9 September 2016

Trend Youtube: Charlie Puth feat Selena Gomez 'We Don't Talk Anymore' Lyric Prank



Tadinya saya hanya buka Youtube lalu menemukan video konser Selena Gomez yang menampilkan lagunya bersama Charlie Puth. Saya suka sih lagunya yang 'We Don't Talk Anymore'. Sebenarnya lagu-lagu Selena Gomez itu bagus, sayangnya suara Selena secara langsung kurang memadai. Makanya saya akan memaafkan jika dia lipsync. Tapi apalah saya, jangankan mau nonton konsernya, beli CD originalnya aja enggak. Namun saya bukan mau mengkritik soal suara Selena Gomez kok, orang suara saya malah lebih nggak enak didengar dari suaranya dia kalau disuruh nyanyi. Hahaha...

Jadi tadinya saya mau liat video cover lagu 'We Don't Talk Anymore' dari artis Youtube yang banyak mengcover lagu-lagu artis ternama sampai akhirnya saya disuguhkan pada berbagai prank. Saya jadi bingung. Orang saya cari video lagu cover, mengapa yang muncul malah soal prank? Saya klik beberapa sampai akhirnya saya sadar trend yang beberapa waktu ini mewarnai Youtube.

Intinya sih ngerjain orang dengan mengirimkan pesan berupa potongan lagu. Lagu 'We Don't Talk Anymore' ini memang cukup sesuai dijadikan bahan buat ngerjain orang. Apalagi kalau yang dikerjain itu orang yang sudah lama tak kita ajak bicara. Balasan-balasan dari orang yang dikerjain juga lucu. Sampau akhirnya saya mampir ke channel Youtube Akhsay.

Aduh manis banget. Orang India tapi berbahasa Inggris menggunakan aksen British. Jadi ingat sama Alfred Enoch. Tahu kan sama Alfred yang main serial 'How To Get Away With Murder'. Walaupun Alfred bukan orang India sebenarnya, tapi tipikalnya mirip. Coba cari aja deh video atau fotonya di internet. Muka cowok baik yang manis gitu pokoknya.

I wish I have son like them. Mudahan-mudahan gedenya Raza juga nggak kalah manis dan enak dilihat kayak mereka.

Menggunakan trend untuk mendapatkan pengunjung memang cukup efektif tapi kalau trend tersebut sudah lewat ya lewat aja sih. Terus buat mendapatkan share dari pengunjung itu juga butuh usaha. Ikut trend tapi nggak maksimal memberikan hiburannya ya susah. Nggak bakalan banyak juga viewnya. Judul se-clickbait apa pun tetap kalah sama video yang mengikuti trend plus menghibur plus yang di dalam video enak dilihat.

Saya baru sadar si Akhsay ini aslinya nggak posting soal prank lyric. Iseng aja kali ya? Pas ngetrend juga. Mau ikut trend juga di Youtube? Yuk buruan bikin lyric prank. Jangan lupa share ke sini kalau sudah jadi.

Cerita Tentang Bawang (2)




Ini adalah bagian kedua dari potongan cerita masa kecil saya tentang bawang. Bawang merah dan putih. Di bagian sebelumnya saya sudah menceritakan tentang _pakattan_ yang tentu saja berkaitan erat dengan yang namanya pernikahan. Kalau sudah ada pernikahan akana ada pula yang namanya kenduri atau makan-makan. Di kampung saya makan-makannya dibagi menjadi dua hari. Hari kecil dan hari besar.

Pada hari kecil ini tamu akan makan makanan yang disediakan ala kadarnya. Lauknya ikan asin, sayur ubi, sayur labu, biasanya juga ada _cencalok_ yang memang merupakan makanan khas di tempat saya. Selain tradisi pakattan ada pula tradisi saprahan.

Saprahan di kampung saya adalah acara makan bersama dalam kelompok dan melantai. Biasanya satu saprah disediakan untuk enam orang. Enam piring untuk makan. Enam gelas air susu pandan. Orang yang makan besaprah akan berbagi lauk-pauk dan sayur-mayur yang disediakan oleh tuan rumah. Lauk-pauknya itu sumbernya sebagian dari pakattan. Termasuk nasi juga berasal dari pemberian orang yang diundang untuk acara kenduri tersebut alias _saro'an_.

Uwan (nenek) saya biasanya ikut membantu di dapur jika kenduri tersebut diadakan oleh keluarga dekat. Saya paling ingat acara kenduri di rumah Uwan Acik, masih sepupunya Aki (kakek, suaminya Uwan saya). Karena kami akan berjalan kaki ke sana lalu menginap satu malam sebelum hari besar.

Saya tidak terlalu ingat saya hadir di pernikahan siapa dulunya. Tapi saya sangat ingat bawang bakar yang saya makan di sana. Pada hari kecil orang dewasa akan sibuk menyiapkan lauk-pauk untuk esok hari. Terutama ayam yang harus dibersihkan dan disiapkan sebelum malam tiba. Malam harinya ayam sudah harus selesai diungkep dan bisa dimasak sesuai menu yang diinginkan tuan rumah.

Kami, anak-anak kecil, akan membawa tempurung kelapa dan berkerumun di dekat orang dewasa yang mengurus ayam. Rupa-rupa hati dan ampela ayam akan kami perebutkan. Setelah dapat akan kami masukkan dalam wadah tempurung kelapa. Dicuci bersih lalu diberi sedikit garam. Kemudian dibakar di tungku yang sedang menyala.

Iya, tungku tak akan berhenti menyala karena banyak sekali yang harus dimasak hari itu. Hati ayam dan ampela yang dibakar dengan bumbu garam sangat nikmat rasanya. Saya rindu sekali hari-hari masa kecil itu. Seandainya ada mesin waktu, ingin sekali saya kembali dan menemukan kenangan-kenangan yang sekarang tak bisa lagi saya dapatkan.

Berebutan dengan anak kecil lain, tentunya hati dan ampela yang saya dapatkan tidaklah banyak, sehingga biasanya Uwan Acik akan menambah menu yang bisa saya makan dengan bawang yang besar-besar. Bawang merah. Bawang putih. Dia akan memasukkannya ke bawah kuali, di bara api yang masih menyala dan membiarkan saya mengambilnya nanti ketika sudah matang.

Sudah pernahkah kamu makan bawang bakar? Itu nikmatnya luar biasa. Saya rindu sekali dengan bawang yang dibakar dengan tempurung kelapa. Suara-suara kaki anak-anak yang berlarian rasanya masih sangat terdengar jelas di telinga.

Saya rindu masa itu. Masa yang tak bisa saya kembalikan lagi.

 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design