60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

21 April 2016

Ketika Itu... (1)



Kadang ada masa saya tuh beneran nggak pengen ngapa-ngapain. Pengen baring aja di tempat tidur nggak ada yang nyuruh saya ke mana-mana. Nggak perlu kuliah. Nggak perlu ngerjain tugas. Nggak perlu jawab pertanyaan orang. Ada waktunya memang hari-hari nelangsa. Tapi nggak bertahan lama sih. Soalnya banyak deadline yang harus saya penuhi. Hidup kita memang penuh dengan deadline bukan? Kayak sekarang nih saya akhirnya menyempatkan diri buat duduk depan komputer dan menulis lebih banyak artikel dibandingkan hari biasanya. Yah namanya juga bayar utang kekosongan hari-hari yang nggak ada postingannya.

Mungkin saya kurang piknik?

Memangnya mau piknik ke mana kalau punya bayi? Sekarang agak terbatas sih karena ada jadwal tidur dan menyusui yang harus dipenuhi. Saya seorang ibu sekarang. Harus lebih banyak belajar lagi untuk mengendalikan emosi sendiri. Entah itu emosi yang meledak-meledak atau emosi yang nelangsa itu tadi. Saya mengantuk sekali sekarang. Tapi saya ingin ikut menulis buat beberapa kompetisi. Sudah lama sekali rasanya nggak ikut lomba nulis kayak dulu.

Dulu tiada hari tanpa mencari lomba. Entah itu hadiahnya buku-buku fiksi atau bahkan laptop merek buah-buahan itu. Ah banyak sekali yang terjadi dan rasanya sekarang kehidupan yang sebenarnya baru saja dimulai. Yap! Kehidupan yang sesungguhnya seorang perempuan baru dimulai saat dia punya anak, menurut saya sih.

Waktu belum punya anak, tujuan hidup rasanya masih kabur. Sekarang tujuan hidup saya jelas sekali. Semuanya saya lakukan buat masa depan anak saya. Dia alasan terbesar saya bisa tetap waras dan duduk di depan PC, terus menulis tanpa henti. Berharap ada keajaiban yang terjadi esok hari. Menunggu dia bisa berbicara sepatah dua kata untuk membalas kata-kata saya. Berharap dia segera bisa melangkahkan kakinya dan berlari mengejar saya.


Ketika itu, ketika emosi saya menjadi aneh dan ajaib, saya harus menyadarkan diri saya tentang Raza. Tentang dia yang menunggu saya menggenapkan masa depannya satu hari demi satu hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers