9 Februari 2017

Jalan Sunyi


Jalan sunyi adalah yang ditempuh oleh banyak orang yang memilih untuk menulis. Saya sendiri merasa bahwa menulis memang butuh banyak kesunyian. Paling saya hanya memutar lagu untuk menemani aktivitas menulis saya. Lagunya bervariasi. Sekarang ini saya banyak mendengarkan lagu yang menjadi soundtrack drama yang saya tonton. Saya ingin kembali ke jalan sunyi yang dulunya sempat saya jalani sendiri. Setidaknya 4 tahun yang lalu, saya bisa merasakan jalan kesunyian itu. Bagaimana saya bisa konsisten menulis sesuai target setiap harinya.

Memiliki anak yang masih batita bukan alasan yang besar untuk mengatakan bahwa saya tidak bisa produktif lagi. Intinya MAU saja pasti bisa lagi seperti dulu. Bukankah tak banyak yang berubah dari saya selain status menjadi seorang istri atau ibu? Bahkan saya merasa tingkat kedewasaan saya bertambah lagi banyak dibandingkan beberapa tahun lalu. Bagaimana sekarang saya bisa mengontrol emosi lebih baik dibandingkan dulu. Ah betapa saya dulu mudah sekali tersinggung dan marah pada hal yang kecil.

Sekarang? Sesekali terjadi tapi tak seperti dulu dan tidak saya tunjukkan di sosial media. Itu yang paling saya hindari ‘berbagi energi negatif’ secara online. Banyak orang yang akan membaca dan melihat dan sangat tidak pantas seorang perempuan yang sudah menjadi ibu dan istri melakukan tindakan seperti itu. Jika memang ada hal yang menyebalkan saya lebih baik membaginya dengan orang di rumah dibandingkan dengan menyebarluaskannya di sosial media.

Sosial media sangat makan energi dan saya bisa kehabisan energi kalau terlalu banyak membagikan hal yang tak penting di sosial media. Saat menulis yang sekarang lebih saya perhatikan adalah sepenting apa hal ini untuk saya tuliskan? Bermanfaatkah? Melalui tulisan ini saya ingin mengajak ibu rumah tangga yang lain yang sama seperti saya untuk lebih bijaksana lagi ketika menulis. Tak segalanya harus kita ‘curh’-kan di sosial media.

Saya? Sudah kenyang melakukan itu. Alih-alih menjadi lebih baik saya malah merasa lebih buruk setelah melakukannya. Satu hal lainnya adalah hal itu ternyata sangat melelahkan. Makan energi besar. Sekarang sudah ‘tua’ dan punya anak. Tak punya banyak energi lagi untuk menjadi seperti diri saya yang dulu.


Mengalihkan energi dan melangkah di jalan sunyi untuk lebih banyak menulis seperti tahun 2013 lalu. Rindu sekali dengan masa itu. Rasanya tahun 2013 adalah puncak ‘karier blogger’ saya. Saya menulis banyak sekali pada tahun tersebut. Ingin seperti itu lagi dan menuliskan lebih banyak hal yang baik dibandingkan ‘hal tak penting’ untuk diketahui khalayak ramai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers