31 Juli 2016

Review Drama Korea: Gentleman’s Dignity



Review Drama Korea: Gentleman’s Dignity. Drama Korea saat ini memiliki peningkatan yang sangat signifikan di Indonesia. Ceriatanya yang menarik dan menyenangkan ini membuat banyak sekali warna negara Indonesia menjadi penggemar Drama Korea atau biasa disebut dengan K-Drama. Salah satu Drama Korea yang memiliki cerita menarik adalah Gentleman’s Dignity. Dan sudah pernah juga tayang di televisi tanah air.

Gentleman’s Dignity merupakan salah satu drama Korea SBS bergenre komedi romantis dan memiliki 20 episode. Dibintangi dengan aktor kawakan seperti Kim Suro dan Jang Donggun membuat drama Korea ini memiliki kisah yang sangat menarik. Persahabatan tidak pernah kenal waktu, begitu juga dengan persahabatan di dalam drama Gentleman’s Dignity ini.

Review Drama Korea: Gentleman’s Dignity
Untuk kisah asmaranya, tentu juga sangat kental Antara Jang Donggun dengan Kim Haneul. Drama ini juga telah dinobatkan sebagai salah satu dari “bestromantic Korean drama” di berbagai award.
Selain kisah romansanya yang lucu dan menggetarkan, lagu-lagu OST nya pun juga sangat mendukung untuk membuat para penonton semakin terpikat. Ya, karena lagu OST dari drama ini juga mendapatkan gelar sebagai salah satu dari “top30 best Korean drama OST of all time” dari berbagai situs di luar negeri.
Persahabatan yang terjadi tidak disengaja dan dimulai dengan kesalahpahaman saat perkelahian tidak berarti masa SMA, membuat 4 orang laki-laki bersahabat hingga berumur 40 tahun. 4 orang laki laki itu adalah Kim Dojin (diperankan Jang Donggun), Choi Yoon ( diperankan Kim Minjong), Im Taesan (diperankan Kim Suro), dan Lee Jungrok (diperankan oleh Lee Jonghyuk).
Hingga umur 40 tahun, 4 sekawan masih sering berkumpul dan membicarakan berbagai kehidupan masing-masing. Jungrok pemilik kedai kopi (pemberian istrinya yang kaya raya), Yoon seorang pengacara, Taesan dan Dojin seorang arsitek.
Takdir mempertemukan Dojin dengan seorang wanita bernama Seo Yisoo (diperankan Kim Haenul) yang merupakan kenalan dari Yoon dan Taesan. Yisoo sebenarnya memendam rasa kepada Taesan, namun Taesan jatuh cinta dengan teman Yisoo, seorang playgirl Hong Sera (diperankan Yoon Seah) dan merupakan teman sekontrakan Yisoo.
Peraasaan Yisoo untuk Taesan diketahui oleh Dojin, dan Dojin menggunakan kesempatan itu untuk menggoda sang Yisoo, namun lama-kelamaan justru Dojinlah yang tertarik dengan Yisoo. Masalah percintaan 4 sekawan semakin rumit dengan datangnya Collin (diperankan Lee Jonghyun) dengan mengaku sebagai putra salah satu 4 sekawan. Belum lagi dengan kedatangan Im Meahri (diperankan Yoon Jinyi), adik Taesan yang baru kembali ke Korea dari Amerika (bersekolah) untuk mendekati dan menyatakan cinta kepada Yoon.

Hubungan 4 sekawan terancam berantakan, karena Taesan tidak menyetujui hubungan Meahri dan Yoon. Apakah persahabatan 4 sekawan bisa terselamatkan? Dan bagaimana dengan kisah cinta 4 sekawan? Saksikan lah drama Korea Gentleman’s Dignity dan rasakan perjalan drama yang mengundang gelak tawa dan tetesan air mata tersebut. 

30 Juli 2016

Koruptor Itu Harusnya Diapain Ya?



Sebelum menuliskan ini rasanya saya harus menarik napas sepanjang mungkin. Karena saya kesal dengan hukum di Indonesia. Seandainya saya bisa mengatur hukum negara ini, hukum yang paling ingin saya revisi adalah hukuman buat koruptor. Mereka pencuri semua hak rakyat negara ini lho. Kebayang uang yang mereka curi itu bisa jadi apa bagi kemajuan negara kita. Negara kita kalah maju memang jika dibandingkan dengan Jepang. Yaiyalah Jepang dijadikan tolok ukur.

Sebelum saya ngomongin soal koruptor hukuman yang paling oke buat mereka apa, saya mau bahas soal negara sebelah dulu. Itu lho negeri jiran. Saya pikir negara mereka sudah sempurna lho. Transportasinya keren. Masyarakatnya aman damai sejahtera. Lalu beberapa kali saya menemukan juga orang yang bisa menunjukkan sisi kurangnya negara mereka. Yah pada akhirnya nggak ada negara yang sempurna kok. Bahkan negara Jepang sekalipun. Daripada sibuk mencerca negara sendiri saya pikir bagaimana kita mendidik anak-anak kita demi memajukan negara kita ke depannya. Sebab mereka yang akan memegang tampuk pemerintahan di masa depan.

Jika menara ini masih banyak kuroptornya yang salah siapa? Setiap orang punya andil bahkan jangan-jangan kita sendiri sudah memiliki mental koruptor? Mental yang butuh tempat buat mengeksekusinya lalu tak semua orang punya kesempatan untuk melakukan yang namanya korupsi. Orang yang punya kesempatan enak-enak menikmati uang negara lalu yang tak kebagian akan teriak-teriak untuk meminta hukuman seberat-beratnya bagi koruptor. Apakah kita benar-benar mua k dengan tindakan koruptor atau kita sendiri muak dengan ketiadaannya kesempatan untuk mendapatkan uang hasil korupsi itu?

Namun, karena kita bukan bagian dari koruptor itu sendiri, kita boleh mengatakan bahwa kita tidak mendukung tindakan korupsi dan kita punya andil untuk memusnahkan korupsi dari negara tercinta ini. Tak dapat saya bayangkan bagaimana majunya Indonesia ini saat semua orang tak mengutamakan kepentingannya sendiri dan melupakan kepentingan orang lain. Kepentingan rakyat banyak yang bernama anak-anak kita. Mereka tak lain adalah anak-anak kita, anak-anak Indonesia. Apakah kita rela anak-anak kita berada di negara yang tak maju karena orang tuanya bermental korupsi? Melakukan tindakan korupsi dan akhirnya menjadi koruptor.

Dulu, waktu saya pertama kali mendengar kata korupsi saya pikir Edy Tansil itu punya bisnis sekrup. SEKRUP. Karena kata korupsi terdengar seperti ada hubungannya dengan sekrup. Tak terpikirkan yang dia lakukan adalah mencuri uang negara dalam jumlah sangat banyak. Hingga akhirnya seiring berjalannya waktu saya sadar bahwa saya salah. Salah besar. Korupsi tak ada hubungannya dengan sekrup.

Koruptor yang paling mencuri perhatian tentu saja Gayus Tambunan. Namanya sangat fenomenal dengan segala aksinya setelah di jeruji besi. Bisa keluar masuk seenak hati, sebelum akhirnya banyak yang menyorot dan sepertinya dia tak punya banyak kesempatan buat jalan-jalan nonton pertandingan olah raga. Satu hal yang saya ingat dari Gayus adalah ketika dia bilang 'Apa kalian baru puas kalau sudah melihat saya menderita?'. Setidaknya begitu bunyi kalimatnya saat dia disorot kamera satu stasiun televisi swasta yang mengangkat tema tentang koruptor.

Saya jadi kepikiran apa sih yang bakalan membuat orang yang melakukan tindakan korupsi itu menderita? Yap! Kemiskinan. Bukankah itu yang membuat mereka melakukan korupsi? Mereka takut miskin, daripada mereka dihukum di balik jeruji mendingan dimiskinkan saja. Diambil semua hartanya dan diberikan kartu identitas baru, kartu identitas koruptor. Tidak boleh punya paspor. Tidak boleh punya harta, terus keberadaan mereka ditanggung negara. Lalu mereka diberikan pekerjaan di bidang sosial. Misalnya tukang sapu jalan atau tukang angkut sampah.

Daripada memenjarakan mereka mendingan mereka semua dapat rumah susun khusus untuk koruptor dan hanya boleh mengenakan pakaian yang menandakan mereka adalah koruptor atau keluarga koruptor. Sehingga masyarakat bisa membedakan mana koruptor dan mana bukan. Mereka tak boleh pegang uang. Apa yang mereka dapatkan dari negara ya hanya sandang, papan, pangan. Itu saja. Tak lebih. Hukumannya sampai kapan? Ya sampai ajal menjemput.


Lumayan kan Indonesia bakalan punya banyak sekali pekerja sosial yang nggak perlu digaji pake uang. Paling penting ya hukuman mereka itu tadi. Dimiskinkan. Itu saja.

29 Juli 2016

Sibling Rivalry (2)


Kakak saya orangnya saya cemburuan. Dia ingin memiliki orang tua saya, terutama Umak, hanya untuk dirinya sendiri, yang mana hal itu adalah sesuatu yang tak mungkin sebab ibu saya punya lima anak termasuk dia. Dia semakin bertambah usianya dan perhatian orang tua akan pindah ke anak yang lebih muda, itu sangat wajar bukan?

Sejak kecil saya selalu menjadi 'anak angkat' dan dia yang menjadi 'anak emas'. Dia selalu memiliki apa yang dia inginkan, sedangkan saya dan adik perempuan saya menerima apa yang boleh diberikan orang tua kami atas pengawasan dirinya. Sehingga tak jarang orang tua saya harus sembunyi-sembunyi memberikan sesuatu untuk 'mengadilkan' situasi. Harusnya adil itu terang-terangan. Untuk menunjukkan pada dirinya bahwa dunia ini tak bisa berjalan seperti yang dia inginkan. Dia yang harus beradaptasi denga n keadaan.

Mana pernah botol harus mengikuti keinginan air?

Sebenarnya saya mencoba melupakan kakak sulung saya. Menghapus ingatan saya tentangnya. Menghilangkannya dari mimpi buruk saya. Tetapi dia sudah ada sejak saya lahir dan menunggu waktu untuk menyakiti saya. Saya ingat betul bagaimana liciknya dia menunggu saya di balik gorden pintu tengah. Ketika saya berlari melintasi pintu tersebut dia akan melayangkan tamparannya ke pipi saya. Dia selalu mencari cara untuk menyakiti saya. Setiap hari berkali-kali.

Dia tidak mendapatkan hukuman atas kelakuannya tersebut. Iya memang dia diomeli tapi kemudian dia mengulanginya lagi... dan lagi. Sampai yang terpikirkan dalam kepala saya semasa kecil dulu hanyalah saya ingin cepat besar. Cepat pergi dari rumah dan cepat pergi dari dia. Saya hanya ingin menjauh dari saudara sulung saya bagaimana pun caranya karena saya sangat lelah menjadi adiknya.

Masa depan yang entah seperti apa. Satu hal yang paling membahagiakan hanyalah tak bertemu dengannya setiap hari. Tak perlu bertengkar dan disakiti olehnya. Saya tak bisa menghitung berapa banyak kami saling jambak, saling tampar, saling maki. Ketika saya mulai remaja saya akhirnya mulai berani melawan. Apalagi ketika saya remaja saya lebih besar dari dia. Sementara dia tetap pendek dan kecil.

Dan dia menyalahkan kami mendapatkan gizi yang baik dan dia gizinya buruk. Padahal kami tumbuh besar di rumah yang sama.

Dulu saya percaya betul soal mitos yang menyatakan bahwa punya 3 anak perempuan tidak pernah akan akur. Makanya dia sedemikian jahatnya dan selalu saja memicu pertengkaran. Padahal nyatanya tidak demikian di keluarga orang lain. Saya pikir itu normal saja. Sama sekali enggak! Kakak saya tidak normal. Dia menderita Sibling Rivalry yang sampai sekarang tidak sembuh. Karena sejak awal tak ada penyembuhan dari keluarga kami.

Kurangnya informasi mengenai penyakit ini, berdampak pada pembiaran bertahun-tahun, dan sekarang sudah akut. Saya saja tak bisa bertemu langsung dengannya, jika tidak, siap-siap dia akan memaki dan mencakar saya.

Bagaimana dengan lebaran? Tidak pulang dong?


28 Juli 2016

Alhamdulillah Pak Anies Diganti

Sumber gambar: http://www.globalindonesianvoices.com

Demikian potongan status facebook saya kemarin setelah melihat banyak yang update status 'Yah kenapa diganti?', pengen komen deh 'kenapa tidak?'. Oke saya bukan fans beliau tapi juga nggak nyinyir soal kerjaan beliau kayak gimana sih. Soalnya saya nggak ngerasain apa-apa sih selama beliau jadi menteri atau saya yang kurang peka? Maksud saya nggak ngerasain adalah nggak ngerasain efek baik atau buruknya. Lain cerita mungkin kalau saya guru sekolah atau punya anak yang sedang bersekolah. Bakalan tahu deh gerak langkah beliau.

Tapi saya pengen deh kali ini mendukung langkah Jokowi. Mau bagaimana pun juga, sebagai rakyat saya tidak paham bagaimana seorang presiden bekerja, namun pasti ada alasan kuat beliau melakukan tindakan tersebut. Siapa tahu yang dia lakukan membawa perubahan baik demi pendidikan di Indonesia. Siapa tahu. Kita nggak akan pernah tahu jika dia tidak mengambil langkah tersebut bukan?

Tumben saya mendukung Jokowi?

Duku nggak ngedukung sekarang saya setiap ditanya, siapa presidennya sekarang ya mau nggak mau tetap jawab Jokowi bukan? Suka nggak suka. Dukung nggak dukung. Beliau adalah presiden kita sekarang. Coba ingat-ingat lagi deh waktu SBY menjabat. Seberapa banyak yang nyinyir dengan kepimpinan beliau. Berapa banyak meme deh yang kita bagikan di sosial media tentang beliau. Lalu ketika beliau lengser kita pun 'merindukan' sosoknya jadi pemimpin kita.

Apakah kita ingin menjadi orang itu? Orang yang akhirnya merindukan 'mantan presiden' terus-menerus? Mumpung Jokowi masih jadi presiden nih yuk pilih keputusan dia yang bisa kita dukung yang mana harus kita kasih masukan. Kali aja beliau dengar masukan kita. Biasanya tulisan kalau viral bisa didengar juga kok walaupun kita, saya dan Anda hanya blogger yang statusnya rakyat sipil biasa. Nggak bakalan ada cerita buat ngobrol empat mata dengan presiden buat sesi curhat soal negara.

Sesekali sebelum buka sosial media, sekarang saya suka mengintip langit dari balik pintu rumah kami di Jalan Purnama. Masih, langit masih biru, siapa pun presidennya. Itu menunjukkan bahwa ada yang bisa diubah ada yang harus diterima demikian adanya. Seperti sekarang, Jokowi menjadi presiden kita. Kamu sumbang suara atau tidak, dia sudah terpilih dan menjabat diperiode pertamanya. Periode kedua? Siapa yang tahu. Kalau kinerjanya baik, niatnya baik, bakal dikasih jalan yang luruslah sama Allah ya!

Balik lagi ngomongin soal Anies, selamat beristirahat Pak! Semoga masa jabatan kemarin Bapak sudah mengeluarkan semua bagian yang terbaik dari diri Bapak. Yuk Pak kita doakan sama-sama pengganti Bapak berikutnya bisa meneruskan apa yang sudah ada dan menjadikannya lebih baik.

Maju terus pendidikan Indonesia.

24 Juli 2016

Apa yang Harusnya Awkarin dan Gaga Share di Sosial Media Mereka?



Sudah lewat beberapa waktu lalu kehebohan dua selebgram yang akhirnya mencuri perhatian saya. Di tengah deru ombak gosip AR sama RA yang katanya selingkuh sampai terbang ke Belanda saya melipir sejenak buat buka dua akun ABG ngehits ini. Huyey AR sama RA! Mengapakah kalian tak ajak saya sekeluarga buat liburan ke Eropa. Kalau kata orang Melayu 'E-R-O-P-A-H!' pake 'H'.

Saya nggak kepengen nyerang Awkarin atau Gaga sih soal apa yang mereka share di sosial media. Toh kita semua tahu batasan norma mana yang harus kita patuhi di sosial media foto tersebut. Jika memang terganggu dengan postingan mereka gampang kok, 'unfollow' eh bukan dong 'report' aja. Kan kita punya hak yang sama untuk melaporkan akun mana pun. Biar Instagram yang mutusin apakah mereka bisa terus ada di sosial media atau harus angkat kaki. Walaupun saya yakin sih Instagram nggak ngeliat mereka melakukan pelanggaran karena konten mereka nggak sevulgar akun lain yang menyediakan postingan yang lebih 'terbuka'. Atau jika kita merasa bahwa ada postingan mereka yang nggak layak ada di akun mereka juga bisa dilaporkan kok ke instagram.

Saya pikir itu jauh lebih bijaksana.

Sebenarnya saya bukan mau bahas itu sih. Eh masih juga dibahas ya! Di sisi lain sebenarnya saya kagum dengan akun Awkarin dan Gaga ini. Sebab mereka berhasil mencuri perhatian banyak orang dengan postingan mereka. Tanpa postingan yang 'dewasa' pun sebenarnya mereka tetap akan mendapatkan banyak follower. Time line mereka itu indah banget lho. Terutama Awkarin. Bagaimana mereka menyusun postingan fotonya itu bagus banget. Sekali buka kita langsung liat sisi 'seni' pengaturan foto tersebut.

Wajar aja saya bertahun-tahun nggak dapat banyak follower sebanyak mereka. Orang saya asal jepret. Nggak mikir sisi 'indah' time line. Nggak punya tema khusus. Nggak punya aturan baku bagi diri sendiri dan membuat time line yang lebih sistematis. Syukur-syukur saya yang lahir di era analog ini bisa menyesuaikan diri di era digital.

Saya penasaran Awkarin, dia sih terutama, menggunakan filter apa, bagaimana dia bikin aturan buat instagramnya, kamera apa yang dia gunakan buat jeprat-jepret, tema apa yang dia gunakan buat bikin akun di instagram dan masih banyak hal seputar instagram yang ingin saya tanyakan.

Kebanyakan dari kita mungkin ngeliat sisi yang satu dan melupakan dia masih punya sisi dua, tiga, dan seterusnya yang membuat dirinya menjadi Awkarin dan Gaga yang seutuhnya.

Tulisan ini bukan untuk menunjukkan saya setuju dengan apa yang mereka lakukan. Sebagai orang tua, saya tidak ingin anak saya mengumbar hal 'dewasa' di sosial media mereka. Hal privasi harusnya disimpan menjadi privasi saja.

Mau share hal yang saya tanyakan tersebut di Vlog kamu Awkarin? Gaga?

PS: Belum tentu mereka baca tulisan ini juga sih.

21 Juli 2016

Cari di Aladin Hotel di Semarang Dekat Bandara?


Masih liburan? Masih menikmati langit biru dari belahan bumi yang berbeda dari yang biasa? Saya masih di Pontianak nih. Tapi tenang, saya mau berbagai informasi kepada pembaca blog ini semua. Terutama Anda yang suka jalan-jalan keliling Indonesia. Pastinya suka cari informasi soal hotel bukan? Sebelum mendarat di tempat tertentu pastikan betul kita sudah punya beberapa pilihan hotel yang ingin kita datangi. Jangan sampai sudah tiba malah bingung mau mengingap di mana. Saya pernah kayak gitu soalnya.



Untung waktu itu saya naik kereta dan tak jauh dari stasiun kereta ada hotel yang murah harganya. Meskipun ujung-ujungnya tobat menginap di sana karena ternyata itu adalah tempat penginapan esek-esek. Ah sudahlah. Sudah lama sekali itu sejarahnya. Hanya akan jadi cerita seru bareng anak cucu pas lebaran di masa tua nantinya.

Anda sekarang di mana? Ada yang mau ke Semarang? Sebelum ke Semarang buka Aladin dulu. Cek hotel di Semarang dekat bandara. Supaya gampang mau pulang. Lumayan juga kadang lho uang ongkos taksi dari hotel ke bandara. Daripada buang duit buat naik taksi menginap aja di hotel yang memang lokasinya nggak jauh dari bandara bukan? Saya pernah tuh naik taksi buat ke bandara subuh-subuh ngejar penerbangan pagi, dikasih harga 250ribu. Itu sekitar 7-8 tahun lalu lho. Mahal kan? Nggak tahu sekarang berapa.

Pokoknya kalau saya mau ke mana-mana ya mikirnya cari hotel yang terdekat dengan bandara saja. Apalagi kalau kita hanya singgah sebentar dan tak punya niat buat pergi jauh-jauh dari bandara. Saya jadi kepikiran buat mendirikan losmen di daerah bandara Supadio Pontianak. Eh namanya masih Supadio atau udah berubah sih? Kalau nggak salah beritanya mau ganti nama.

Di Aladin Anda bisa dapat informasi hotel mana saja di Semarang yang lokasinya dekat dengan bandara. Nggak hanya itu lho. Kita juga bakalan dapat informasi lokasi tempat-tempat apa saja yang berdekatan dengan hotel tersebut. Harganya juga ada. Udah gitu ada foto isi kamarnya juga, bukan beli kucing dalam karung kok. Itu real picture ya! Bukan kayak tukang jualan baju online yang suka nyomot gambar di sana-sini, terus jual produk yang kemiripannya cuma 50%. Pasti sebel kalo belanja online dapat toko yang kayak gitu.

Ah malah curcol soal toko online yang dulu jual produk abal-abal deh.

Eh iya, sudah cek Aladin belum? Sudah dapat hotel yang diincar yang dekat dengan bandara di Semarang? Jangan lupa siapin koper buat belanja oleh-oleh ya! Di Semarang pasti banyak tuh oleh-oleh yang bisa dibeli dan dibawa pulang atau kalau nggak mau repot kayak teman saya yang kemarin pulang ke Jogja. Dia belanja oleh-oleh makanan khas Pontianaknya online dan minta kirim langsung ke kampung halamannya. Jadi nggak repot selama perjalanan soal angkut-mengangkut barang.

8 Juli 2016

Masih Efektifkah Broadcast (BC) di BBM untuk Jualan Online?


BBM hingga sekarang masih menjadi satu di antara banyak aplikasi chat yang digunakan di berbagai smartphone. Mengingat sekarang di Android dan iPhone juga sudah tersedia jadinya ya BBM sangat banyak penggunanya. Terutama di Indonesia yang masih banyak sekali yang memanfaatkan BBM sebagai sarana buat berkomunikasi dengan keluarga, teman, atau bahkan buat berbisnis. Sebenarnya saya sendiri sejak keluar BB tidak tertarik buat beli, pengen punya iya, ikut berbagai lomba yang hadiahnya BB tapi nggak pernah menang sampai akhirnya punya Android.

Blackberry Messenger siapa yang tak tahu? Apalagi sebelum BBM benar-benar dilepas untuk Android dan iPhone, beritanya sudah santer sekali terdengar. Jadi tak ada alasan lagi untuk mengganti Android ke BB hanya gara-gara pengen dagang menggunakan BBM. Waktu belum punya BBM memang kadang agak menyebalkan ada yang suka tanyain soal PIN. Dikit-dikit PIN BBM. Sensi banget waktu ada yang nanyain PIN-nya berapa. Augh…. Sekarang malah sebar PIN ke mana-mana.

Kamu termasuk orang yang aktif menggunakan BBM sebagai sarana bisnis? Apakah sering menggunakan BC atau briadcast hanya untuk mengiklankan bisnis atau dagangan? Nah, ini yang paling membuat saya sebal. Banyak sekali orang yang masih menggunakan BC atau broadcast ini untuk sesuatu yang tidak penting atau sekadar sebar PIN BBM. Intinya kalau menurut saya PIN BBM itu bakal di add sama orang yang kenal kok. Buat apa kita berteman sama orang yang nggak ada kepentingannya dengan kita?

Saya jadi ingat soal batasan teman di FB kalau sudah bicara soal BBM ini. Soalnya ini mirip sama fenomena saya awal menggunakan sosial media yang satu ini. Suka menghitung jumlah teman dan terganggu karena jumlah teman saya yang masih sedikit sampai akhirnya sekarang teman saya penuh. Sudah mencapai batas maksimal. Jadinya tak bisa menambahkan orang baru di daftar teman yang saya miliki. Padahal orang yang mau saya tambahkan ini orang yang ada kepentingan dengan saya. Makanya sekarang saya sangat rajin bersih-bersih di akun sendiri. Saya yakin betul bahwa dari 5.000 orang itu mungkin hanya sekitar 500-an orang yang punya kepentingan dengan saya. Sisanya? Bisa dihapus kalau memang sanggup menghapus sampai 4.500 orang. Beberapa hari sebelumnya sih saya sudah menghapus 600-an orang. Jempol agak kaku raanya.

BBM juga rajin saya bersihkan, semua akun yang suka BC akan saya hapus. Tidak susah saya memikirkan kriteria yang paling cocok untuk dibasmi dari akun BBM saya. Sebab BC itu sumpah beneran bikin ilfil deh. Karena itu bukan pesan khusus buat kita. Hanya dikirim random ke semua kontak. Percaya deh orang yang suka BC itu akan mengulangi lagi kebiasaannya menggunakan broadcast dengan semena-mena. Menyebalkan bukan menerima BC dari orang itu-itu saja dan isinya tidak penting? Bahkan kebanyakan HOAX.

Seberapa efektif sebenarnya sebuah BC untuk mempromosikan bisnis kita? Saya yakin di luar sana banyak orang yang sama terganggunya dengan saya dan akhirnya menghapus kontak Anda dari daftar kontaknya karena Anda suka mengirimkan BC berulang kali. Siapa sih yang bakalan baca BC?

Dulu, harus saya akui bahwa BC tidak terasa mengganggu buat pengguna BBM awal, waktu masih terkunci di BB saja. Sebab penggunanya belum banyak dan notifikasi juga tidak sebanyak sekarang. Belum lagi jumlah kontak di BBM bisa sampai 2.000. kebayang kalau 10% saja ada yang kirim BC ke kita dalam sehari. Berapa banyak BC yang akan kita dapatkan? BC ini mengingatkan saya soal pedagang yang dulu suka ngetag dagangannya di FB. Termasuk saya juga suka begitu.

Ssekarang di tag orang di FB dan isinya dagangan? Langsung saya hapus dia dari pertemanan saya di FB. Saya sadar bahwa itu sekarang terasa mengganggu karena kita akan mendapatkan notifikasi yang sangat banyak dan menyebalkan sekali membukanya ternyata komen yang masuk notifikasi bukan komentar buat kita tapi untuk foto yang ditandai ke kita.

Yuk berdagang dengan etika yang baik. Jangan nyepam atau nyampah di akun orang. Kasihan kalau ada yang terburu-buru mengambil smartphonenya lalu terpeleset hanya karena ada kiriman broadcast dagangan dari kita. Itu sama aja kayak sales yang gedor pintu dan bikin kaget yang punya rumah yang lagi minum air putih.


Well hidup adalah pilihan. Saya pernah ngasih tahu teman yang suka kirim BC ke BBM saya, dia marah balik dan bilang ‘hapus aja BBM saya, gitu aja kok repot’. Itu sebabnya sekarang saya tak perlu ngasih tahu apa-apa ke orang yang suka BC, delete aja, kelar urusannya.

7 Juli 2016

Sibling Rivalry (Bagian 1)


Semuanya dimulai ketika saya baru lahir. Setidaknya itu yang saya tahu menjadi pemicu semua yang terjadi di dalam keluarga saya. Saya tidak menyesali menjadi diri saya yang sekarang. Harus mengalami sedemikian banyak hal yang menyakitkan. Sebab yang saya yakini adalah tak ada hidup yang sempurna. Tak ada orang yang bahagia jika tidak mensyukuri apa yang dia punya dan apa yang tak ada pada dirinya. Begitupun saya. Namun saya ingin berbagi kisah ini dengan cerita yang cukup panjang lebar. Untuk menemukan orang yang sama penderitaannya dengan saya. Menunjukkan pada mereka yang mungkin sampai sekarang bingung dengan apa yang terjadi di dalam hubungan keluarganya dan tak tahu harus bicara dengan siapa, saya juga ada di sini dan hanya bisa bicara banyak dengan blog saya.

Apa yang selama ini harus saya hadapi, sampai usia saya sekarang, masih terus berlangsung, cuma tidak seintens yang dulu karena saya sudah menikah, punya anak, dan keluarga sendiri. Sayangnya saya masih terlampau sering mengalami mimpi buruk. Terlalu buruk dan hampir setiap malam, saya bisa memimpikan orang yang sama berulang-ulang. Tidur menjadi sesuatu yang rasanya agak menakutkan untuk dinikmati.

Tiga puluh tahun lalu. Saya lahir dan hadir dalam kehidupannya. Dia yang seharusnya tak memiliki adik (ini pemikiran dia) dan tiba-tiba mendapatkan adik perempuan. Di awal tahun-tahun kami bersama dia tak pernah mau mengakui saya sebagai adik. Setiap orang menanyakan soal saya dia selalu menyatakan bahwa saya adalah anak pungut, adik angkat, anak suka A (suku yang tidak diterima lagi di daerah saya). Saya terlalu kecil untuk memahami penolakan yang dia berikan. Orang tua saya juga sangat awam untuk memahami bahwa ada bahaya besar yang menanti di dalam keluarga kami.

Sebagai adik saya sangat banyak mengalah. Mengalah pada banyak hal. Mengalah pada keadaan. Mengalah pada keegoisan kakak sulung saya. Menerima semua tamparan, jambakan, dan goresan pisau dari tangannya. Saya rasa, saya telah menyembuhkan luka fisik saya, tetapi luka di dalam jiwa saya masih menganga. Luka yang sampai sekarang tak pernah bisa saya sembuhnya. Sekuat apa pun saya mencoba. Sedalam apa pun saya menenggelamkan diri pada berbagai hal yang ada.

Saya masih terluka. Sakit. Berkubang dalam darah saya sendiri. Dia sendiri tak pernah kehabisan cara untuk melukai saya dan adik-adiknya yang lain. Tapi dari semua orang yang dia lukai, memang selalu saya yang menjadi sasaran yang paling dia incar.

Padahal setiap kali saya melihat foto masa kecil kami, saya tak melihat ada kebencian di sana. Saya rindu melihat senyumannya semasa dulu. Di saat dia menjadi cucu yang paling cantik dan pintar di keluarga kami. Saya rindu dia yang bangga dengan dirinya sendiri. Dirinya yang selalu menjadi teladan di sekolahnya karena selalu ranking. Saya rindu dengannya yang percaya diri di depan teman-temannya menyanyikan banyak lagu anak-anak.

Dia berbeda dan kami tidak menghadapi perbedaan itu sejak pertama. Saya, orang tua saya, kakek nenek saya, membiarkan perbedaan itu dan menuruti semua kemauannya. Itu yang membuat semuanya menjadi sangat buruk sekarang. Seburuk apa? Nanti saya cerita lagi.


6 Juli 2016

Jajan Jajanan Pontianak: Jus Jagung

Itu judul nggak kebanyakan huruf J apa ya?

Abaikan!

Jadi begini ceritanya. Saya baru sadar pedagang gerobakan yang nongkrong di samping kampus Widya Dharma punya menu istimewa yang nggak semua tempat punya. Semua gerobakan lain maksudnya. Sudah sering sih saya minum jus jagung di situ atau saya sebut susu jagung saja? Tapi saya baru sadar kalau minuman itu cukup langka di Pontianak. Bahkan rasanya gerobakan yang lain, setahu saya nggak jual susu jagung ini deh.

Jarang-jarang kan jagung dibikin susu kayak susu kedelai gitu? Ternyata enak banget lho dijadikan minuman. Setiap saya mampir ke situ pasti saya minum jus jagung alias susu jagungnya. Kalau nggak salah harganya 4.000/gelas. Terjangkau kok. Wajar sih dagangannya laris manis. Apalagi di sini menyediakan banyak sekali kue.

Bermacam jenis kue dari yang asin sampai yang manis. Dari yang digoreng sampai yang dikukus ada semua. Meja penuh sekali dengan kue-kue lokal kayak cai kue dan bola-bola keladi. Itu dua jenis di antaranya ya! Masih banyak lagi kue yang lain di situ.

Terus meskipun gerobakan pelayanannya baik kok. Bukan berarti harga murah, gerobakan, pelayannya jelek ya. Kita bakal dilayani dengan baik dan cepat. Selain jus jagung ada beberapa minuman istimewa yang lain kok. Gerobakan lain bisa jadi jual juga ni. Susu kedelai sama sari kacang hijau.

Ngomong-ngomong soal susu kedelai saya biasanya beli bawa pulang tanpa es. Biar ASI deras. Saya sudah minum booster ASI yang soya dan ternyata saya nggak suka. Makanya minum soya gerobakan biar tetap bisa ngeboost ASI. Nanti deh saya cerita apa aja yang saya konsumsi sebagai booster ASI. Siapa tahu ada yang masih bingung mau makan dan minum apa selama menyusui.

Nah, gimana? Tertarik buat coba susu jagungnya?

5 Juli 2016

Buat Apa Daftar BebasBayar, Memangnya Ada Manfaatnya Buat Mudik Lebaran?

BebasBayar

Berbagi aplikasi yang bisa kita install ke smartphone kita semakin beragam jumlahnya. Aplikasi yang tentu saja memberikan beragam kemudahan terutama pembayaran online yang memang sangat dibutuhkan di era digital ini. Akan sangat sulit rasanya hidup tanpa smartphone yang dijejali dengan macam-macam aplikasi yang membuat segala pembayaran menjadi mudah. Segalanya bisa dicari solusinya melalui internet. Internet menjadi jawaban semua permasalahan kita.

Buat apa daftar bebas bayar, memangnya ada manfaatnya buat mudik lebaran?

Satu di antara aplikasi yang memudahkan orang yang selalu bertransaksi melalui smartphonenya adalah BebasBayar. Buat apa punya aplikasi ini sedangkan saya sudah punya internet banking? Bisa bayar melalui multipayment dan beragam pilihan pembayaran lainnya? Yakin pilihan pembayaran yang Anda miliki sudah lengkap? Katakanlah sudah lengkap, apakah metode pembayaran yang selama ini Anda gunakan bisa memberikan keuntungan lebih? Selain keuntungan mudah digunakan dari rumah bahkan ketika mudik lebaran? Bisakah metode pembayaran Anda menjadi bisnis online yang menawarkan penghasilan berjuta-juta?







Eitssss kok bunyinya seperti money game? Jangan-jangan buat daftar BebasBayar harus mengeluarkan uang jutaan untuk membayar titik-titik hak usahanya? Money game sudah terlalu mainstream ya! Sudah banyak orang yang menyadari bahwa money game itu tak lebih dari pembodohan masal dan yang berada paling atas yang akan mendapatkan keuntungan paling banyak lalu yang berrada paling bawah tidak akan mendapatkan apa-apa? Alias ujung-ujungnya gigit jari dan tak bisa mengadu ke mana-mana karena ditipu dengan janji manis.

Di BebasBayar pendaftarannya benar-benar gratis lho. Tinggal gunakan nomor handphone dan email bisa langsung terdaftar. Saya mendaftar tak lebih dari 2 menit sudah selesai. Bergantung pada jaringan internet sih ya! Karena daftarnya online ya mau nggak mau harus menggunakan jaringan internet yang mumpuni. Sebelum mendaftar kita install dulu aplikasi BebasBayar ini dari playstore yang bisa diunduh secara gratis.


Metode pembayaran BebasBayar memberikan banyak sekali kemudahan terutama yang suka kehabisan pulsa di perjalanan mudik. Nggak kebayang berada di tempat yang jauh dari kota dan tempat penjualan pulsa. Sementara di internet banking sendiri pilihan pembelian pulsanya nggak banyak. Bahkan ada yang batas minimalnya 25.000/nomor. Bagaimana kalau kita ingin bagi-bagi pulsa sama saudara-saudara yang kita temui selama mudik nanti? Ya katakanlah pengen nambah THR lebaran dalam bentuk pulsa. Selain bisa beli di BebasBayar, kita juga akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga pulsa yang harus kita bayarkan di tempat beli pulsa bukan? Lebih hemat dan selisih ini bisa kita gunakan untuk pembayaran yang lain. Setiap transaksi yang kita lakukan ada cashbacknya. Sangat menggiurkan bukan?


Jadi selama mudik lebaran kita tetap bisa menghasilkan uang dari transaksi yang kita lakukan atau dari transaksi yang dilakukan oleh downline kita sampai kedalaman level 5. Harus ajak orang lain untuk bergabung dong kalau begitu? Jika memang ingin mendapatkan penghasilan lebih banyak tentu saja kita harus mengajak orang lain untuk mendaftar di BebasBayar dan aktif menggunakan BebasBayar sebagai pilihan metode pembayaran online mereka untuk berbagai kebutuhan. Buat apa mengajak orang lain? Karena orang lain juga butuh metode pembayaran yang memudahakan mereka untuk bertransaksi dan tahukah Anda dengan mengajak orang lain untuk menggunakan BebasBayar ini sama juga Anda membukakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Namanya bisnis jaringan adalah bisnis yang saling membantu satu sama lain.

Bisnis ini sama sekali tanpa risiko rugi karena kita hanya memindahkan metode pembayaran kita menggunakan BebasBayar. Toh pada akhirnya kita tetap akan melakukan berbagai pembayaran tersebut dengan atau tanpa aplikasi BebasBayar bukan? Satu lagi yang harus saya ingatkan bahwa Anda tidak menarik biaya keanggotan dari orang yang Anda ajak untuk bergabung melalui link affiliasi Anda. So it's a win-win solution bukan? Apalagi jika selama mudik lebaran bertemu banyak keluarga yang bingung untuk membayar berbagai tagihan yang dia miliki karena di tempatnya jauh dari bank atau ATM dan bahkan hanya ada 1 pilihan bank yang tentu saja belum tentu bisa mencakup semua pembayaran yang dia butuhkan.

BebasBayar akan sangat membantu terutama bagi Anda yang keluarganya ingin buka usaha konter pembayaran berbagai tagihan di lokasi yang tak banyak bisa mendapatkan beragam pilihan pembayaran. Gunakan waktu mudik atau libur lebaran ini untuk menjangkau keluarga yang selama ini jarang ditemui. BebasBayar akan menjadi solusi tepat bagi kita yang selalu bertransaksi online. Apalagi isi depositnya sangat mudah. Bisa menggunakan berbagai pilihan bank yang disediakan dan deposit akan masuk dalam hitungan beberapa menit.

Bagi Anda yang ingin kembali ke kota dan selama di tanah kelahiran kesulitan membeli tiket pesawat, nah beruntung banget kalau sudah punya akun BebasBayar. Bisa beli melalui BebasBayar dan tidak akan bingung untuk pulang lagi dan berkutat dengan jam kerja di kota. BebasBayar ini akan menjadi senjata yang paling tepat selama mudik. Banyak sekali yang bisa dilakukan dengan BebasBayar ini dan tidak perlu takut terlambat membayar beragam tagihan dan bisa libur lebaran dengan tenang deh di kampung halaman. Nggak ada cerita semua tagihan terlambat dibayar dan sampai menyebabkan Anda di denda atau yang lebih parah yang punya cicilan mobil atau motor, kendaraannya tiba-tiba disita karena belum membayar cicilan karena tak bisa membayarnya selama mudik lebaran di kampung.

Mudik lebaran kali ini akan sangat berkesan sebab kita membawa oleh-oleh yang tidak habis sekali makan. Bisa jadi apa yang kita bawa ini, yang kita sebut dengan BebasBayar akan mengubah masa depan banyak orang. Masa depan orang-orang yang kita cintai yang bingung mau cari penghasilan lewat mana dengan modal smartphone saja. Mau buka usaha banyak orang yang terbentur dengan modal. Di BebasBayar kita diberikan aplikasi gratis di Playstore (klik di sini) dan (klik di sini) untuk iOS. dan pendaftarannya benar-benar tidak menggunakan biaya. Kita hanya diwajibkan isi saldo minimal 10.000 dan saldo tersebut langsung bisa kita gunakan untuk bertransaksi.



Ambil kesempatan lebaran tahun ini untuk mengubah hidup Anda melalui genggaman Anda sendiri.

Masih ragu mau daftar BebasBayar? Tenang, GRATIS kok!


4 Juli 2016

Menulis Itu...

Menulis Itu...

Sudah lama saya "meliburkan" diri dari kegiatan menulis dan rasanya saya menjadi agak nggak waras. Iyap! Cara saya menjaga kewarasan saya adalah dengan banyak-banyak menulis. Menulis itu kayak terapi. Seperti obat. Obat karena sedemikian banyak hal yang harus saya atasi. Sebagai orang dewasa, saya sadar bahwa saya ingin sekali kembali ke masa-masa kecil di mana saya tak terlalu khawatir soal masa depan.

Setidaknya ingin kembali ke masa awal menjadi blogger. Saat saya tak begitu peduli reaksi orang lain membaca tulisan saya. Tak tahu bahwa tulisan saya bisa dibaca banyak orang dan "menyakiti" tanpa saya peduli dengan orang yang tersakiti. Di mana masa itu kemarahan menjadi energi yang sangat kuat. Puluhan artikel panjang lebar bisa saya tuliskan.

Berbeda dengan sekarang. Menulis sudah ada "aturan" tak tertulisnya yang saya buat sendiri. Hal-hal yang saya pikir berpotensi menyebarkan hal negatif membuat saya mengambil waktu sejenak untuk menuliskan gagasan lain. Gagasan yang syukur-syukur bisa memberikan manfaat, setidaknya jangan memberikan mudarat pada pembaca yang hingga hari ini masih mau menyempatkan diri untuk mampir.
Apakah ada yang rindu dengan diri saya yang lampau itu? Ketika saya berbicara terlalu personal dan blak-blakan yang kemudian membuat sebagian orang jadi menjauh? Untungnya saya tak begitu memperdulikan hal itu ya, orang yang menjauh maksud saya, saya tetap saya menulis walaupun ada yang nggak suka. Kalau saya memutuskan berhenti menulis waktu itu, sekarang saya tidak akan menjadi diri saya yang ini. Pasti ada yang berbeda tentang saya.

Menulis itu membuat saya menjadi diri saya yang sekarang. Ngomong-ngomong soal menulis sebenarnya saya rindu sekali menulis di buku harian atau buku tebal 500 halaman yang dulu saya miliki. Warna merah dengan motif bunga. Tapi mengingat hal tersebut nggak go green jadi saya balik lagi deh menulis secara digital saja.

Kayaknya saya akan banyak sekali curhat di blog ini. Kayak dulu. Waktu saya masih sendiri. Karena terlalu banyak hal yang ingin saya sampaikan dan tak adil rasanya membebankannya pada suami seorang diri. Menambah hal-hal yang harus dia cerna di luar banyak hal yang juga harus dipecahkan.

Menulis itu berbicara dalam diam. Berteriak dengan jemari-jemari yang terus berlari tanpa henti. Berharap ada yang membaca untuk mendengar. Saya ada rencana bikin curhatannya dalam bentuk vlog juga sih. Supaya lebih "berasa" tapi entah bakalan ada yang nonton atau tidak ya?

Ada hal yang ingin saya bagi dan terlalu menyakitkan untuk ditahan sendirian. Entahlah. Mungkin saya butuh terapis yang bisa menenangkan saya namun saya takut dianggap gila. Padahal alasan ketidakwarasan saya saja tidak masuk rumah sakit jiwa.

3 Juli 2016

Menulis Itu Bikin Waras!


Terkadang saya merasa tingkat ketidakwarasan saya turun naik. Saya merasa gila. Saya merasa orang lain normal dan saya tak biasa-biasa saja. Saya berharapnya saya bisa seperti orang lain. Lalu pada akhirnya saya sadar bahwa setiap orang punya sisi gelapnya masing-masing. Punya ketidaksempurnaan di dalam hidupnya. Sebab tak ada hidup yang sempurna. Pun hidup saya, Anda yang sedang membaca tulisan ini. Kita bukanlah mahluk yang sempurna dan tak perlu bersikeras untuk menjadi yang paling sempurna.

Di satu titik, saat saya merasa kegilaan saya sudah bercampur delusi tinggi dan mimpi buruk tanpa ujung. Saya akhirnya kembali ke papan ketik dan menulis lebih banyak. Lebih cepat. Menulis itu bikin saya waras. Rasanya. Proses menulis yang panjang, membuat saya menjadi lebih sadar akan dunia ini. Bahwa hidup itu indah. Bahwa hidup itu harus diteruskan. Bahwa hidup itu harus mengeluarkan sebanyak mungkin kata-kata yang saya suka, supaya saya tidak gila.

Menulis itu adalah terapi yang saya lakukan sejak kecil. Sejak saya mengerti bahwa saya dan keluarga saya berbeda. Walaupun tak ada keluarga yang sempurna, yang saya tahu, bahwa tak semua keluarga punya seorang saudara seperti kakak saya. Apakah saya marah karena punya kakak seperti dia? Dulu, lama sudah saya marah dengan keadaan. Dengan hal-hal yang tak bisa saya ubah. Takdir namanya. Nasib masih bisa saya usahakan. Tetapi takdir, bagaimana saya menjangkau masa di mana bahkan saya sendiri tak ada. Mengubah siapa nenek moyang saya atau setidaknya mengubah orang tua saya?

Terkadang saya ingin bercerita dengan orang lain. Sesama manusia. Setidaknya bukan suami saya. Dengan lebih banyak orang. Supaya lebih lega. Namun saya yakin, banyak yang tak akan percaya dengan cerita saya. Bahkan beberapa orang yang saya kenal sendiri pun menunjukkan ketidaktertarikan karena mereka ragu dengan kebenaran cerita tersebut. Nanti saya akan cerita dalam bentuk lisan. Bukan untuk membuat orang lain percaya bahwa hal tersebut nyata. Melainkan saya hanya ingin merasakan bagaimana rasanya 'didengarkan'.

Ada hal-hal yang tak terjangkau yang sekarang saya terima saja. Apakah saya menyerah dengan keadaan itu? Saya tak ingin menyerah, saya hanya mengambil langkah mundur sedikit lalu maju ke tempat lain. Karena saya lelah dengan banyak hal yang saya hadapi lebih dari 20 tahun ini. Semenjak saya lahir saya berhadapan dengan hal yang sama yang makin lama semakin besar. Salah siapa? Semuanya punya andil dalam membiarkan hal ini terus berlarut dan akhirnya membesar. Semakin besar semakin sulit dikendalikan dan akhirnya tinggal menunggu ledakan besarnya.

Saya hampir meledak terkadang. Takut memandang wajah sendiri di cermin. Rasanya wajah orang itu orang yang tak saya kenal. Dia begitu berbeda. Dia bukan saya. Dia orang yang penuh dengan ketakutan. Ketakutan yang sampai harus dia hadapi di alam mimpi sekalipun. Cerita ini akan sangat panjang. Cerita dimulai dari 30 tahun yang lalu. Saat saya baru lahir.

Tapi saya tak akan memperpanjang postingan ini.


Sumber gambar: http://kemandirianfinansial.com

2 Juli 2016

Hari Libur Produktif Sekali

Hari Libur Produktif Sekali



A photo posted by Raza Damilio (@razadamilio) on
Menulis dengan cepat adalah spesialis saya. Saya tak bsia terlalu lama duduk depan komputer dan berpikir. Saya menulis sambil berpikir. Mengetik sambil berpikir. Terkadang berbicara sambil berpikir. Banyak sekali hal yang lewat di pikrian saya. Saya tak bisa menyanyi dengan merdu atau berdansa dengan indah. Tapi saya bersyukur saya masih bisa menulis dengan cepat. Banayk orang yang tak bisa menulis dengan cepat lho. Walaupun sayangnya saya masih belum bisa mengetik dengan 10 jemari saya. Padahal bakalan keren sekali ya kalau bisa melakukannya dan sedikit typo yang akan terjadi dalam tulisan saya. Ini saya sering balik lagi ke belakang buat memperbaiki tulisan saya di bagian pengetikannya.

Menulis tak perlu sempurna. Jika terlalu sibuk mengejar kesempurnaan nggak bakalan bisa cepat menulisnya.

Saya tak menyangka lho saya bisa mengetik secepat sekarang ini. Dulu, buat ratain kiri kanan tulisan saja saya tak bisa. Bahkan banyak sekali ketikan saya yang salah. Saya pernah mengerjakan tugas di rental komputer yang harganya masih Rp3.000/jam. Lebih mahal dari biaya internet per jam sekarang ini ya. Jadi waktu itu saya mengetik apa adanya. Seperti yang sudah tersetting di Ms Word yang saya gunakan. Pas pulang dan membaca kembali tulisan saya yang sudah diprint saya baru sadar. Betapa banyaknya typo dan betapa lambatnya saya mengetik waktu itu. Setidaknya saya butuh 1 jam untuk mengetik 1 halaman. Sekarang saya bisa menyelesaikan dua halaman paling lama 15 menit.

Buat siapa pun di luar sana yang merasa banyak kekurangan, tenang, semuanya bisa dipelajari. Semuanya bisa dilatih. Saya berlatih sangat keras untuk menjadi diri saya yang sekarang. Supaya saya bisa menulis lebih cepat. Lebih banyak. Lalu berbagi hal yang bernafata dengan banyak orang. Nggak hanya sekadar menulis curhatan pribadi yang bertahun-tahun ke belakang sering sekali saya lakukan. Itu sebabnya tulisan saya dulu penuh dengan 'perasaan'. Entah itu perasaan marah, benci, atau sedih. Berbagai emosi muncul dalam tulisan saya. Pasti berbeda jauh dengan sekarang ya. Saya terasa lebih tenang dalam menulis. Ada hal-hal yang saya hilangkan dari tulisan saya. Terutama energi kemarahan yang tak ingin saya biarkan ada lagi di sini.

Marah itu melelahkan. Saya sudah terlalu tua untuk marah setiap hari di blog. Lagipula saya sudah punya suami yang siap menampung segala keluh kesah saya yang kadang marah, kadang sedih. Saya merasa lebih terkontrol dibandingkan sebelumnya. Buat yang merasa selama ini emosinya kurang stabil mungkin bisa mengambil langkah seperti saya, menikah dan menstabilkan emosi dengan menyatukan kehidupan kita bersama orang lain. Bukan mencari kehidupan yang sempurna. Menjadikan kehidupan lebih baik cukuplah. Karena tak akan ada yang namanya kehidupan yang sempurna di dunia ini. Bahkan dongeng sekalipun.

Sekarang saya sedang menikmati liburan di rumah. Libur kuliah. Tapi tetap bekerja. Apalagi mengingat saya bekerjanya sebagai penyiar radio, walaupun seminggu sekali, tetap saja nggak kenal yang namanya libur. Saya butuh liburan seperti ini lebih banyak supaya lebih produktif menulis. Memiliki anak membuat banyak waktu saya habis mengurusnya. Belum lagi jadwal kuliah yang memang padat. Seandainya pas kemarin hamil saya tahu sudah mengandung, tentu saya tidak mendaftarkan diri untuk kuliah. Menjalani ini semua terlalu melelahkan jiwa dan raga.

Saya butuh piknik. Untungnya lebaran kali ini bertepatan dengan libur cukup panjang menjelang UAS. Jadi saya bisa mengistirahatkan jiwa raga ini supaya mendapatkan kembali energi sebelum menghadapi ujian akhir dan menyelesaikan kuliah yang tinggal dua semester lagi. Lalu apa? Suami saya bilang sih, jadi-jadilah kuliah tu. Kalau jangan nambah lagi. Saya sih pengen nambah kuliah lagi sebenarnya. Tapi lihat nantilah semoga ada kesempatan saya menyelesaikan kuliah dengan nilai terbaik lalu kuliah lagi sampai cita-cita masa kecil saya tercapai.

Jadi profesor. Hehehe... entah bagaimana caranya mencapai titel yang saya impikan itu. Saya yakin akan ada jalannya nanti.

1 Juli 2016

Pontianak Kota Bersinar

Foto oleh Ronee

Pontianak Kota Bersinar, sebutan ini tentu sangat sesuai dengan matahari yang selalu bersinar terang di Bumi Khatulistiwa. Cahayanya menerangi setiap sudut Pontianak. Bahkan tidak tanggung-tanggung suhu udaranya bisa 32-33 derajat. Walaupun sebenarnya masih banyak lagi kota yang memiliki suhu yang lebih tinggi tetapi matahari Pontianak memang lebih terasa dibandingkan dengan tempat lain. Cuma anehnya kulit saya malah lebih cerah dibandingkan saat masih berada di Jawai Selatan dulu.

Sekarang ingin berbagi pemandangan Pontianak Kota Bersinar yang lokasi pengambilannya dari rumah adat dayak yang baru di Kota Baru. Rumah Radakng. Saya sudah izin dengan pemilik foto ini untuk memajangnya di blog. Foto ini juga bukan dihasilkan dari kamera profesional melainkan kamera ponsel. Saya tak akan menjelaskan apa merek kameranya karena memang ini bukan postingan berbayar.

Sebenarnya saya yakin banyak sekali foto yang memamerkan Kota Bersinar ini. Tetapi saya sendiri belum menemukan pemiliknya dan foto yang dimilikinya. Pelan-pelan saya akan mencoba berburu foto-foto yang memamerkan sudut-sudut Kota Pontianak dan sekitarnya sehingga teman-teman yang tak pernah datang ke sini jadi tahu bagaimana sebenarnya Kota Pontianak itu sendiri.

Sebab kadang saya sendiri merasa sangat kaget masih banyak orang yang beranggapan bahwa Pontianak itu tidak semaju yang sebenarnya. Bahkan ada yang bertanya apakah penduduk Pontianak tinggalnya di rumah? Karena dalam pikiran mereka warga Pontianak masih tinggal di atas pohon dengan rumah-rumah seadanya. Padahal di Pontianak sudah sangat maju bahkan sudah banyak mall.

Bandara saja ada di sini. Bagaimana mungkin kami masih primitive? Hehehe..

Pontianak Kota Bersinar Bisa Hilangkan Bayanganmu



Pontianak Kota Bersinar adalah julukan yang sangat cocok untuk Kota Pontianak tercinta ini. Setiap kota ada julukannya masing-masing bukan? Kita bisa cek tuh di Wikipedia daftar julukan kota di Indonesia apa saja. Contohnya nih julukan kota santri, julukan Kota Sukabumi, kota pelajar terbaik di Indonesia, julukan Kota Semarang, julukan Kota Kebumen, sampai julukan Kota Malang. Banyak sekali julukan kota yang ada di Indonesia. Bahkan Kota Pontianak sendiri selain disebut sebagai Pontianak Kota Bersinar juga ada yang menyebutnya Bumi Khatulistiwa dan beberapa panggilan lainnya.

Tapi tahukah kamu, kalau Pontianak Kota Bersinar bisa menghilangkan bayanganmu dari muka bumi ini? Bukan naik ke khayangan ya! Keliru itu. Kalau bicara khayangan jadi ingat soal dongeng masa kanak-kanak dulu yang selalu bercerita tentang hal-hal yang tidak mungkin atau tidak masuk di akal. Lalu bagaimana dengan bayangan yang menghilang dari muka bumi? Terdengar tak masuk akal juga? Tenang, ini benar-benar bisa terjadi di Pontianak.

Ada hari di mana terjadinya fenomena Kulminasi. Di Pontianak sendiri fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun dan 3 hari setiap kalinya, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Jadi sebenarnya Pontianak itu juga bisa dijuluki Negeri Tanpa Bayangan selain disebut sebagai Pontianak Kota Bersinar. Bedanya fenomena ini dengan gerhana adalah saat Kulminasi, cahaya matahari itu sangat terang. Kalau gerhana kan ada yang ditutupi sama bumi ya. Bisa gerhana bulan bisa juga gerhana matahari. Beda dengan gerhana yang terjadinya tidak terjadwal tetap seperti Kulminasi yang setiap tahunnya ya tanggalnya itu-itu saja.

Apabila matahari tertutup awan pada jam seharusnya terjadi Kulminasi ya bayangan kita tetap akan ada sih. Jadi benar bayangan menghilang? Tepatnya bukan menghilang melainkan bayangan kita sejajar dengan diri kita sendiri sehingga tidak terlihat. Sebab saat Kulminasi matahari tepat berada di atas kepala kita. Titik equator sejajar dengan matahari posisinya sehingga bayangan menjadi 'menghilang'. Selain fenomena menghilangnya bayangan benda yang berada di titik equator tersebut, kita juga bisa menyaksikan telur yang bisa berdiri tegak tanpa trik apa pun di titik tersebut.

Biasanya masyarakat akan berkumpul di Tugu Khatulistiwa dan banyak atraksi yang akan disuguhkan di sana. Tidak hanya wisatawan lokal yang datang ke sini. Banyak juga warga negara asing yang mampir dan ikut meramaikan acara ini. Mataharinya jangan ditanya deh, menyilaukan. Namanya juga Pontianak Kota Bersinar ya. Tentunya akan sangat terang deh cahaya matahari pada hari tersebut.

Buat yang belum pernah kehilangan bayangannya boleh banget nih mampir ke Pontianak. Sesekali kehilangan bayangan bakalan seru juga kan? Belum lagi banyak atraksi menarik yang sangat menghibur. Oh iya, walikota juga hadir di acara ini. Jadi yang belum kenal sama Pak Walikota juga bisa sekalian kenalan, syukur-syukur bisa selfie bareng.

Mampirlah ke Pontianak Kota Bersinar karena di sini kami punya banyak sekali tempat wisata kuliner yang enak-enak, belum lagi warung kopi yang dengan mudah bisa ditemukan di banyak tempat mulai dari jalan utama sampai gang-gang punya warung kopinya sendiri.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba SEO Pontianak Kota Bersinar yang disponsori oleh sponsor berikut ini.
3. Marici (Makanan Ringan Cianjur) 085793343845
Pompa ASI Manual Terbaik

Pompa ASI Manual Terbaik



A photo posted by Raza Damilio (@razadamilio) on
Sudah setahun lebih saya selalu memompa ASI untuk Raza. Mengingat saya kuliah dari pagi sampai siang dan tentunya memberikan ASI secara penuh jauh lebih baik dibandingkan mengasup bayi yang baru lahir dengan susu formula. Apa yang ada di dalam ASI belum tentu bisa dipenuhi oleh asupan yang lain meskipun itu susu formula. Tapi apakah memberikan susu formula itu buruk? Saya nulis ini bukan buat menghakimi orang tua yang tak memberikan ASI buat anaknya hingga usia 2 tahun ya. Namun ingin membagi pengalaman saya menggunakan pompa ASI.

Saya menggunakan beberapa pompa ASI sebelum akhirnya jatuh cinta dengan pompa ASI manual dari Medela. Pompa ASI Medela yang Harmony ini memang yang paling cocok sama saya. Apalagi saya sudah menggunakan dua pompa ASI listrik dan ternyata yang lebih nyaman adalah pompa ASI manual. Buat saya sih. Setiap ibu berbeda kebutuhan pompanya dan tentu saja ada trial dan error yang akan kita lewati sampai akhirnya kita memiliki satu atau dua pompa ASI favorit yang paling cocok. Iya, pompa ASI itu cocok-cocokan ya! Nggak semua pompa ASI yang mahal itu cocok dengan setiap ibu atau pompa ASI yang murah itu nggak bagus.

Bukan masalah harga pompa ASI-nya walaupun banyak juga yang mengatakan ada harga ada kualitas ya!

Bagi saya Medela memang punya banyak pompa ASI yang punya kualitas baik. Setelah menggunakan yang listrik saya merasa menggunakan yang manual itu jauh lebih nyaman sebab kita bisa mengatur sendiri kecepatan dan kekuatannya dengan tangan kita. Beda cerita dengan pompa ASI yang listrik ya. Kadang terlalu kuat mompanya atau sebaliknya malah terlalu lemah. Jadinya pemompaan tidak maksimal dan ASI-nya juga sudah untuk keluar atau malah nggak keluar sama sekali.

Setelah beberapa bulan ini menggunakan pompa ASI Medela Harmony saya merasakan cepat LDR alias Let Down Reflex, jadi sebentar saja memompa saya sudah dapat 1 botol penuh ASI yang siap di simpan di dalam freezer. Semenjak menggunakan Pompa ASI Medela ini saya mendapatkan paling tidak 3 botol ASIP sehari. Padahal sebelumnya hanya mendapatkan 1 atau 2. Di usia Raza sekarang yang sudah setahun lebih memang produk ASI saya berkurang dibandingkan 6 bulan pertama kelahirannya. Namun alhamdulillah sampai sekarang produksi ASI saya masih cukup banyak untuk stok tabungan di freezer dan sangat membantu ketika saya kuliah dan Raza butuh susu.

Pompa ASI Medela Harmony yang manual ini juga paling cocok digunakan untuk newborn ya. Buat yang nggak tahan sakit saat mompa juga sebaiknya menggunakan yang manual saja. Selama menggunakan yang listrik saya merasakan pemompaan agak menyiksa dibandingkan menggunakan yang manual. Sebenarnya saya ingin punya pompa ASI yang listrik yang bisa memompa dua payudara sekaligus dari Medela juga. Namun memang harganya lumayan tinggi. Terus saya suka kepikiran, kalau rusak bagaimana? Mengingat saya mudah sekali merusak benda elektronik yang ada di rumah.

Bagaimana mompa ASI-nya? Lancar? Pakai pompa ASI apa? Share dong!