Langsung ke konten utama

Apakah Hidup Butuh Pengakuan?


Dulu, saya sangat tergila-gila dengna pengakuan orang lain. Ingin dilihat sebagai sosok yang ingin saya bentuk citranya. Pencitraan menjadi sesuatu yang biasa. Tapi siapa sih yang ingin kita bohongi sebenarnya? Kita bisa membohongi banyak orang dengan ‘citra’ yang kita bangun namun apakah diri kita sendiri tidak muak dengan kebohongan yang kita buat? Kita berseliweran di sosial media dengan beragam ‘dongeng’ yang kita buat sendiri.

Tak ada hidup yang sempurna. Mau apa pun keadaan kita. Mengapa harus repot minta pengakuan orang lain? Bukankah yang harus mengakui hidup kita adalah diri kita sendiri. Untuk apa pengakuan orang lain ketika kita jauh lebih tahu fakta yang sebenarnya seperti apa. Mau ngotot citra yang seperti apa pun toh pada akhirnya kita adalah diri kita sendiri dan mendapatkan pengakuan orang lain tidak mengubah fakta yang sebenarnya.

Beda cerita kalau citra yang kita bangun untuk cari rezeki yang halal ya. Saya maklum. Tapi saat kita membangun ‘citra’ tentang betapa sempurnanya hidup kita. Keindahan di dalamnya. Bukankah kita sedang membohongi diri kita sendiri? Bohong kalau kita adalah orang yang paling bahagia di dunia ini dengan keindahan hidup yang kita punya. Hidup tak akan indah jika kita tak merasakan ketidakindahan.

Satu hal yang membedakan kehidupan kita dengan kehidupan tak sempurna orang lain adalah bagaimana cara kita mensyukurinya. Bersyukur kita menjadi diri kita yang sekarang dengan berbagai permasalahannya, dengan apa yang kita punya, dengan apa yang kita tidak punya. Tak perlu repot mengatakan pada dunia untuk meminta pengakuan bahwa kita jauh lebih baik dari orang lain. Tuhan lebih tahu kok dan kita tak bisa membohongi Tuhan.


Berbahagialah, teman, tak perlu pengakuan dari orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…