28 Desember 2016

Aspek Perkembangan Anak Usia Dini


Ibu, tak pernah terbayangkan saya sekarang menyandang status sebagai seorang ibu. Ketakutan yang sempat mampir apakah saya nantinya akan bisa mendidik anak saya dengan lebih baik dari yang pernah saya dapatkan dari orang tua sering saya pikirkan kembali. Namun saya bersyukur karena saya memiliki anak dan bisa menyandang status sebagai seorang ibu. Mau kurang atau lebih cara saya mendidik anak saya, inilah saya, ibunya. Demikian pula dengan ibu saya yang mendidik saya menjadi orang yang sekarang.

Sekarang anak saya belum genap dua tahun. Masih setahun lebih beberapa bulan. Banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan cara mendidiknya yang harus saya pelajari. Setidaknya saya tidak ingin membuat masa kecilnya menjadi sesuatu yang tak menyenangkan. Ingin melihatnya tertawa lebih banyak dan kalau bisa jangan sampai ada hari dia menangis tersedu-sedu. Anak saya yang tersayang itu yang cuma ada satu-satunya.

Inilah indahnya menjadi seorang ibu. Banyak hal tak lagi menjadi penting dan kepentingan anak menjadi hal yang paling utama. Bagaimana merasakan sakitnya ketika melihat anak demam atau batuk pilek. Menahan pedihnya melihat anak kesakitan karena penyakit yang mampir mengganggunya. Bagaimana melihat dia tertawa dan kita ikut bahagia. Hal-hal yang selama ini tak saya pikirkan sama sekali. Tak terbayangkan bahwa di dunia ini akan ada orang yang lebih penting dari apa pun yang saya anggap penting sebelumnya.

Itu sebabnya saya selalu memperhatikan aspek perkembangan anak usia dini semenjak sekarang. Saya ingin Raza, tumbuh dengan baik sampai menjadi orang dewasa yang baik pula. Orang yang genius sudah banyak, orang yang kaya sudah banyak, tapi orang yang baik akan terus dibutuhkan sebanyak mungkin oleh dunia ini. Membesarkan dengan cinta. Itu yang terus saya pelajari hingga sekarang. Menjadi orang yang harus lebih banyak menahan emosi ketika segalanya terasa kacau. Menarik napas lebih panjang dari biasanya.


Satu hal yang saya syukuri sampai sekarang. Saya tidak perlu menjadi orang tua yang memberikan rezeki tidak halal bagi anak-anaknya. Menjadi pedagang selalu adalah hal yang terbaik yang saya bisa lakukan bagi masa depan anak saya. Tak terbayangkan jika saya menjadi koruptor hanya demi memenuhi nafsu dunia anak-anak saya. Sebagaimana orang tua saya memberikan rezeki yang halal bagi anak-anaknya, itulah yang ingin terus saya lakukan bagi Raza dan anak-anak saya yang lain di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers