11 September 2016

Hey Miss Rebeka Hani Sunbanu, I Miss You!


Pertama kali menyandang gelar sebagai mahasiswi di STBA saya tidak banyak membayangkan kehidupan kampus yang menyenangkan. Saya hanya membayar hutang pada diri saya sendiri. Saya yang belasan tahun lalu memutuskan untuk kuliah di sana suatu hari nanti. Lalu batal karena status kampusnya swasta dan biayanya pasti mahal. Memang dibandingkan kampus saya sebelumnya STBA cukup mahal, sekitar 4-5 kali lipat dibandingkan SPP saya sebelumnya pada masa yang sama.

Setelah belasan tahun berlalu ternyata impian saya untuk kuliah di STBA, dulunya ABA, tak pernah padam. Keinginan itu hanya mengendap belasabn tahun kemudian muncul lagi beberapa tahun lalu. Sekitar empat tahun lalu sebenarnya saya sudah memendam keinginan untuk kuliah di sana. Sudah punya penghasilan sendiri dan saya pikir sudah waktunya saya melakukan apa yang saya inginkan sejak dulu.

Ingin kuliah lagi bukan sesuatu yang buruk bukan?

Sampai akhirnya saya memutuskan mendaftar dua tahun lalu. Tahun 2014 menjadi satu di antara banyak titik balik dalam hidup saya. Termasuk saya akan menjadi ibu pada tahun tersebut juga. Iya saya mengandung Raza saat saya mendaftarkan diri untuk kuliah di STBA. Kehamilan yang tak saya ketahui karena saya tidak merasakan tanda-tandanya sama sekali. Maklum sudah 8bulan menikah dan tak ada tanda-tanda berbadan dua membuat saya akhirnya mengambil keputusan untuk kuliah. Menambah ilmu buat perempuan sangat penting bukan?

Saya ingat betul pertama kali masuk STBA, saya sangat malu, merasa paling tua dan langsung duduk di bangku paling depan. Tak berani untuk berkenalan dengan siapa pun dan saya duduk di bangku yang sama setiap hari sampai pindah kelas pun saya masih duduk di posisi bangku yang sama. Depan, tengah, tak jauh dari meja dosen. Saya waktu itu tak berharap akan punya teman, tidak dapat musuh saja rasanya sudah senang sekali.

Bahasa Inggris saya cukup buruk waktu masuk STBA, sekarang alhamdulillah banyak sekali kemajuan yang saya dapatkan. Saya bersyukur memberanikan diri mengambil keputusan untuk kuliah lagi waktu itu. Tidak sia-sia saya belajar sangat keras untuk mengejar ketertinggalan saya selama ini. Iya, saya tertinggal belasan tahun untuk kuliah di STBA.

Kemudian hari itu muncul, entah kapan mahasiswi termuda di kelas saya tertarik untuk duduk di samping saya dan belajar bersama saya. Tak terasa sudah 2 tahun kuliah dan kami menjadi teman sangat dekat. Banyak hal yang kami bagi bersama. Saya bersyukur dia mau pindah duduk di depan dan berteman dengan saya. Tak terbayangkan akan punya teman seperti dia.

Sekarang sudah dua bulan kami tak berjumpa dan rasanya saya rindu sekali dengannya. Rebeka Hani Sunbanu, cepat kembali ke Pontianak, kita main jauh-jauh sama-sama. Seperti hari kuliah biasanya.



Mampir ke blognya di Sunbanu.com

Harga Sepatu Wakai Asli




Memiliki sepatu bermerek dan merupakan produk asli dari produsennya tentunya menyenangkan ya. Apalagi jika kita tahu bahwa merek tersebut kualitasnya sangat baik. Sepatu yang bermerek akan memberikan kenyamanan pada pemakainya berbeda dengan produk tiruan merek tersebut ya. Biasanya kualitas dan kenyamanannya sangat jauh berbeda dengan yang aslinya. Meskipun ada beberapa produk tiruan yang berusaha mengejar kualitas dan kenyamanan yang sedekat mungkin dengan produk aslinya. Itu sebabnya masih ada yang mau membeli produk tiruan yang harganya biasanya jauh lebih murah dibandingkan produk aslinya.

Mengapa ada produk tiruan di pasaran? Karena banyaknya permintaan produk tersebut yang harganya lebih miring. Produk merek asli harganya memang kadang terlalu tinggi atau setidaknya cukup tinggi dibandingkan produk yang tidak bermerek di pasaran. Tetapi ketika sebuah merek sudah menang di pasaran tentu ada kualitas yang mereka tawarkan. Bukan hanya soal gengsi ketika memiliki produk asli merek tertentu.

Saya punya teman yang suka membeli produk fashion yang merek asli bukan tiruannya. Alasannya karena kualitas nggak akan pernah bohong terus bisa dipakai untuk jangka panjang. Semakin lama semakin nyaman dikenakan dan tidak perlu takut cepat rusak atau kaki lecet selama mengenakan sepatu tersebut.

Suka sepatu Wakai Indonesia? Sudah tahu harga sepatu Wakai asli berapa? Atau jangan-jangan belum pernah beli sepatu wakai ni? Cek Telunjuk ya untuk tahu harganya. Jangan sampai Anda mendapatkan produk asli dengan harga yang tidak sesuai. Melalui Telunjuk Anda bisa membandingkan sepatu Wakai asli mana yang harganya sesuai dengan kantong Anda. Hati-hati ada yang menjual produk palsu dengan harga sepatu wakai asli ya. Di Telunjuk Anda bisa membandingkan mana harga yang paling masuk akal untuk produk tersebut.

Telunjuk akan memberikan informasi yang lengkap mengenai harga sepatu Wakai asli yang Anda cari. Semua e-commerce yang menyediakan sepatu Wakai asli akan muncul di hasil pencarian di Telunjuk, lengkap dengan harga yang mereka pasang. Tinggal pilih mana e-commerce yang Anda suka dan penjual yang bisa dipercaya dari rating yang mereka dapatkan di e-commerce tersebut.

Rating sangat penting ya untuk dilihat. Sebab itu bisa menjadi indikasi penjual tersebut bisa Anda pilih atau tidak. Kalau terlalu banyak rating buruk tidak perlu mengambil risiko untuk berbelanja sama dia ya. Tinggal pilih penjual yang lain atau e-commerce yang lain melalui Telunjuk.

Selamat berburu harga sepatu Wakai asliya!

 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design