1 September 2016

Lactamil, Susu untuk Ibu Hamil



Lactamil, siapa yang tidak tahu susu untuk ibu hamil ini? Banyak sekali orang yang membutuhkan nutrisi selama kehamilan dan mendapatkannya dari Lactamil. Saya sendiri pernah berpikir untuk minum susu ini karena pernah memiliki bobot tubuh di bawah rata-rata. Kurus banget. Bahkan sampai merasa bahwa saya susah gemuk. Sampai akhirnya tubuh saya sekarang masuk kategori agak lebar. Hehehe...

Susu untuk ibu hamil banyak sekali di pasaran dan banyak yang bingung untuk memilih susu yang paling cocok. Apalagi ada ibu hamil yang mudah merasa mual setelah minum susu. Waktu saya hamil saya mual setelah minum susu cokelat berbeda dengan yang putih, saya tidak merasakan mual. Saya beruntung tidak mengalami mabuk hamil seperti kebanyakan orang. Tidak ada cerita yang aneh-aneh dan saya bisa makan macam-macam makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saya dan bayi yang saya kandung.

Ibu hamil butuh buah dan sayuran selama hamil. Terutama buah pisang dan pepaya untuk melancarkan proses pencernaan. Sebab mudah sekali terkena sembelit selama hamil. Apalagi kalau ibu hamil jarang minum air putih. Terhidrasi dengan baik juga kunci supaya tidak terjadi sembelit. Selama hamil memang paling menyiksa kalau sudah berkaitan dengan BAB. Karena pernah saya kesulitan BAB, terlalu keras. Jadinya saya setiap hari makan buah pisang untuk mengatasi hal tersebut.

Lactamil adalah susu untuk ibu hamil yang cocok buat Anda yang sekarang ini sedang hamil dan butuh nutrisi tambahan untuk bayi dan diri Anda sendiri. Sebab janin yang di dalam rahim sedang dalam masa pertumbuhan. Memberikan nutrisi yang optimal akan baik buat perkembangan janin di masa depan. Kita tentunya tidak ingin terjadi hal yang tak diinginkan pada janin karena kekurangan nutrisi selama dalam kandungan.

Suka tidak suka, selama hamil sebaiknya ibu hamil meminum susu untuk ibu hamil supaya nutrisi yang diasup cukup untuk dirinya dan janin yang dikandungnya. Apalagi jika ibu hamil tersebut setiap makan selalu muntah sehingga banyak makanan yang tidak masuk ketubuhnya. Minum susu memang tidak bisa menjadi pengganti makanan yang dimuntahkan, tapi setidaknya dengan minun susu untuk ibu hamil seperti Lactamil bisa menambah nutrisi yang dibutuhkan seorang ibu hamil.

Sekarang Anda sedang hamil? Selamat ya, dalam hitungan bulan Anda akan mendapatkan tambahan anggota keluarga baru. Jangan lupa untuk minum Lactamil setiap hari selama kehamilan untuk menjaga gizi seimbang ibu dan janin. Selalu jaga kesehatan selama kehamilan ya!

Praktisnya ASI


Menyusui sampai usia Raza 2 tahun adalah impian saya. Masih 9 bulan menuju usianya tersebut dan saya yakin bisa menyelesaikan misi menyusui tersebut. Saya bersyukur bisa menyusui Raza sampai sekarang tanpa tambahan susu formula dan saya juga sangat bersyukur Raza sangat suka ASI. Dia bisa menyusu setiap jam kalau tidak tidur dan itu sangat baik untuk produksi ASI. Karena memang ukuran payudara saya sepertinya tidak bisa menampung ASI terlalu banyak. Sampai sekarang produksi ASI saya mssih cukup walaupun tanpa booster ASI. Cuma saya khawatir ASI perah saya produksinya tidak cukup untuk tabungan mengingat LDR dengan pompa ASI berbeda dengan LDR karena Raza menyusu.

ASI itu sangat praktis. Saya tak perlu repot menyiapkan air panas dan botol susu yang sudah disterilkan. Belum lagi risiko susu terlalu panas atau terlalu dingin. Kalau ASI, suhunya selalu pas. Saya juga tidak perlu kesulitan menyusui Raza saat tengah malam. Karena tinggal buka saja tutup ASI-nya dan Raza tinggal sedot sesuai kebutuhannya. Tidak ada susu yang dibuang. Sisa susu yang tak tersedot akan bisa disimpan untuk sedotan berikutnya.

Raza termasuk kuat menyusu jadi saya harus siap sedia ketika dia membutuhkan ASI. Menyusukan anak secara langsung memang sangat praktis ya. Tak terbayangkan jika harus memberikan susu formula saat tengah malam tiba. Kita harus menahan kantuk dan mengaduk susu untuk anak. Susu formula juga harganya cukup mahal ya. Tak terbayangkan ketika tak punya uang dan anak butuh susu. Apa yang akan terjadi? Soalnya saya paling nggak bisa ngutang untuk membeli sesuatu yang merupakan kebutuhan pokok kita.

Untung ada ASI ya!

Jatuh Cinta Lagi: Drama Korea Twenty Again




Sejak kapan saya nonton drama Korea lagi? Dulu memang sempat sering nonton drama Korea. Tapi saya bukan tipikal orang yang nontonnya khusyuk ya. Jadi jangan harap saya bakalan ingat nama pemain drama Korea. Bahkan sering saya hanya ingat judul serialnya dan benar-benar tak ingat nama pemainnya. Sampai-sampai saya lupa sudah pernah menonton pemain serial tersebut.


Akhir-akhir ini saya menonton drama Korea untuk mengisi bagian yang rasanya kosong di diri saya. Entahlah, mengapa akhir-akhir ini saya merasa ada yang kurang di dalam dada saya. Drama Korea yang saya tonton sih sebenarnya bukan yang mainstream ya. Populer bukanlah faktor utama saya menonton sebuah drama Korea. Seperti yang baru-baru ini booming, judulnya 'W'. Saya belum nonton, cuma lihat cuplikannya dan tidak begitu tertarik.

Saya pikir saya butuh alasan yang kuat untuk menonton drama Korea apalagi saya orangnya tidak suka menonton setengah-setengah. Saya akan menonton sampai habis. Jadi sayang kalau saya harus menonton beberapa episodr lalu tidak dilanjutkan karena tidak sesuai selera saya.

Sekarang saya sedang menonton drama Korea berjudul Twenty Again. Saat baca judulnya saya pikir ini bakalan kayak film barat yang 13 again. Pemain utamanya bakalan balik lagi ke masa lalu untuk memperbaiki masa depannya. Satu episode saga tonton sampai habis dan tak ada tanda-tanda dia akan kembali menjadi perempuan 20 tahun. Episode kedua juga begitu. Sampai akhirnya saya sadar ini bukan soal diberikan kesempatan kedua dengan cara curang begitu. Curanglah namanya kan kalau kita bisa kembali ke masa lalu karena kita sudah menjalani masa sekarang. Walaupun saya akan suka sekalj jika keadaannya adalah seperti itu. Siapa yang tak suka bisa kembali ke masa lalu. Banyak hal yang bisa kita perbaiki bukan? Saya sendiri juga kepengen bisa kembali ke masa 20 tahun yang lalu. Namun saya takut ada yang berubah dan saya tak akan menjadi Umaknya Raza. Itu horor deh.

Dramanya jangan diharapkan bakalan 'so sweet' ala Korea yang mainstream ya. Ini drama yang pemain utamanya perempuan dewasa dengan anak yang sudah berumur 20 tahun. Jadi tak ada cerita seperti yang biasanya terjadi pada drama Korea pada umumnya. Tapi kalau suka nonton drama dengan jalan cerita yang agak berbeda dari biasanya, Twenty Again ini boleh dijadikan pilihan. Apalagi kalau kita sudah menikah. Drama ini akan menjadi referensi yang bagus buat kita sendiri. Setidaknya nilai-nilai moralnya adalah bagaimana kita ingin menjalani kehidupan ini kedepannya. Jatuh cinta lagi setelah sekian tahun kenapa tidak?

Jalan ceritanya juga masuk diakal dan menyenangkan melihat perubahan yang terjadi pada 'si istri' yang tadinya berkepit di ketiak suami sepanjang pernikahannya.


Menulis Terlalu Banyak Mikir




Sejak kapan ya saya menjadi diri saya yang sekarang? Orang yang terlalu banyak mikir ketika menulis. Mikirin panjang pendeknya postingan. Mikir bakalan muncul di mesin pencari atau enggak. Bagus atau tidak. Mau pake gambar apa? Banyak banget faktor yang saya pikirkan ketika akan menuliskan sebuah postingan di blog ini. Seakan-akan saya lupa bahwa saya menulis di blog ini untuk apa dulunya. Untuk diri saya sendiri. Bukan untuk siapa-siapa.

Entah mengapa saya punya banyak pikiran yang membuat saya sendiri tidak produktif seperti dulu. Memangnya tak boleh menghasilkan postingan curhat? Memangnya tidak boleh membuat tulisan yang pendek? Memangnya kalau tak muncul di mesin pencari itu salah? Saya memang kebanyakan mikir sampai akhirnya saya tak banyak menulis. Beda sekali dengan diri saya yang berada pada tahun 2013.

Saya menulis banyak waktu itu. Seakan tak pernah kehabisan ide. Tak pernah namanya writer's block atau tak punya apa-apa yang mau dijadikan tulisan. Harusnya saya menulis saja seperti dulu. Jangan kebanyakan mikir. Jangan memikirkan hal-hal di luar kendali saya. Menulis untuk menggantikan berbicara saja, sebab tak semua orang bisa mendengar.

Blog ini adalah penampung setia 'pembicaraan' saya yang tak bisa saya sampaikan secara lisan. Tulisan-tulisan inilah gantinya. Ada bagian kosong yang terisi dalam hidup saya. Namun manusia tak bisa memenuhinya sampai benar-benar genap. Ada bagian yang akan tetap lengang tak berjiwa. Menulis membuat jiwa lain bangun dan mengisi ruangan yang sepi itu.

Menulislah sayang, menulis saja jangan terlalu banyak mikir.


Lapar Tengah Malam




Tidur sangat awal membuat saya lupa makan. Akhirnya pas terbangun tengah malam selain rasa haus yang menggila, saya juga lapar berat. Untungnya ada telur di kulkas. Tinggal bikin telur dadar dan saya bisa makan dengan tenang dan nanti bisa tidur kembali dengan nyenyak. Ngomong-ngomong soal telur dadar, saya ingat dengan suasana masa kecil saya dengan telur dadar tipis yang sudah dipotong rapi oleh Uwan.

Setiap orang sudah punya jatahnya masing-masing dan itu terbatas. Saya sampai merasa makan satu butir telur sendirian itu adalah sebuah pemborosan. Butuh waktu bagi saya untuk menjelaskan pada diri saya sendiri bahwa satu orang bisa makan satu telur atau dua telur kalau perlu saat makan. Sekarang saya biasanya bikin telur dadar menggunakan 2-3 telur untuk sendiri atau berdua.

Namun tetap saja saya rindu dengan masa-masa saya hanya bisa makan telur dadar setengah atau seperempat porsi. Karena di masa itu, saya masih berkumpul bersama Uwan dan Aki. Aki juga masih hidup kala itu. Masih bertani. Masih sering darah tinggi. Masih sering membuatkan mainan untuk saya.

Menyedihkan rasanya jika memgingat saya dulu ingin cepat-cepat dewasa dan besar. Lalu pergi dari rumah. Hidup mandiri di kota. Tak ingin bertahan di kampung bersama mereka. Kemudian malah merindukan masa-masa yang ingin saya lewati itu. Seandainya bisa kembali ke waktu itu, sebentar saja. Saya tak masalah bertemu dengan kakak saya yang menderita sibling rivalry akut itu. Saya akan terima jika dia menyiksa saya asalkan saya bisa memeluk Aki seperti dulu.

Sudah lewat semuanya. Saya tak bisa berada di masa itu lagi. Aki juga sudah tidak ada. Lucu ya, kita baru menyadari betapa pentingnya seseorang, saat dia sudah tak ada lagi di dunia ini.

Ah, saya lapar sekali.

Menulis dengan Tangan



Dulu saya punya buku yang tebalnya 500 lembar. Berarti 1000 halaman. Warnanya merah, ukuran kuarto dengan hardcover. Saya senang sekali membawa buku itu kemanapun saya pergi. Isinya? Cerita fiksi ala saya. Ya, saya suka sekali menulis cerita fiksi dulunya. Dari sekolah dasar. Membuat cerita menjadi sangat menyenangkan karena rasanya banyak hal yang tak bisa saya lakukan bisa saya lakukan di dunia imajinasi. Seakan-akan tokoh utama perempuannya adalah saya.

Entah ke mana sekarang buku itu. Saya mengisinya setiap hari, setiap waktu, kapan saya sempat. Jika diibaratkan beda, buku itu sudah seperti ponsel saya. Selalu berada di tangan saya dan saya bawa ke mana-mana. Makanya saya sangat marah ketika ada yang mengambil kertas di dalamnya dengan alasan banyak kertas kosongnya. Orang buku itu mau saya pake kok malah diambil isi dalamnya.

Saya rindu menulis dengan tangan. Menulis dengan jemari sampai terasa kaku. Lembar demi lembar. Sampai tinta habis. Sampai butuh pulpen yang baru. Sepertinya saya akan melakukannya lagi seperti dulu. Berbeda sih rasanya menulis dengan keyboard dibandingkan dengan tangan. Apalagi sekarang liburan kuliah masih panjang. Masih banyak waktu untuk menulis dengan pulpen dan kertas.

Saya kembali ingat dengan masa SMP. Waktu suka bertukar obrolan menggunakan kertas dengan teman sebangku atau dengan teman di belakang bangku. Ada hal-hal yang tak bisa kita ucapkan tetapi bisa kita tuliskan. Itu ajaibnya menulis. Merapatkan banyak hal yang berjarak, tempat dan waktu.


Yuk menulis dengan pulpen!

Dapatkan Uang dari Blog, Mengapa Tidak?

Beberapa waktu lalu saya terima email. Email iklan yang judulnya soal mendapatkan uang dari blog. Terus saya jadi kepikiran jika saya dapat email tersebut 5 tahun sebelumnya. Tahun 2011 saat saya masih baru membangun blog ini. Begitu cepat waktu berlalu. Lima tahun lewat kayak gitu aja dan rasanya belum banyak pencapaian yang saya lakukan selain sudah menikah dan punya anak. Itu termasuk pencapaian bukan sih?

Seandainya tahun 2011 saya dapat email pemberitahuan seperti itu kayaknya saya bakalan menggebu-gebu menuliskannya di blog ini. Tentang bagaimana caranya mendapatkan uang dari blog. Beberapa tahun yang lalu pernah saya bahas kok di blog ini. Cara mendapatkan uang dari blog, sudah banyak yang tahu sebenarnya. Tidak perlu panjang lebar saya menjelaskan orang bisa dengan mudah menemukannya melalui mesin pencari.

Dapatkan uang dari blog memang bisa kok, banyak sekali caranya dan blog saya ini adalah satu di antara sumber penghasilan utama saya. Selain itu juga menunjang untuk menjadi penghasil uang di luar blog saya sendiri. Jadi bagaimana cara mendapatkan uang dari blog? Kita semua punya jalan dan cara yang unik untuk mendapatkannya. Saya yakin teman-teman sudah menghasilkan uang dari blog.

Sebenarnya untuk dapatkan uang nggak hanya dari blog sih. Banyak cara untuk menghasilkan uang. Tinggal pandai-pandai kita menemukan celahnya saja. Setiap dari kita punya keahlian masing-masing dan tak bisa diberikan formula yang sama tentang cara menghasilkan uang dari blog. Kalaupun tidak menghasilkan uang dari blog bukan berarti kita harus berhenti ngeblog bukan? Kita sudah berada pada era generasi digital. Kita punya andil untuk berbagi informasi secara digital pula demi kebaikan bersama. Jangan sampai konten yang banyak malah yang negatif. Setidaknya ngebloglah untuk meninggalkan kenangan bagi orang tercinta di sekitar kita.

Memilih Gamis yang Nyaman



Perempuan memang suka belanja. Apalagi sekarang belanja semakin gampang dengan banyaknya onlineshop dan juga e-commerce yang menjamur di mana-mana. Nggak ada cerita perempuan kesulitan cari produk fashion yang dia butuhkan. Terutama gamis ya. Banyak sekali yang menyediakan berbagai pilihan gamis. Mulai dari yang harganya paling terjangkau sampai yang paling mahal bikin dompet jejeritan. Saya sendiri bukan tipe orang yang suka menghamburkan uang buat pakaian. Sejak dulu saya beli pakaian karena saya butuh. Kalau nggak butuh ya nggak saya beli. Apalagi sekarang sudah punya anak ya. Harus lebih banyak nabung buat masa depan dia.

Gamis yang saya miliki kebanyakan polos dengan warna berbeda tapi modelnya hampir serupa. Bahan juga nggak jauh beda. Ternyata menyenangkan lho punya gamis dengan model seperti itu. Pas milih baju buat keluar tidak sulit. Ambil yang mana saja terus cocokan saja warna jilbabnya kelar. Sekarang saya paham mengapa Mark, pendiri facebook, memilih memiliki pakaian dan celana yang sama dalam satu lemari. Beneran deh, memilih pakaian buat keluar rumah, kuliah, atau nongkrong bersama teman bisa menghabiskan waktu yang cukup lama. Ingat film-film yang menayangkan perempuan yang mengeluarkan seisi lemarinya hanya untuk kencan di malam Minggu?

Jilbab juga lebih banyak polos dan memang sangat memudahkan untuk dipadupadankan. Jilbab dengan gamis yang polos meskipun beda warnanya tetap sedap dipandang mata. Tidak tabrak motif jika dikenakan.

Jadi sekarang rumus saya memilih gamis, polos, bahan nyaman, dan syar'i. Udah itu aja. Nggak perlu repot ikut trend dan segala macamnya. Gamis selalu cocok dikenakan diacara apa pun kok. Tinggal pintar-pintar kita aja menyesuaikan diri dengan acara tersebut.

Kadang hanya ketidakpercayaan diri yang meruntuhkan itu semua. Kamu sendiri suka gamis yang seperti apa?



 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design