Langsung ke konten utama

Hidup Minimalis


Apa yang kita pikirkan pertama kali mendengar kata hidup minimalis? Hidup minimalis? Minimalis? Memiliki segala sesuatunya sesuai dengan kebutuhan? Atau membuat hidup sesederhana yang bisa kita lakukan? Saya pikir hidup minimalis itu bisa dimulai dengan memiliki segala sesuatunya sesuai dengan kebutuhan kita kecuali soal uang ya. Kalau uang saya rasa kita harus punya pedoman bahwa kita akan hidup 1000 tahun lamanya. Hahahaha…

Saya paling ingin meminimalkan soal pakaian dan rumah sebenarnya. Rumah tidak perlu besar karena akan sangat melelahkan punya rumah yang terlampau besar apalagi jika kita melakukan bersih-bersihnya sendirian. Orang tua saya punya rumah tiga lantai yang panjangnya hingga 32 meter. Sangat melelahkan kalau sudah soal beres-beres dan seakan-akan pekerjaan membereskan rumah tak ada habisnya. Belum lagi banyaknya barang yang ada di rumah.

Tinggal di rumah yang kecil akan membuat kita berpikir banyak soal memiliki terlalu banyak barang dan kita akan memilah dengan benar apa yang benar-benar kita butuhkan. Desain rumah ukuran kecil dengan fungsi yang maksimal sangat membuat saya iri. Ingin sekali punya rumah seperti itu dan melakukan banyak hal hanya di dalam rumah tanpa perlu repot menghabiskan banyak waktu hanya untuk membereskannya. Saya paling malas beres-beres rumah besar dan banyak barang.

Sekarang saya punya pakaian seadanya dan kadang pakaian yang saya gunakan itu bisa dikenakan untuk berbagai acara. Meniru Mark Zuckerberg yang punya satu model pakaian dan celana? Nggak sih. Pakaian saya masih punya variasi warna begitu juga jilbabnya. Tapi dengan model yang sama membuat saya tidak butuh waktu lama untuk memilih pakaian yang paling tepat untuk dikenakan pada hari tertentu atau acara tertentu.

Pakaian tidak perlu banyak asal bagus dan awet. Sayang sekali jika kita harus membuang pakaian karena sudah tidak layak pakai walaupun tidak menutup kemungkinan terutama pakaian yang setiap hari dikenakan di rumah. Supaya kebutuhan akan pakaian tidak terlalu banyak mencuci pakaian setiap hari adalah yang harus dilakukan ya. Jadi tidak ada cucian yang menumpuk dan kita kebingungan mau pakai pakaian yang mana lagi.


Membuat lemari lega adalah impian saya. Saya tidak suka punya banyak lemari. Satu untuk satu keluarga harusnya cukup atau memanfaatkan ruang dengan semaksimal mungkin untuk menempatkan pakaian yang kita miliki tentunya jauh lebih baik dibandingkan membeli banyak lemari dan membuat ruangan semakin kecil. Coba deh lihat video yang saya temukan di Youtube ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan