60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

3 Februari 2017

Apakah Hidup Butuh Pengakuan?


Dulu, saya sangat tergila-gila dengna pengakuan orang lain. Ingin dilihat sebagai sosok yang ingin saya bentuk citranya. Pencitraan menjadi sesuatu yang biasa. Tapi siapa sih yang ingin kita bohongi sebenarnya? Kita bisa membohongi banyak orang dengan ‘citra’ yang kita bangun namun apakah diri kita sendiri tidak muak dengan kebohongan yang kita buat? Kita berseliweran di sosial media dengan beragam ‘dongeng’ yang kita buat sendiri.

Tak ada hidup yang sempurna. Mau apa pun keadaan kita. Mengapa harus repot minta pengakuan orang lain? Bukankah yang harus mengakui hidup kita adalah diri kita sendiri. Untuk apa pengakuan orang lain ketika kita jauh lebih tahu fakta yang sebenarnya seperti apa. Mau ngotot citra yang seperti apa pun toh pada akhirnya kita adalah diri kita sendiri dan mendapatkan pengakuan orang lain tidak mengubah fakta yang sebenarnya.

Beda cerita kalau citra yang kita bangun untuk cari rezeki yang halal ya. Saya maklum. Tapi saat kita membangun ‘citra’ tentang betapa sempurnanya hidup kita. Keindahan di dalamnya. Bukankah kita sedang membohongi diri kita sendiri? Bohong kalau kita adalah orang yang paling bahagia di dunia ini dengan keindahan hidup yang kita punya. Hidup tak akan indah jika kita tak merasakan ketidakindahan.

Satu hal yang membedakan kehidupan kita dengan kehidupan tak sempurna orang lain adalah bagaimana cara kita mensyukurinya. Bersyukur kita menjadi diri kita yang sekarang dengan berbagai permasalahannya, dengan apa yang kita punya, dengan apa yang kita tidak punya. Tak perlu repot mengatakan pada dunia untuk meminta pengakuan bahwa kita jauh lebih baik dari orang lain. Tuhan lebih tahu kok dan kita tak bisa membohongi Tuhan.


Berbahagialah, teman, tak perlu pengakuan dari orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers