17 April 2016

Menguping Tetangga




Sebenarnya sih saya bukan tipikal yang suka jaga tepi kain orang. Tetapi memang menarik sekali mendengarkan orang yang mengobrol dan berbicara hal pribadinya. Saya sih nggak niat nguping. Tapi ya itu suara mereka keras sekali sampai terdengar jelas dan saya berusaha menepis suara mereka. Ya sudahlah saya biarkan suara mereka terdengar. Namun tak begitu pasti sih sebenarnya apa yang mereka bicarakan dengan suara keras seperti itu. Satu hal yang pasti. Itu bukanlah hal yang ingin mereka rahasiakan.

Ya iyalah.

Bukan soal mereka sih yang tepatnya ingin saya ceritakan dalam postingan kali ini. Saya jadi ingat mengenai artikel yang pernah saya baca, tentang perempuan butuh mengeluarkan 22.000 kata dalam satu hari. Itu kebutuhan bagi perempuan. Benar nggak sih itu? Walaupun sebenarnya memang saya sering kali bercakap-cakap dengan orang di sekeliling saya dan saya rasanya sangat lega setelah bercerita tentang banyak hal.

Pengennya sih bisa bercerita lebih banyak lagi tentang segala hal yang ada di sekitar saya. Bukan hanya bisa menulis kayak gini. Pengen cerita secara langsung. Nggak butuh banyak orang sih. Saya cuma butuh 1-2 orang aja buat mendengarkan saya bercerita setiap hari. Ah kapan saya bisa mengeluarkan lebih banyak kata dalam keseharian supaya saya merasa lebih lega ya. Rasanya ada yang kurang setiap harinya.

Itulah terkadang yang membuat saya memilih untuk menelpon ibu saya di kampung dan bercakap-cakap tentang banyak hal. Hal-hal ringan untuk diceritakan pun akan saya kabarkan dengan menggebu-gebu. Namanya juga mahluk sosial ya. Kita nggak bakalan bisa hidup tanpa orang lain. Untuk komunikasi aja. Nggak usah jauh-jauh deh.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers