Langsung ke konten utama

Kue Lapis Legit Belacan Ala Olivia Hillius


Kue Lapis Belacan adalah kue lapis khas lebaran yang sering disediakan oleh masyarakat Sambas. Namanya memang Lapis Belacan tapi bahan utamanya bukan dari belacan ya. Sudah tahu belacan atau terasi? Di Pontianak, terutama di Sambas, orang menyebut terasi sebagai belacan dan ini menjadi nama kue lapis yang sangat terkenal ketika hari raya tiba. Semuanya hanya karena warnanya yang serupa dengan terasi. Cokelat gelap agak kehitaman. Khas sekali dengan bentuk terasi yang sering digunakan sebagai bumbu masakan dan penambah rasa pada sambal.
 
Lapis Belacan ini sangat istimewa karena rasanya yang enak, namun tak semua orang yang mampu atau suka dengan rasa manis yang ada di dalamnya. Banyak pula orang yang merasa eneg karena makan lapis belacan. Saya sendiri suka makan kue ini tapi ya itu tadi saya tidak bisa makan banyak karena kuenya terlalu manis dan buat yang tidak terlalu suka dengan kue lapis yang basah juga tidak akan memakan kue ini lagi setelah mencoba sekali. Tidak terlalu basah sih sebenarnya tapi agak basah ya.

Kue lapis belacan kenangan manis yang tersimpan setiap kali takbir dikumandangkan. Saya suka kue lapis gelap ini apalagi jika yang membuatnya tahu betul takaran yang pas dan membuatnya menjadi primadona di atas meja. Oiya, di Sambas kita akan jarang sekali menemukan yang namanya mengambil kue ala prasmanan tetapi yang akan dilihat tamu adalah berloyang-loyang kue disajikan di atas meja. Sehingga kita bisa mengambil berkali-kali kue yang kita inginkan tanpa perlu berdiri dan menempatkannya di dalam piring. Ini jauh lebih nyaman dibandingkan harus duduk berdiri berkali-kali yang ujung-ujungnya akan memalukan untuk dilakukan berulang-ulang.

Teman saya di facebook mengembangkan Lapis Belacan ini menjadi sesuatu yang lebih edible. Edible karena kuenya tidak sebasah kue lapis belacan konvensional. Terus tidak bikin eneg. Jika kita sudah terbiasa dengan yang nama lapis legit ini sebenarnya sangat mirip dengan lapis legit pada umumnya, perbedaannya hanya ada sensasi rasa cokelat dan warnanya juga lebih cokelat dibandingkan kue lapis legit Pontianak. Jika lapis belacan terdahulu lebih mirip lapis susu yang diberi cokelat bubuk, lapis legit belacan ini juga variasi dari lapis legit Pontianak yang diberi cokelat. Jadi sensasinya akan berbeda dengan lapis belacan aslinya.

Mana yang lebih oke?

Semuanya kembali ke selera masing-masing. Saya sendiri suka dua-duanya sebenarnya. Sebab dua-duanya punya keistimewaannya. Lapis belacan asli lebih eksotis tapi lapis legit belacan buatan Olivia ini lebih bisa dimakan kapan saja dan bisa lebih banyak memakannya tanpa khawatir ada rasa eneg sebab rasa manisnya tidak semanis Lapis Belacan biasa. Untuk warna sendiri lapis ini lebih ke arah cokelat beda dengan lapis belacan konvensional yang cokelatnya lebih gelap dan ke arah hitam. Saya tidak pernah membuat kedua lapis ini selama ini hanya menjadi orang yang mengonsumsinya.

Jika ingin mencoba Lapis Legit Belacan buatan teman saya ini bisa langsung menghubungi kontaknya  di bawah ini. Lapis Legit Belacannya tetap worth it to try kok. Apalagi buat yang tidak terlalu suka makanan yang terlampau manis semacam lapis dari Sambas yang memang menggunakan banyak gula sebagai pengganti pengawet kuenya. Maklum jaman dulu belum ada kulkas, jadi gula satu-satunya pilihan orang untuk mempertahankan kue lapisnya lebih lama saat lebaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs