26 Januari 2017

Belanja Bareng Suami


Suami saya orangnya teliti sekali soal uang. Bahkan dia punya pembukuan sendiri untuk penghasilann setiap hari. Dia mencatat semuanya baik-baik sebelum uang tersebut masuk ke rekening saya. Jadi dia tahu berapa yang dia kasih ke saya setiap harinya. Tapi dia bukan suami yang pelit. Malahan semua penghasilannya masuk ke rekening saya walaupun kartu ATM tetap dia yang pegang dan saya hanya punya token. Jadi saat saya belanja online saya tinggal gunakan uang di rekening.

Selain belanja online, belanja offline juga sering kami lakukan. Saya sering menemani dia belanja bulanan di Mitra Anda. Mengapa saya sebut menemani dia? Sebab dia yang beneran belanja dan saya cuma bagian dorong trolly atau bagian mengambil susu atu camilan.

Pernah kami berdiri cukup lama di rak yang menyediakan deterjen. Mata saya langsung melihat bungkusan Rinso dan Attack. Saat belum menikah itu adalah dua deterjen yang paling sering saya gunakan sampai akhirnya saya terikat dengan laundry terdekat, soalnya susah mencuci pakaian di tempat tinggal terakhir saya sebelum saya menikah.

Rinso atau Attack? Ih yang ini ada softenernya, ini aja deh,” saya berbisik padanya sambil mau ngambil satu bungkus deterjen.

Ini aja, ada hadiah piring,” dia memasukkan deterjen pilihannya ke trolly.

Awalnya saya agak keberatan tapi karena dia masih milih deterjen tersebut ya sudahlah saya pikir tak apa. Dia juga akan berhenti lama untuk memilih popok buat anak kami. Bisa ditebak dia ngapain? Menghitung harga satuan tiap popok dari harga yang tertera untuk 20pcs, 40pcs, sampai 60pcs. Kalau logika saya mah gampang, bungkus gede pasti lebih murah, ternyata kadang enggak lho. Bisa sama aja harganya bungkus besar dan gede bisa juga malah lebih murah yang kecil karena ada promo. Saya kurang teliti soal itu.

Milih cairan pencuci piring juga bakalan pilihan dia yang akan dibeli karena ternyata lebih murah.

Sunlight ini isinya banyak, biar lama habis beli yang ini saja.”
Isi ulang lebih murah.”


Ketika dihitung-hitung memang lebih murah yang isi ulang kadang. Makanya sekarang saya tidak akan protes apa-apa. Biarkan dia yang belanja, saya nemanin aja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers