60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

9 Juni 2016

Ruang Reklamasi



Reklamasi, apa yang akan terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar kata tersebut. Sekarang sudah ada Ruang Reklamasi bahkan buat teman-teman yang tak tahu atau tak mau tahu mengenai reklamasi itu sendiri. Saya tahu reklamasi dari televisi. Sejak banyak sekali televisi yang menyiarkan tentang 'negatif'-nya reklamasi. Tapi saya sendiri tak ingin mempercayai segala sesuatunya dari sisi sebelah pihak saja. Sebab setiap langkah yang diambil pemerintah pastinya ada baik dan buruknya.


Pasti. Ada sisi baiknya dan akan ada sisi buruk yang mengikuti reklamasi itu sendiri. Apakah saya setuju dengan adanya reklamasi di Indonesia? Jika memang banyak positifnya dibanding negatifnya mengapa nggak dilakukan? Mengingat berapa banyak hutan yang sudah kita hancurkan hanya demi kepentingan manusia, kita sendiri. Bagaimana seandainya kita tak perlu menghancurkan daratan dengan hutan indahnya tetapi menciptakan daratan baru?

Masalahnya memang pada lautan. Mahluk yang hidup di air juga nggak kalah banyaknya dengan yang ada di daratan. Semuanya terancam karena keberadaan kita. Manusia yang memonopoli dunia ini dan melupakan hewan dan tumbuhan yang juga punya hak untuk hidup berdampingan dengan kita.

Lalu apakah reklamasi itu baik? Setiap langkah yang dilakukan pemerintah tentunya dengan perhitungan yang sangat baik. Tidak sembarangan dilakukan. Bukan membuat daratan tanpa perhitungan. Tentunya semuanya sudah melalui pengkajian karena reklamasi itu sendiri dimaksudkan untuk meningkatan manfaat sumber daya lahan yang ditinjau dari sudut pandang sosial ekonomi yang tentunya juga lingkungan itu sendiri dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase. Kawasan berair yang dimanfaatkan tersebut juga biasanya merupakan kawasan yang sudah rusak sehingga menjadi lebih menfaat jika dibiarkan menjadi kawasan yang sekadar berair.

Protes yang dilakukan di Indonesia saya rasa agak sedikit berlebihan karena sebelumnya di beberapa negara lainnya sudah banyak yang mereklamasi kawasan berair menjadi lahan yang lebih bisa memberikan manfaat bagi kelangsungan manusia dan sudah melalui pertimbangan yang matang sebelum dilakukan. Tentu saja pemerintah tidak ingin melakukan reklamasi yang membahayakan nyawa penduduknya. Bukankah membunuh rakyat Indonesia sama juga pemerintah membunuh dirinya sendiri?
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers