Langsung ke konten utama

Pagi Sarapan Apa?





Setiap jam 6 lagi, waktu saya kecil dulu, sarapan sudah terhidang. Sebab Aki harus berangkat pagi-pagi ke sawah. Bercengkrama dengan padi yang dia tanam. Dia petani yang ulet. Meskipun kondisi tubuhnya tidak begitu kuat. Kadang napasnya tersengal. Dia penderita asma akut. Dulunya dia sempat menjadi perokok berat hingga akhirnya harus berhenti karena kondisi tubuhnya tidak kuat menghadapi rokok.


Sarapan yang paling sering disiapkan Uwan adalah nasi goreng teri. Berbumbu terasi, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah kering. Semuanya dijadikan satu untuk mengubah nasi dingin semalam jadi sarapan pagi yang enak setiap harinya. Jika tak ada nasi dingin sisa semalam Uwan biasanya mrmbuat sarapan dari nasi lemak.

Nasi lemak itu dibuat dari beras pulut yang dimasak dengan santan. Lalu atasnya akan ditaburi gula pasir sedikit sebagai pemanisnya. Sudah lama sekali saya tak sarapan seperti itu. Sekarang pun sudah tak memungkinkan karena saya tinggal jauh dari Uwan.

Uwan pun sudah tua. Dia sudah tak kuat lagi untuk menyiapkan berbagai sarapan seperti dulu. Terlebih lagi Aki sudah lama tak ada. Sudah 14tahun lebih berlalu sejak kepergiannya. Sejak saat itupula segalanya berubah. Segalanya tak lagi sama. Tak ada lagi perempuan yang bersemangat menyiapkan sarapan untuk suaminya.

Segelas kopi yang dibuat pagi dan didinginkan sampai sore pun tak ada lagi. Gelas bunga-bunga merah itu tak bertuan. Biasanya Aki akan menutup gelasnya itu dengan tutup plastik warna hijau supaya tak dihinggapi lalat. Saya suka menghirupnya sedikit kalau sudah dingin saat Aki belum pulang dari sawah.

Begitu banyak hal yang saya rindukan. Begitu cepat waktu berlalu. Saya pikir saya bisa menghentikan waktu dan tetap menjadi cucu kecilnya yang selalu dia gendong ke mana-mana. Kenangan-kenangan dengannya hanya berupa potongan-potongan kecil yang mulai terlupakan. Tak banyak yang saya ingat kecuali suara dan bau tubuhnya yang bercampur dengan minyak angin yang selalu dia gunakan.

Seandainya bisa mengembalikan waktu ke masa dia masih ada. Saya ingin memeluknya untuk yang terakhir kali. Sebelum dia benar-benar meninggalkan dunia ini. Saya ingin merekam dengan jelas adegan sarapannya setiap pagi. Sebelum dia mengenakan baju _kumme_-nya dan berangkat ke sawah dengan sepeda.

Jika saja saya bisa kembali ke masa itu. Saya akan lebih banyak bangun lebih pagi. Supaya bisa menumpang di sepedanya saat berangkat ke sekolah. Kenangan di rumah kayu itu. Dengan jendela yang sekarang sudah tak ada. Dari jendela itu saya bisa melihat rumah Boy, pohon nangka belanda, dan sumur yang sekarang sudah tak ada.

Semuanya perlahan menghilang. Satu-persatu berubah. Semua yang saya rindukan tak lagi ada.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…