Langsung ke konten utama

Atasi Kulit Kering dengan Sabun Mandi Cair Oriflame



Sabun mandi cair Oriflame sudah bertahun-tahun saya gunakan. Saya suka wanginya sebenarnya dan saya merasa mandi adalah waktu di mana kita melepaskan rasa lelah dan memberikan semangat yang baru untuk beraktivitas setiap harinya. Waktu kecil saya termasuk anak yang susah sekali diminta untuk mandi. Mandi menjadi sebuah aktivitas yang tak menyenangkan waktu saya masih anak-anak. Beda dengan sekarang.

Setelah dewasa saya malah sangat menikmati mandi yang saya lakukan setiap harinya. Bahkan saking saya sukanya mandi, walaupun dalam keadaan demam saya akan tetap mandi. Kecuali saya tak bisa bangun dari tempat tidur untuk ke kamar mandi, baru saya absen deh. Selama masih bisa ke kamar mandi saya akan mandi setiap hari. Tak ada hari tanpa mandi. Sampai akhirnya saya sadar satu hal. Terjadi perubahan yang sangat signifikan pada kulit saya.

Kulit saya jauh lebih lembab dibandingkan saat masih mandi menggunakan produk sabun yang ada di pasaran, terutama sabun batang. Sabun batang memang jauh lebih murah tapi seperti yang sepupu saya bilang, mandi itu mengikis kelembaban kulit, karena dia mandi menggunakan sabun batang biasa. Beda cerita kalau dia mandi menggunakan sabun mandi dari Oriflame terutama sabun cairnya.

Sabun cair Oriflame kan mahal? Saya beli pas harga diskon dan sabunnya juga sering banget diskon. Kalau sudah diskon saya akan beli beberapa botol untuk stok soalnya saya, suami, dan anak kami menggunakan sabun Oriflame untuk mandi setiap harinya. Tidak boleh kehabisan karena untuk pesan produk Oriflame butuh beberapa hari untuk produknya sampai di tangan. Masa selama menunggu nggak pake sabun mandi kan.


Sahabat saya suka sekali menyentuh kulit saya dan mengatakan betapa lembut dan lembabnya kulit saya. Padahal saya tidak rutin menggunakan pelembab, saya hanya rutin menggunakan sabun mandi Oriflame.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan