60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

9 Oktober 2016

Kita Indonesia



Pernahkah kita berpikir bahwa kita, rakyat biasa, bisa membuat perubahan yang sangat besar bagi Indonesia?

Pernahkah kita berharap bahwa kita benar-benar bisa melakukan hal besar dengan sesuatu yang kita sebut teknologi?


Selama bertahun-tahun, kebanyakan orang hanya akan lebih banyak memikirkan tentang dirinya sendiri. Ketika rutinitas menenggelamkan kita. Saat kita hanya bisa menerima banyak hal yang menyebalkan di negara kita hanya karena kita hidup di Indonesia. Namanya juga I-N-D-O-N-E-S-I-A. INDONESIA. Seberapa besar harapan Anda, sebagai warga negara Indonesia, untuk mengambil jalan perubahan bagi negara Anda sendiri?

Dari hal kecil. Dari hal yang bisa kita pahami. Dari bagian kehidupan yang kita jalani sehari-hari. Hal kecil yang seperti duri di dalam daging. Kecil. Tapi keberadaannya mengganggu seluruh aktivitas tubuh kita. Apakah ada?

Sejak lama saya rindu sekali melihat negara Indonesia ini memiliki masyarakat yang tertib. Terbit saat berada di jalan raya. Ketidaktertiban kita di jalan raya adalah satu dari banyak hal yang cukup miris terjadi. Rambu-rambu yang dipasang seakan menjadi pajangan.

Apa yang salah dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia sampai kita, saya, Anda, mereka, kesulitan untuk menjadi pengguna jalan raya yang tertib? Jika satu orang berusaha tertib dan sisanya melanggar aturan akan menambah masalah juga. Karena yang tertib ini seakan-akan menjadi orang yang salah karena berusaha untuk melakukan hal yang benar sementara yang lainnya ingin terus melanggar aturan.

Teknologi informasi dan komunikasi saya rasa akan jadi jalan yang bisa membuat perubahan besar di Indonesia. Di saat kita tak bisa berkomunikasi secara langsung dengan sesama pengguna jalan raya, teknologi akan menjadi jembatan untuk kita saling memahami satu sama lain. Kita tak perlu lagi saling klakson hanya karena ingin dimengerti oleh orang lain. Tak perlu menghardik pengguna jalan raya yang melanggar aturan. Tak ada lagi cerita orang-orang yang sibuk menggunakan sosial media dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya menahan gas sepeda motor.

Seharusnya bisa. Teknologi membuat kita menjadi masyarakat yang lebih baik di negara kita sendiri. Buktinya saat kita berada di negara orang kita berusaha menaati aturan yang ada bukan?

Saya selalu berpikir soal aplikasi yang bisa kita pasang di smartphone kita dan akan menilai seberapa taat kita berkendara. Terutama saat berhenti di lampu merah dan bergerak saat lampu hijau. Lalu aplikasi tersebut akan memberikan poin yang bisa kita kumpulkan dan ditukar dengan hadiah. Dibandingkan memberikan hukuman untuk yang tidak taat bukannya lebih baik memberikan penghargaan pada yang taat? Seharusnya ada teknologi seperti itu.

Kadang saya berpikir di setiap jalan yang terdapat lampu lalu lintasnya ada sensor yang bisa mendeteksi pengguna yang tidak berhenti di jalur yang benar atau melewati batas kendaraan seperti berhenti di zebra cross.

Sensor tersebut akan bereaksi pada kendaraan yang tidak menaati aturan dan mengaktifkan sinar laser yang akan membuat ban kendaraan menjadi bocor atau kempes. Bisa juga mematikan mesin kendaraan yang pengendaranya nakal. Setidaknya sensor tersebut bisa mengirimkan data kendaraan yang tidak dikendarai dengan menaati aturan yang ada ke kantor polisi sehingga bisa ditilang kemudian.

Kita Indonesia. Negara yang kaya. Mengapa tertib berlalu lintas menjadi hal yang sangat mahal di negara kita? Negeri ini butuh orang-orang yang bisa mengendalikan teknologi demi kemajuan negaranya ke arah yang lebih baik. Bukan malah membuat semakin banyak orang yang multitasking dan bisa mengoperasikan gadget layar sentuh dengan sebelah tangan ketika berkendara dengan sepeda motor.

Kita Indonesia. Hilang ke mana jati diri kita selama ini? Atau kita ingin terus dianggap sebagai negara yang masyarakatnya seperti yang sekarang ini? Kita harus berubah demi kemajuan negara kita. Tertib di jalan raya. Membuang sampah pada tempatnya. Hal-hal sederhana yang sulit sekali kita lakukan sampai sekarang. Seberapa banyak yang mampu melakukan hal tersebut?

Kita Indonesia. Mudah sekali kita terinfeksi dengan orang di sekitar kita. Satu melanggar aturan, berikutnya akan bertambah lagi orang yang melanggar aturan. Semuanya menginginkan haknya lebib dulu lalu tak peduli dengan hak orang lain. Kendaraannya ingin lebih cepat sampai duluan dan lupa bahwa orang lain juga punya banyak keperluan.

Adakah aplikasi yang bisa kita gunakan sebagai kemajuan dari teknologi informasi dan komunikasi untuk menjadikan negeri ini bermartabat karena rakyatnya adalah orang-orang yang menaati aturan. Saya rindu dengan Indonesia yang seperti itu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers