Langsung ke konten utama

Kesalahan Banyak Perempuan Setelah Menggunakan Make Up



Kesalahan banyak perempuan di dunia ini setelah menggunakan make up rata-rata sama. Termasuk saya dulunya juga begitu. Apa kesalahan kita? Jangan-jangan sampai sekarang pun masih dilakukan. Kesalahan yang paling sering kita lakukan adalah tidak membersihkan make up sebelum tidur menggunakan make up remover.

Aku kan sudah pake sabun wajah kakak…

Tata rias atau make up butuh yang namanya penghapus make up atau make up remover karena fungsinya berbeda dengan sabun untuk wajah. Jika kita memang tidak menggunakan make up sama sekali tentunya tidak butuh make up remover ya. Walaupun membersihkan menggunakan make up remover akan lebih efektif sebelum menggunakan sabun pembersih wajah. Sisa kotoran atau make up di wajah kita kalau menumpuk akan bikin masalah lho. Entah itu jerawatkah atau kulit cepat keriputkah.

Macam-macam masalah yang timbul karena kita sendiri malas membersihkan wajah kita dari sisa tata rias. Kita tidak ambil peduli dan lebih memilih tidur dengan wajah masih full make up. Kita bukan sleeping beauty yang butuh make up selama tidur karena menunggu pangeran yang akan menciumnya. Kita perempuan biasanya yang ingin kulitnya lebih indah tanpa ada kata ‘penuaan dini’.


Setiap perempuan ingin tampil lebih muda. Itu adalah variabel yang tak bisa kita pungkiri bukan? Jadi sebaiknya bagaimana? Ya itu tadi, siapkan make up remover untuk mengangkat sisa make up yang ada di wajah kita supaya wajah kita bersih dan bebas dari bahan-bahan yang bisa membuat kulit kita lebih tua dan jangan sampai menjadi tempat bersarangnya bakteri penyebab jerawat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan