60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

26 Juni 2016

Selamat Ulang Tahun Kembaranku



Hari ini 23 tahun yang lalu. Saya masih ingat betul. Saya bersama Umak duduk di luar kamar rumah Mak Surya (bibinya Khalid dari pihak ibunya, saya sendiri adalah sepupu dari pihak Bapaknya) menunggu. Menunggu kehadiranmu ke dunia ini. Di hari ulang tahun saya yang ke-7. Iya kamu lahir di tanggal yang sama dengan tanggal kelahiran saya. Khalid Al-Kahvi. Demikian kamu dinamai.

Hari ini pula, kita kembali lagi ke tanggal 26 Juni, di mana kamu dan saya lahir dan berbagi tanggal lahir yang sama. Merayakan hari kelahiran kita bersama Hari Anti Narkoba Internasional. Kita dulu sama sekali tak tahu bukan ada peringatan penting di hari ulang tahun kita. Sekarang setiap ulang tahun kita selalu terpisah jarak dan waktu. Kamu di sana dan saya di sini. Mengingat-ngingat hari penting tersebut sambil mengenang kembali kita bertemu untuk pertama kalinya.

Saya ingat saya mengenakan dress putih yang saya pakai saat berfoto bersama keluarga saya waktu masih tiga bersaudara. Dua adik lelaki saya masih belum ada. Masih lama sekali hingga akhirnya mereka ikut hadir dalam keluarga kami. Kita berbagi asma yang sama dari Aki. Kamu lebih parah sih asmanya sampai-sampai waktu kecil sering tak bisa bermain dengan teman-temanmu yang lain di halaman. Saya sendiri asmanya lebih jarang kambuh dan tak begitu terdeteksi.

Sudah 23 tahun berlalu sejak hari itu. Hari pertama saya melihat wajahmu. Kamu yang gendut dan lucu waktu kecil. Mirip saya ya bagian gendut lucunya. Hehehehe...

Apa hal yang paling kamu inginkan di dunia ini Lid? Kita semakin dewasa dan semakin jarang berbicara. Entah mengapa rasanya ada jarak yang panjang memisahkan kita. Memisahkan jiwa kita. Bukan hanya raga. Rasa yang dulu pernah ada di antara kita, apakah akan sama sekarang? Kamu tumbuh menjadi lelaki yang sangat kuat. Berbeda dengan dulu ketika asma menyerangmu. Lelaki yang bisa diandalkan oleh keluargamu.

Tahun ini semoga menjadi tahun titik balik kehidupanmu ke arah yang lebih baik. Menjadi lelaki yang lebih kuat lagi. Semoga kita bisa berkumpul seperti masa kecil kita dulu, bermain bersama. Banyak hal yang ingin saya ulangi bersama kamu yang masih kecil dulu. Rasanya aneh sekarang jika bertemu denganmu. Kita berubah oleh perjalanan yang berbeda dalam hidup kita. Rindu. Saya rindu denganmu, dengan keluarga besar kita.

Rindu merayakan lebaran bersama kalian semua. Rindu dengan pakaian lebaran murah yang dibelikan orang tua kita di pasar dengan menawar sebisanya. Rindu dengan aroma minyak wangi yang menyesakkan hidung kita. Tapi kita bahagia masa itu. Kita tak melihat dunia ini penuh dengan derita. Kita hanya tahu tawa dan suka.


Sekarang kedewasaan memaksa kita untuk berjalan lebih panjang, bernapas lebih berat. Kita lupa waktu kecil kita pernah berdoa ingin cepat besar dan menjadi dewasa. Lalu sekarang kita ingin kembali ke masa kecil saat kita hanya menghabiskan waktu untuk bergembira. Tidak merasakan luka di dalam dada.

Seandainya....

Seandainya saja, waktu bisa dihentikan ke masa-masa paling bahagia itu. Saat Aki masih ada di tengah-tengah kita. Tak seperti sekarang ini. Dia pergi meninggalkan luka menganga di tengah keluarga kita. Entah hati siapa yang paling terluka, tapi yang jelas sampai sekarang saya masih merindukannya.

Rindu sekali merayakan ulang tahun kita bersamanya...

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers