13 Oktober 2016

Menjadi Seleb Musiman di Youtube



Tren yang hadir di Youtube memang ada yang terus bertahan kemudian ada yang memudar sesaat saja. Untuk booming memang harus menyesuaikan dengan musim. Itu jika memang Anda berharap segera terkenal di sosial media lalu bisa mendapatkan banyak subscriber dan banyak view.

Mengikuti musim sebenarnya akan melelahkan jika memang musim terus berubah. Ada banyak tema sebenarnya yang bisa diangkat dan tak kenal musim. Seperti video cover lagu penyanyi ternama, video masak, video tutorial, atau video animasi. Masih banyak sih video dengan tema tertentu yang bisa kita unggah di channel Youtube yang kita miliki.

Namun enaknya jadi seleb musiman di Youtube adalah kita bisa terkenal dengan 1-2 video saja. Seperti yang sekarang lagi ramai, video PPAP yang banyak sekali dicover orang dan video yang membahas lagu Pen Pineapple Apel Pen tersebut.

Mengapa orang terlihat putus asa sekali untuk mendapatkan view yang banyak sampai membuat video dengan tema musiman?

Di Youtube bisa menghasilkan uang yang banyak dari view. Uang akan mengalir deras ke pundi-pundi pemilik video. Saya sendiri juga punya channel sih di Youtube tapi buat share video tutorial dan belum ada niat buat dikomersilkan. Niat awalnya hanya berbagi cara menggunakan aplikasi android buat sesama konsultan Oriflame. Mau view-nya banyak atau enggak, bukan masalah utama. Paling penting buat saya orang dapat manfaat dan ilmu dari video tersebut.

Jangan berharap akan dapat hiburan juga dari channel saya, sebab bukan dibuat untuk menghibur penontonnya.

Kayaknya menyenangkan jadi seleb musiman di Youtube ya? Booming dalam satu malam dan dikenal banyak orang dari berbagai penjuru dunia. Semakin banyak yang menerapkan prinsip 'mengencingi sumur zam-zam'.

2 komentar:

  1. youtube saat ini memang sangat banyak sekali manfaatnya, yutub bisa membuat org terkenal dg cepat :D

    BalasHapus

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers