Langsung ke konten utama

Video Blogging


Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru bagi diri kita. Walaupun buat orang lain hal tersebut sudah lama atau sudah so yesterday. Video blogging sih bukan sesuatu yang baru. Sudah banyak yang menjalankannya dan sudah banyak yang mendapatkan beragam manfaat di dalamnya. Saya juga kepengen sebenarnya bikin video blogging walaupun lebih sering nggak pedenya. Kadang suka bingung juga, mau bikin video yang seperti apa? Emang ada yang bakalan dengerin saya ngomong? Entahlah....

Sampai akhirnya saya menyadari bahwa untuk membuat sebuah video yang bisa dinikmati orang lain bukanlah sebuah video yang supderduper lucu atau video tutorial yang bisa bikin si Upik Abu menjadi si Rupawan nan Menawan. Prinsip dasar yang harus saya ingat adalah kualitas produk itu sendiri. Kualitas gambar dan juga tentu saja suara. Apa saja yang harus dilakukan setelah itu? Terserah kita sih. Setidaknya videonya enak dilihat dan didengar nggak hanya punya nilai yang bisa diambil atau menghibur.

Sekarang sih sudah banyak sekali gadget yang mendukung itu semua. Bikin video pakai HP juga nggak masalah selama bisa memanfaatkan pencahayaan yang tentu saja sebaiknya membuat video di siang hari itu sangat dianjurkan atau paling enggak sore masih bolehlah ya. Kayak di Pontianak sih matahari lebih sering bersinar sangat cerah. Nah soal suara nih saya agak ragu kalau nggak pake tambahan pelantang alias mikrofon.

Beberapa waktu lalu sih sempat liat di Youtube ada yang review yang bisa digunakan buat smartphone. Irig Mic Studio. Itu suaranya jernih banget. Tapi sayang harganya tak sejernih suaranya. Harganya bening. Hahaha bikin dompet semakin bening. Nabung dululah sebelum bikin video. Daripada nanti bikin video dan capek-capek unggah ke Youtube rupanya kualitas suaranya nggak menyenangkan.


 Bukan mau bikin video nyanyi kok guys, tenang aja. Hahaha... saya yakin kalau saya nyanyi banyak yang lebih memilih buat menghina daripada memuji. Anak saya aja melotot matanya kalo dengar Umaknya nyanyi. Doakan ya saya dapat hadiah ngeblog yang hadiahnya Irig Mic Studio. Lumayan buat rekaman suara kalo memang sangat nggak pede bikin video. Ah sudahlah....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan