Langsung ke konten utama

Table Manner di Hotel Aston Pontianak




Hotel Aston Pontianak letaknya tidak benar-benar di pinggir jalan raya yang ramai. Jadi buat yang suka dengan nuansa hotel yang depannya tenang bisa memilih menginap di Hotel Aston Pontianak. Meskipun suara-suara dari luar biasanya tidak akan terdengar ke dalam kamar hotel. Karena kamar hotel biasanya kedap suara. Suara dari luar tidak terdengar ke dalam demikian juga suara dari dalam hotel tidak terdengar ke luar.

Hari Minggu kemarin (26/9) saya mengikuti kelas Table Manner di Hotel Aston bersama rekan-rekan blogger dan jurnalis lainnya. Saya ingat nih dosen saya pernah menyinggung soal _table manner_ waktu semester tiga di kelas Etika Profesi. Sayangnya tidak cukup pertemuan untuk dibagi ke materi table manner beneran di hotel atau restoran terdekat. Belum lagi biaya makannya yang tentunya nggak bakalan di bawah 50.000.



Apa yang saya dapatkan di kelas _Table Manner_ kemarin? Saya merasa menjadi ibu-ibu sosialita buat beberapa jam. Hahaha... Bukan itu sih. Saya sangat menikmati kebersamaan dengan orang yang sudah saya kenal dan juga yang baru saya kenal. Apalagi atmosfir satu ruangan dengan jurnalis itu memang beda. Saya sangat mengagumi mereka.



Bisa makan bersama banyak orang dengan mengikuti aturan makan ala _table manner_ memang menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ada hal-hal yang menghangatkan hati jika diingat kembali. Bagaimana kita membangun kepercayaan diri saat makan dengan sopan, dengan cara yang benar. Membuat orang melihat kita dengan cara yang berbeda.



Bukankah orang akan menilai kita dari apa yang kita tampilkan? Jika bisa menampilkan hal yang baik, dengan menunjukkan penghargaan kita terhadap orang lain dengan sopan santun saat makan bersama mereka mengapa tidak? Orang ingin diperlakukan dengan baik, begitu juga kita. Kelas _table manner_ kemarin itu mengajarkan saya banyak hal.



Sayangnya saya tidak cukup kenyang dengan semua makanan yang disajikan. Mengapa? Karena tidak ada nasinya. Hahaha... Maklum orang Indonesia, hanya sudah makan kalau sudah makan nasi. Jadi kelas table manner kemarin itu serasa hanya makan cemilan plus daging dan sayuran plus buah-buahan.





Eh tapi kalau bicara soal rasa, rasa makanannya enak sekali. Saya suka dengan paduan rasa yang diberikan oleh chef pada semua bahan. Tidak terlalu asin dan tidak terlalu manis. Cuma sayang, terlalu sedikit. Hahaha...

Kapan-kapan kita ikut kelas table manner lagi ya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…