60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

1 September 2016

Menulis Terlalu Banyak Mikir




Sejak kapan ya saya menjadi diri saya yang sekarang? Orang yang terlalu banyak mikir ketika menulis. Mikirin panjang pendeknya postingan. Mikir bakalan muncul di mesin pencari atau enggak. Bagus atau tidak. Mau pake gambar apa? Banyak banget faktor yang saya pikirkan ketika akan menuliskan sebuah postingan di blog ini. Seakan-akan saya lupa bahwa saya menulis di blog ini untuk apa dulunya. Untuk diri saya sendiri. Bukan untuk siapa-siapa.

Entah mengapa saya punya banyak pikiran yang membuat saya sendiri tidak produktif seperti dulu. Memangnya tak boleh menghasilkan postingan curhat? Memangnya tidak boleh membuat tulisan yang pendek? Memangnya kalau tak muncul di mesin pencari itu salah? Saya memang kebanyakan mikir sampai akhirnya saya tak banyak menulis. Beda sekali dengan diri saya yang berada pada tahun 2013.

Saya menulis banyak waktu itu. Seakan tak pernah kehabisan ide. Tak pernah namanya writer's block atau tak punya apa-apa yang mau dijadikan tulisan. Harusnya saya menulis saja seperti dulu. Jangan kebanyakan mikir. Jangan memikirkan hal-hal di luar kendali saya. Menulis untuk menggantikan berbicara saja, sebab tak semua orang bisa mendengar.

Blog ini adalah penampung setia 'pembicaraan' saya yang tak bisa saya sampaikan secara lisan. Tulisan-tulisan inilah gantinya. Ada bagian kosong yang terisi dalam hidup saya. Namun manusia tak bisa memenuhinya sampai benar-benar genap. Ada bagian yang akan tetap lengang tak berjiwa. Menulis membuat jiwa lain bangun dan mengisi ruangan yang sepi itu.

Menulislah sayang, menulis saja jangan terlalu banyak mikir.


1 komentar:

  1. Harus bisa membedakan antara menulis untuk diri sendiri dengan menulis untuk orang lain (maksudnya advertiser) yang ngasih job review. Hehehehhee...

    BalasHapus

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers