Langsung ke konten utama

Pembayaran Oriflame di Indomaret




Cara bayar orderan Oriflame melalui Indomaret adalah jenis pembayaran terbaru yang semakin memudahkan member Oriflame untuk bertransaksi tanpa menggunakan rekening atau internet banking. Seperti yang kita tahu kebanyakan pembayaran Oriflame rata-rata secara digital dan yang bayar tunai hanya lewat BRI. Antri di BRI bukan pilihan yang tepat kalau kita buru-buru. Beda cerita dengan Indomaret yang waktu bukanya lebih panjang dan bisa melayani lebih banyak orang dalam satu hari.

Saya sih lebih menyarankan kita punya beberapa pilihan jenis pembayaran sehingga tidak hanya mengandalkan satu jenis pembayaran saja. Karena kalau jenis pembayaran tersebut gangguan atau bermasalah nanti orderan kita bisa tercancel, itu sayang banget. Adanya pilihan pembayaran melalui Indomaret tentu sangat memudahkan member yang tidak memiliki banyak jenis pembayaran yang bisa digunakan atau malah sama sekali tak punya rekening sehingga selama ini hanya bisa bayar tunai melalui BRI?

Cara membayar Oriflame lewat Indomaret juga mudah kok. Tidak jauh beda dengan bayar tunai melalui teller BRI. Kita cukup bawa nomor orderan atau nomor invoice yang ingin dibayar. Lalu tunjukan nomor tersebut kepada kasir Indomaret dan mereka akan memproses pembayaran Oriflame sesuai dengan nomor orderan kita. Kemudian kita akan mendapatkan bukti pembayaran yang bisa disimpan, sebaiknya difoto bukti pembayarannya buat jaga-jaga kalau ada masalah di kemudian hari atau kita membutuhkannya.

Saat order kita pilih jenis pembayaran yang paling atas ‘TUNAI SAAT DITERIMA atau via ATM’ lalu tekan konfirmasi. Nanti di situ ada muncul nomor orderan yang bisa kita catat, di dalam email juga nantinya ada. Jika bingung bisa cek juga di bagian histori order, akan keliatan nomor invoice atau nomor orderannya. Sementara ini tidak ada biaya admin untuk transaksi melalui Indomaret.


Tips buat yang mau bayar di Indomaret, jangan lupa bawa uang lebih karena biasanya suka lapar mata kalau sudah masuk ke sana atau jangan jelalatan kalau bawa uang pas-pasan ya! Hahaha….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan