60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

14 September 2016

Meja untuk Menulis




Dulu, di rumah Uwan (nenek) saya ada satu meja yang selalu saya gunakan untuk menulis sambil menonton televisi. Televisi yang saya tonton dulu masih hitam putih, belum berwarna seperti sekarang. Tanpa remote control. Meja tersebut tidak begitu tinggi sehingga saya bisa duduk di lantai dan menulis di atas meja tersebut. Posisinya benar-benar pas semasa saya masih sekolah dulu. Saya menulis setiap hari di meja itu.

Apakah saya butuh meja seperti itu lagi supaya saya bisa melakukan aktivitas menulis seperti dulu. Dengan rasa saya dulu pernah ada. Saya rindu dengan banyak hal. Termasuk meja tersebut yang rasanya sudah tidak ada di rumah Uwan. Apa saya yang tidak melihatnya atau memang meja tersebut sudah rusak sehingga harus dibuang.

Meja itu penuh kenangan. Ketika Aki (kakek) saya mengatakan bahwa saya terlalu banyak menulis. Dia selalu berpikir bahwa menulis tidak akan membawa saya kemana-mana. Dia beranggapan bahwa menulis tidak ada gunanya. Tak bermanfaat karena saya seharusnya belajar untuk ujian sekolah dasar. Ah... Coba saja Aki masih ada sekarang ini ya. Ingin sekali saya menunjukkan bahwa menulis sekarang membuat saya menjadi diri saya yang ini. Orang yang mengetikkan tulisan ini di smartphonenya menggunakan aplikasi Bloggeroid. Ingin mengatakan padanya bahwa karena menulislah saya bisa menjadi diri saya yang sekarang.

Tak terbayangkan jika saya dulu menyerah dengan menulis. Seandainya saya tak menulis setiap hari puluhan tahun yang lalu, saya tidak akan menuliskan ini sekarang. Saya akan menjadi seseorang yang berbeda. Pengalaman yang saya rasakan karena saya menulis juga tak akan menjadi pengalaman saya.

Sayang Aki tak sempat melihat saya yang memutuskan untuk menjadi seorang penulis.

Meja itu, juga tak sempat merasakan saya menulis dengan laptop di atasnya. Dia hanya merasakan goresan tangan saya menggunakan pena kadang pensil di atas berbagai kertas bekas yang bisa saya temukan dan jilid jadi buku untuk saya menulis.

Saya ingin menulis di atas meja kayu yang tak butuh kursi. Saya cukup duduk di lantai dan jemari saya akan berdansa bersama pena.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers