26 April 2016

Ketika Itu (2)


Nggak ada hidup yang sempurna. Itu yang membuat saya tidak begitu iri dengan hidup siapa pun. Cemburu sedikit pasti ada jika ada yang saya inginkan tapi didapatkan oleh orang lain. Namun itu tak akan berlangsung lama karena untuk mendapatkan seperti yang orang lain dapatkan tentunya ada pengorbanan yang harus dilakukan. Makanya saya nggak perlu terlalu repot menunjukkan betapa sempurnanya hidup saya karena itu sama aja omong kosong.

Nggak ada kok yang namanya kehidupan yang sempurna. Setiap kehidupan ada suka dukanya masing-masing. Perbedaannya adalah banyak tidaknya kita bersyukur terhadap sesuatu yang kita punya dan juga pada sesuatu yang tidak kita punya. Hal-hal sederhana bisa membahagiakan hidup kita asalkan kita bisa melihat sisi baiknya. Alias ambil hikmahnya. Walaupun kadang nggak menyenangkan atau terasa sangat menyakitkan.

Semua hal terjadi pasti ada alasannya. Nggak mungkin terjadi kayak gitu aja. Ada sebab dan akibatnya. Kita sendiri juga tahu pasti hal itu. Semakin dewasa kita, logika juga bakalan semakin jalan. Nggak terlalu menggunakan emosi atau keinginan hati. Sekarang saya sudah dewasa? Nggak terlalu merasa banyak perubahan sih cuma sekarang lebih panjang mikirnya dibandingkan dulu. Itu aja.

Hidup tak ada yang sempurna. Makanya saya suka ketawa aja ngeliat orang yang ngeshare soal hidupnya yang sangat bahagia tanpa ada masalahnya. Saya nggak yakin ada orang yang hidupnya sempurna. Kalo sempurna apa serunya hidup ini? Nggak ada tantangannya. Kayak kapal layar yang nggak ditiup angin. Nggak bakalan ke mana-mana.

Sekarang, setiap ada masalah saya suka sekali merenung. Dalam. Merenung lebih dalam lagi. Semakin ke sini juga saya semakin mencintai diri saya sendiri. Lebih memperhatikan apa yang saya butuhkan dan inginkan dibandingkan hal yang lainnya. Karena saya nggak bakalan bisa ngebahagiain orang di sekitar saya kalo saya sendiri nggak bahagia bukan? Omong kosonglah ada yang mengatakan bahwa dia sudah cukup hanya dengan melihat orang yang disayanginya bahagia dan dia sendiri nggak mencoba untuk bahagia.

Sudah lama sekali saya nggak ngelantur ngomongnya ke mana-mana kayak gini ya. Sudah lama. Entah kapan terakhir kali saya banyak curhat di blog ini. Sewaktu belum menikah banyak sekali saya cerita-cerita ya. Habis menikah sibuk mencocokkan dua hal yang berbeda di antara dunia saya dan suami. Lalu memulai kebiasaan baru yang dulunya banyak nggak ada di hidup saya.

Menikah. Sesuatu yang saya dulunya pikir nggak bakalan terjadi dalam hidup saya setelah beberapa kali gagal dengan apa yang saya inginkan. Ah sudahlah...

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers