12 Agustus 2016

Paket Wisata Ekonomis Kawah Gunung Ijen


Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif hingga kini. Sebagian di antaranya berada di Pulau Jawa. Salah satu gunung berapi yang menjadi lokasi wisata adalah Gunung Ijen di Jawa Timur. Gunung Ijen memiliki kawah yang sering dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kebanyakan wisatawan di sini mengambil paket wisata ekonomis agar perjalanan wisata berjalan lancar dan memuaskan.
Pesona Kawah Ijen
Tinggi Gunung Ijen mencapai 2.443 mdpl. Kali terakhir gunung ini meletus adalah pada tahun 1999. Daya tarik utama Gunung Ijen ada pada kawahnya yang terletak tepat di puncaknya, di tengah kaldera. Kawah ini terbentuk secara alami bersamaan dengan terbentuknya kaldera dari proses letusan gunung berapi ini. Kawah Ijen tampak seperti danau besar dengan luas 5.466 hektar. Diameter kawah mencapai 6 kilometer dan kedalaman kawah 200 meter.
Tingkat keasaman air di kawah Ijen bersifat super asam, yaitu 0,5. Bahkan, tercatat sebagai kawah paling asam sedunia. Dengan tingkat keasaman seperti ini, Kawah Ijen memiliki kemampuan melumat tubuh manusia dalam sekejap. Air asam ini terlihat berwarna hijau kebiruan.
Ada satu fenomena alam yang sangat menarik di kawah ini. Pada dini hari, sekitar pukul 02.00 – 04.00 WIB, muncul api biru atau blue fire di tengah penambangan belerang. Fenomena blue fire hanya terjadi di dua tempat di dunia, yaitu di Kawah Ijen dan di sebuah gunung api di Islandia. Blue fire menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara untuk datang ke Kawah Ijen.
Tips Perjalanan ke Kawah Ijen
Perjalanan menuju Kawah Ijen bermula dari pos Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) yang biasa disebut Paltuding. Pos ini berfungsi sebagai pos jaga dan loket pembelian tiket masuk. Setiap wisatawan yang masuk, wajib melaporkan diri sebagai bagian dari upaya pengamanan pendaki. Lokasi Paltuding sudah dilengkapi berbagai fasilitas untuk memenuhi keperluan wisatawan. Misalnya kamar mandi atau toilet, mushola, warung makan, serta toko cinderamata.
Waktu pendakian yang diperbolehkan adalah mulai pukul 01.00 dini hari hingga pukul 12.00 siang. Petugas berwenang akan menutup kawasan ini dari pengunjung jika terjadi kondisi yang membahayakan. Misalnya terjadi kebakaran hujan, hujan deras, longsor, serta asap belerang yang mengarah ke jalur pendakian.
Pendakian ke Kawah Ijen bermula dari Paltuding. Jalur pendakian berupa jalan setapak berpasir dan berbatu sepanjang 3 kilometer. Kemiringan tanah pada jalur pendakian ini bervariasi antara 10 hingga 30 derajat. Dengan berjalan santai, jarak ini bisa ditempuh dalam waktu 4 jam. Selama pendakian, Anda bisa menikmati pemandangan yang mempesona di kawasan gunung Ijen ini.
Pada siang hari, Anda bisa melihat aktifitas penambangan belerang secara konvensional oleh penduduk setempat. Dari lokasi penambangan, belerang diangkut dengan cara dipikul di bahu. Berat rata-rata batu belerang sekali pikul sekitar 50 – 80 kilogram. Batu belerang tersebut sebagian digunakan untuk membuat cinderamata yang dijual di kios-kios di kaki gunung Ijen.
Saat yang tepat untuk bertualang ke Kawah Ijen adalah musim kemarau. Pada musim ini medan pendakian kering dan padat sehingga lebih mudah dilewati. Meskipun tentunya debu yang beterbangan di udara lebih banyak dan cuaca sangat terik di siang hari.

Kondisi sebaliknya terjadi saat musim hujan. Debu lebih sedikit dan cuaca tidak begitu terik. Namun, kondisi medan jalan jadi becek dan licin sehingga lebih sulit dilalui. Risiko tergelincir sangat besar. Ini sangat berbahaya mengingat kondisi di sekitarnya sangat curam. Jadi, sebaiknya Anda memilih paket wisata ekonomis Kawah Gunung Ijen untuk musim kemarau.

1 komentar:

  1. belum pernak ke sini, enath kapan bisa kemari. membaca juga bisa membayangkan kita ada di sana

    BalasHapus

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers