehilangan Suara





Paling berat yang terjadi pasa suara saya hanyalah radang tenggorokan dan sulit berbicara beberapa hari. Saya tak pernah bisa membayangkan bahwa suara saya akan hilang karena terjadi kanker tenggorokan atau pita suara. Bagi penyiar kehilangan suara adalah mimpi terburuk yang tak pernah diinginkan. Suara saya? Sebenarnya biasa saja. Bukan jenis suara yang bagus untuk digunakan menyanyi. Bukan pula jenis suara yang ‘jernih’ atau ‘serak-serak basah’. Suara yang biasa dan dapat dengan mudah dicari penggantinya.

Soal siaran saya rasa bukan masalah suara siapa yang paling merdu. Cukup suara yang enak didengar dan bisa didengarkan berjam-jam tanpa membuat orang memindahkan gelombang radionya. Seperti itu suara yang dibutuhkan untuk menjadi penyiar. Jadi saat kita merasa bahwa suara kita adalah jenis suara yang biasa saja dan bukanlah suara merdu yang bisa menyanyikan banyak lagu bukan berarti kita tidak bisa menjadi penyiar radio ya.

Saya ingat sekali bagaimana saya suka merekam suara saya kemudian memutarnya ulang untuk saya dengarkan kembali. Waktu duduk di sekolah dasar dulu saya ingin sekali bisa menjadi penyiar radio. Tak terbayangkan oleh saya bahwa impian seorang gadis kecil yang lahir di desa tanpa listrik bisa menjadi kenyataan. Saya benar-benar menjadi penyiar radio. Padahal suara saya sumbang sekali kalau digunakan untuk menyanyi.

Suara sumbang itu sampai sekarang masih mengudara. Saya tak ingin kehilangan suara saya seperti Ariel yang kehilangan suaranya demi mendapatkan sepasang kaki. Sebagai manusia biasa yang punya segalanya secara normal sudah menjadi kesempurnaan tersendiri. Sebab banyak sekali orang yang memiliki kekurangan secara fisik atau tak bisa bersuara. Apabila kita dilahirkan tanpa suara kemungkinan kita tidak akan merasa terbebani sebab itu sudah menjadi bawaan lahir.

Pernahkah kita yang bisa berbicara dengan normal tiba-tiba tidak bisa berbicara sama sekali. Apalagi kalau pekerjaan kita menuntut kita untuk berbicara lebih banyak. Tidak memiliki suara akan menjadi akhir dari segalanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers