Langsung ke konten utama

4 Kesalahan Dalam Menjual Rumah




Sebelum rumah dijual di bandung dilakukan, biasanya penjual sudah pindah ke rumah yang baru dan memutusakan untuk menjual rumah yang lama. Karena mereka menganggap bisa menghasilkan keuntungan yang banyak. Namun terkadang penjual rumah bisa saja melakukan kesalahan yang bisa merugikan pihak penjual. Untuk itu berikut informasi tentang 4 kesalahan dalam menjual rumah.


Menjual rumah sebelum mengetahui kebutuhan
Kesalahan pertama dalam menjual rumah adalah menjual rumah sebelum mengetahui kebutuhan, hal ini sering terjadi pada seorang yang sudah memiliki rumah baru, dan ingin menjual rumah lama dengan alasan tergiur keuntungan yang didapatkan. Hal tersebut tentunya bisa membuat penjual merasa menyesal dikemudian hari, hal yang biasanya membuat mereka menyesal adalah rumah penuh kenangan, harus beradaptasi dengan rumah yang baru, tidak merasa nyaman dengan lingkungan yang baru, dan hal lainnya.

Berprinsip menolak tawaran pertama
Rumah yang sudah lama tidak terjual akan berpengaruh menurunkan harga jual rumah tersebut. Karena perusahaan agen properti ternama di New York telah meneliti bahwa, rumah yang baru dipromosikan akan mendapatkan perhatian pasar selama kurang lebih 2 minggu saja. Hal itu bisa terjadi karena dipengaruhi oleh siklus jual beli dan semakin menyusutnya kualitas rumah tersebut.

Foto kurang menarik
Saat ini kebanyak calon pembeli rumah memilih mencari rumah melalui media online. Hal pertama yang mereka lihat adalah foto rumah, harga, lokasi serta luas bangunan dan tanah. Untuk itu kamu harus menampilkan foto yang menarik pada iklan rumah kamu.

Menyembunyikan kerusakan
Kerusakan pasti terlihat oleh calon pembeli saat mereka mengunjungi rumah yang akan kamu jual, dengan menyembunyikan kerusakan akan berdampak buruk bagi kamu, karena calon pembeli menggap kamu orang yang tidak jujur sehingga bisa berakibat batalnya transaksi jual beli rumah. Untuk itu lebih baik kamu jujur kepada calon pembeli. Jika kamu tidak sempat memperbaikinya, berikan harga jual sedikit dibawah harga pasar yang sesuai dengan besarnya biaya untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Demikian informasi tentang 4 kesalahan dalam menjual rumah. Dan semoga artikel ini bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan