60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

3 Mei 2016

11 Cara Melindungi Anak Dari Bahaya Obesitas



Balita atau anak-anak yang gembul dan chubby memang bikin gemas ya, apalagi saat melihat mereka makan. Para orang tua pun masih mengkategorikan anak-anak yang gendut sebagai anak yang tercukupi gizinya alias sehat. Tapi tahukah kamu kalau sebenarnya resiko anak-anak tersebut terkena obesitas dan penyakit lainnya lebih besar seperti kadar kolesterol yang melonjak. Masalah yang sebenarnya terjadi adalah ketika rasa sebuah makanan jauh lebih penting daripada nutrisinya.

Nah, dibawah ini adalah 11 cara untuk menghindarkan anak dari obesitas, tidak hanya untuk anak dengan obesitas saja, namun juga dapat digunakan untuk orang yang sakit, sehat, dengan berat badan yang seimbang dan lain sebagainya: 

1. Pelajari nutrisi yang tepat dan seimbang
Apa sih nutrisi yang tepat dan seimbang itu? Nah, kebanyakan orang indonesia percaya bahwa nutrisi yang seimbang itu adalah 4 sehat 5 sempurna, padahal kenyataannya tidak semua orang cocok loh dengan pola makan 4 sehat 5 sempurna. Kita harus pandai-pandai juga mengkategorikan makanan, Real food - yang penuh nutrisi dan dead food yang tidak mengandung nutrsi apapun. Nah, tidak ada salahnya juga kita mempelajari food pyramid atau piramida makanan.

2. Mengajari anak tentang makanan dan apa itu arti dari ‘sehat’
Kebanyakan anak zaman sekarang tidak mengetahui wujud atau rasa dari makanan tertentu, sayuran hijau? Bisa jadi mereka membencinya. Namun kita tetap harus membuat anak-anak belajar dan keluar dari zona nyamannya. Setelah itu, ajari anak tentang makanan, nutrisinya dan efek makanan tersebut kepada tubuh kita. 

3. Waspadalah dengan sensitivitas dan alergi makanan
Pelajari dan usahakan peka apabila anak mempunyai alergi/sensitivitas terhadap makanan tertentu. Usahakan agar selalu peka dan tidak menuntut anak untuk menghabiskan makanan atau mengabaikan keluhan anak tentang kondisi tubuhnya setelah mengkonsumsi makanan tertentu. 

4. Berikan contoh yang baik
Penelitian menunjukkan bahwa 71% anak akan meniru tingkah laku ibunya dan 45% anak akan meniru tingkah laku ayahnya. Untuk mengajarkan anak agar mau menjalani hidup sehat, ada baiknya pola itu kita mulai dari diri sendiri maka dari itu nanti dengan sendiriya anak akan meniru. 

5. Jadilah orang yang jeli dalam melihat label makanan
Jangan tergoda dengan label bebas gula, bebas lemak, rendah lemak, natural, dan lain sebagainya. Bisa jadi mereka menambahkan bahan-bahan sintetis yang berbahaya. Maka dari itu akan lebih baik kalau kita mulai belajar membaca label makanan dengan lebih jeli untuk melihat kandungan -kandungan di dalamnya, akan lebih baik lagi kalau kita mempelajari dan mengerti kekurangan dan kelebihan beberapa bahan. Yuk mulai cari-cari info seputar bahan-bahan yang biasa terdapat di makanan. 

6. Berikanlah perhatian pada jumlah porsi makanan
Kebanyakan makanan disajikan dengan porsi yang luar biasa banyak atau biasa diibaratkan dengan “ porsi kuli” karena banyaknya. Untuk mencegah kelebihan makanan yang masuk ditubuh, kita wajib tahu seberapa besar lambung kita dan kemampuannya untuk menampung makanan. Lambung kita ini hanya sebesar kepalan tangan loh. Jadi ada baiknya kita menyajikan dalam porsi yang secukupnya saja, resiko-resiko kelebihan gizi/makanan ini juga bisa merembet sampai ke obesitas, diabetes sampai kolesterol. Maka dari itu biasakan meminum air lebih dahulu sebelum makan, mengunyah dan memotong makanan hingga kecil serta menyajikan makanan dipiring kecil agar kita dapat mengontrol porsi makan kita.

7. Hindari soft drink
Bukan rahasia lagi kalau softdrink atau minuman bersoda adalah salah satu penyebab utama diabetes, obesitas, dan lain sebagainya. Kandungan sodanya dan pemanis buatannya memang bisa membuat kita ketagihan, tapi efek negatifnya juga luar biasa. Hindari membiasakan anak meminum minuman ringan ataupun soft drink apapun (termasuk dengan label bebas gula). Gantinya tanamkan kebiasaan sehat dengan mengonsumsi air putih secara rutin.

8. Makan bersama di rumah dan di meja makan
Penelitian menunjukkan bahwa seorang anak yang sering makan bersama di meja makan bersama keluarga akan lebih sehat, lebih bahagia, cenderung mempunyai nilai yang memuaskan dan mempunyai hubungan yang lebih baik dengan keluarganya. Tidak ada salahnya untuk meluangkan waktu kembali dengan makan siang/malam bersama keluarga di meja makan dan membuat makanan kita sendiri. Agar lebih menyenangkan, anak-anak dapat diajak untuk ikut terlibat dalam menentukan, membuat makan siang/malam dan membereskan meja setelah itu. Selain lebih sehat, aktifitas ini juga melatih anak untuk lebih bertanggung jawab. 

9. Bawa bekal makan siang sendiri
Makanan yang dibuat di rumah tentunya lebih lezat dan terjamin kesehatan serta nutrisinya, untuk ibu yang bekerja atau sibuk jangan pernah lupa memberikan anak bekal makan siang setiap hari, banyak kok resep-resep bekal makan siang sederhana yang cepat namun tetap sehat dan nikmat. Selain itu, keiasaan ini juga akan mendorong anak untuk tidak jajan sembarangan.
10. Bermain/beraktifitas di luar ruangan
Jangan biasakan anak untuk terus bermain gadget atau perlatan elektronik di dalam rumah, memang lebih praktis dan tidak menganggu ibu sih, tapi dampaknya nanti anak akan menjadi malas dan kurang aktivitas fisik. Batasi menonton televisi hingga kurang dari 2 jam setiap hari dan ajak anak untuk main di luar alih-alih memainkan gadgetnya seperti berjalan-jalan di taman, bermain sepak bola atau rugby, dan lain sebagainya 

11. Tidur yang cukup
Kurang tidur juga dapat mempengaruhi hormon yang mengatur selera makan, selain itu juga akan memperngaruhi tingkat stress yang dialami oleh seseorang. Anak-anak membutuhkan tidur paling tidak selama 10-12 jam setiap malamnya.

Setalah langkah-langkah tersebut dilakukan, tidak ada salahnya untuk secara rutin melakukan medical check up secara rutin kepada anak kita agar kesehatannya tetap terjaga. Salam sehat!
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers