Langsung ke konten utama

Ini Penjual Gamis Langganan Saya


Jujur, ketika melihat rupa-rupa gamis yang dibagikan oleh berbagai olshop di facebook dengan bermacam gaya marketing, iman saya hampir goyah. Hampir mau borong. Hampir mau hunting gamis mana yang serupa tapi ngasih harga yang paling rendah atau diskon tambahan gila. Saya katakan hampir aja sih karena ternyata iman saya cukup kuat untuk menahan nafsu belanja pakaian diri sendiri.

Sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa gaya berpakaian saya sekarang seminimalis mungkin. Punya pakaian juga secukupnya. Tidak ada lagi cerita beli baju lebaran untuk hari raya. Saya kemudian menjadi orang dewasa yang dulunya saya anggap aneh karena tak membeli baju baru untuk lebaran. Aneh karena merayakan lebaran dengan pakaian lama. Ternyata saya sudah dewasa.

Life begins at 30.



Tidak beli baju lebaran bukan berarti saya nggak beli baju baru sama sekali lho. Hehehe...

Saya masih membeli baju baru. Pas butuh. Pas perlu. Bukan karena momen. Belinya juga tiga gamis saja, karena 1kg muat untuk tiga gamis. Jadi nggak boros ongkir.

Sekarang yang jelas gamis saya kebanyakan polos. Terakhir saya beli gamis yang ada motif bunga-bunga (itupun bukan gambar melainkan sulaman, benar nggak sih sulaman namanya) itu tahun lalu. Lebaran tahun lalu. Sisanya saya hanya beli gamis polos.

Ternyata lebih nyaman menggunakan gamis yang polos dan warnanya kalem. Saya malah berpikir untuk mengoleksi gamis warna hitam saja atau setidaknya warna gelap semua seperti cokelat tua dan warna-warna yang tidak mencolok mata lainnya. Sekarang gamis saya campur sih warnanya, kebanyakan warna pastel seperti ungu muda, salem, atau cokelat susu, itu selain warna hitam ya.

Khusus untuk gamis, saya sudah lebih dari tiga kali kayaknya beli sama olshop yang satu ini. Saya sengaja posting di blog ini supaya lebih banyak lagi yang bisa punya gamis dengan kualitas yang bagus, terus syar'i dan harganya bersaing. Saya tidak katakan harganya murah, tapi yang jelas kualitasnya berada di level produk yang harganya jauh lebih tinggi. Namun alasan saya berlangganan di toko online karena mereka menampilkan produk dengan gambar yang sebenarnya. Jadi kadang produk aslinya akan jauh lebih bagus daripada yang ditampilkan di gambar karena tidak dijepret oleh tim fotografer profesional. Beda cerita dengan olshop yang menampilkan gambar palsu ya. Jadi produk yang mereka jual menggunakan gambar produk bermerek tetapi mereka sendiri menjual tiruannya. Mending kalo produk yang dijual bisa setidaknya 11-12 sama produk yang ada di dalam gambar, ini jauh panggang dari api. Hati-hati kalau mau beli produk di online shop yang belum dikenal ya.

Mau beli gamis, mendingan di toko langganan saya aja. Di http://griyalahfy.com. Mereka menyediakan produk gamis berkualitas dan harganya terjangkau. Paling penting sih gamisnya bisa dipake untuk jangka panjang dan tetap keliatan bagus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan