Langsung ke konten utama

Dengarkan Curhatku


Pertama kali kenal Vierra yang sekarang jadi Vierratale gara-gara lagunya itu, Dengarkan Curhatku. Waktu awal mereka muncul memang warna musik yang mereka bawa membuat perbedaan dan membuat mereka mudah sekali dikenal. Apalagi mereka masih muda. Remaja banyak yang langsung suka dengan lagunya dan mereka pun terkenal.

Sekarang lagu-lagunya Vierra tak begitu saya dengarkan lagi seperti saya suka sekali dengan lagu Dengarkan Curhatku. Industri musik mengalami banyak sekali perubahan. Apalagi sekarang segalanya seakan bisa diunduh baik gratis atau berbayar. Dibandingkan beli album fisiknya tentunya lebih murah membelinya secara digital dan pembajakan untuk kepentingan pribadi adalah hal yang biasa. Mengingat banyak orang yang mengunggah lagunya ke Youtube. Tinggal unduh videonya lalu jadikan mp3. Lalu lagunya pun bisa diputar di gadget kita kapan saja kita mau.

Untungnya di Youtube video musik bisa dimonetize sehingga walaupun banyak yang mengunduhnya secara gratis, yang menggunggah videonya tetap bisa mendapatkan penghasilan dari iklan yang muncul di video tersebut. Semacam adsense berbentuk video. Maklum ya Youtube kan milik Google. Jadi win-win solution. Orang yang mengunduh tidak perlu bayar yang punya video tetap dapat uang. Jumlahnya berapa sih saya tidak tahu pasti namun yang jelas kayaknya lumayan deh mengingat banyak sekali orang yang memilih mengisi konten ke Youtube untuk menghasilkan uang.

Selain bisa mendapatkan uang dari iklan yang tayang di video, orang yang punya video juga bisa menjadi terkenal dan mungkin sekali untuk masuk ke dunia hiburan dan jadi seleb. Internet mengubah segalanya sekarang ya. Semuanya bisa dijawab dengan kuota yang kita gunakan untuk berselancar. Beda juah sama jaman dulu saat koran masih banyak yang beli dan majalah menjadi benda yang ditunggu-tunggu setiap bulan oleh pembaca setianya.


Dengarkan Curhatku...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan