Langsung ke konten utama

Resolusi Blog Tahun 2017


Rasanya kurang afdol mengawali tahun tanpa ada resolusi ya! Makanya saya menuliskan postingan ini supaya saya bisa mencapai resolusi tersebut dan tidak mencoba untuk menggagalkannya karena sudah ditulis di sini. Ada yang bilang resolusi memang harus dituliskan supaya kita taat terhadap resolusi tersebut dan fokus mewujudkannya. Saya tidak tahu apakah itu memang benar atau hanya mitos belaka namun yang pasti saya ingin apa yang saya jadikan resolusi tahun ini benar-benar bisa saya dapatkan.

Resolusi saya sederhana khusus untuk blog ini. Khusus untuk blog ini saya ingin kembali menjadi blogger yang superaktif menulis seperti tahun 2013 atau setidaknya sehari bisa posting satu artikel. Memalukan sekali melihat jumlah postingannya yang terus menurun. Padahal saya tidak pernah berpikir akan menjadi blogger yang angin-anginan mengisi blognya. Eh ternyata kejadian juga. Bukan angin-anginan sih. Kebingungan mencuri waktu ketika Raza tidur saja sebenarnya. Kadang saya berusaha menulis menggunakan smartphone tapi tentu saja akan jauh berbeda jika dibandingkan saya menulis menggunakan keyboard besar.

Selain ingin posting satu artikel setidaknya setiap hari saya juga bertekad untuk membayar semua hutang artikel yang ada di tahun 2016 kemarin. Banyak sekali bulan yang artikelnya kurang dari 30. bahkan di bulan Desember saat kesehatan saya agak memburuk, artikel yang saya tulis semakin sedikit. Padahal saya ingat sekali waktu tahun 2013 saya membuat banyak artikel sekaligus dan mengaturnya agar terbit setiap hari beberapa artikel.

Nah itu juga bagian dari resolusi saya tahun ini buat blog ini. Menuliskan lebih banyak artikel untuk jaga-jaga jika suatu hari saya sibuk atau kurang sehat untuk menulis. Saya tetap bisa menerbitkan satu artikel setiap harinya. Kayaknya saya terlalu banyak berpikir mengenai apa yang seharusnya saya tulis sampai saya lupa bahwa selama ini saya memang banyak curhat kok di sini, sebelum banyak iklan masuk. Saya selalu bercerita tentang apa saja di sini. Mengapa sekarang saya menutupi banyak hal dan menjadi formal di blog sendiri?

Saya rindu masa itu. Ada yang berubah. Banyak sebenarnya. Saya tak tahu apakah perubahannya itu ke arah yang lebih baik atau malah sebaliknya menjadi lebih buruk. Hal yang belum berubah sampai sekarang hanyalah saya tak bisa menahan lapar sambil menulis. Jika saya lapar saya benar-benar merasa kepala saya kosong sama seperti perut saya. Kalau sudah seperti itu yang saya lakukan ya meninggalkan tulisan saya dan segera mengisi perut sebanyak mungkin.


Semoga yang selama ini suka baca tulisan saya, tidak bosan-bosan membacanya ya karena kemungkinan saya akan aktif kembali di blog ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan