8 September 2016

Cerita Tentang Bawang (1)




Tulisan ini sepertinya akan panjang. Masa lalu yang sudah lewat memang akan memakan banyak halaman untuk dituliskan. Itu sebabnya butuh beberapa episode untuk menyelesaikannya. Banyak hal yang terjadi puluhan tahun sebelumnya. Setidaknya sudah lebih dari dua puluh tahun. Diri saya yang usianya belum genap 10 tahun punya banyak kenangan terutama kenangan saat akan terjadi pernikahan di kampung.

Pakattan.

Apakah ada yang masih melakukan ini? Di kampung saya masih banyak yang melakukan pakattan alias patungan untuk acara pernikahan seseorang. Biasanya masyarakat yang datang akan membawa ayam dan beras atau gula bahkan keduanya. Semuanya untuk diberikan pada pemilik acara. Sehingga apa yang diberikan oleh tamu undangan dapat dijadikan tambahan lauk saat kenduri diadakan. _Pakattan_ sangat membantu orang yang punya perhelatan karena bisa menghemat anggaran untuk acara pernikahan.

Memang di kampung banyak yang dilakukan secara gotong-royong. Selain memberikan hantaran untuk pakattan, masyarakat juga akan bahu-membahu untuk saling membantu menyelesaikan pekerjaan. Tak perlu repot mencari orang yang harus dibayar hanya untuk sekadar mencuci piring atau memasak nasi. Semuanya akan ambil bagian untuk kesuksesan acara.

Tak mau membantu di acara pernikahan orang?

Hati-hati, jangan sampai ketahuan dan jadi bahan pergunjingan orang sebab orang yang tak mau membantu di acara pernikahan orang harus siap-siap buat menerima kenyataan bahwa pernikahannya nanti tak akan ada yang mau ikut membantu. Bahaya nggak tu? Akan dibayar lunas karmanya. Sebaiknya ya memang membantu orang lain sebisa mungkin supaya tidak terjadi pergunjingan tak mengenakkan seperti itu.

Jangankan yang tak membantu, yang bawaan pakattannya kurang saja bisa jadi bahan obrolan panjang lho di balik acara tersebut. Bahayanya nanti pembalasan orang yang menerima pakattan seadanya membalas dengan bawaan pakattan seadanya juga di mada depan.

Ini cerita tentang bawang, tapi pembukaannya tentang pakattan. Masih panjang ceritanya. Nanti saua tulis kembali ya!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers