19 April 2016

Cerita Melahirkan (3)


Pada saat pembukaan ke 7-8 saya merasa itu adalah titik terlemah saya. Saya sudah nggak sanggup. Sudah nggak kuat lagi buat menanggung kontraksi yang bertubi-tubi. Beruntunglah yang kontraksinya tidak melalui obat perangsang. Kontraksinya bakalan lebih normal dibandingkan yang menggunakan obat seperti saya. Bahkan ada yang mengatakan diinduksi akan dua kali lebih sakit dibandingkan dengan kontraksi normal.

Padahal banyak yang tahu tentunya kontraksi melahirkan secara normal sudah cukup menyakitkan. Mau ditambah lagi dengan obat perangsang? Dan saya menyerah! Iya saya sudah teriak minta operasi. Untungnya bidan di ruangan bersalin menguatkan saya dan mengatakan bahwa saya bisa melahirkan secara normal asal bertahan sampai pembukaan selanjutnya. Sudah kepalang tanggung sih memang. Sudah sakit semalaman masak mau nyerah?

Tinggal sebentar lagi. Hari ini pasti berakhir. Hari ini pasti berakhir. Bakalan lewat kok dan saya bisa melewatinya. Hanya itu yang saya yakini. Saya menangis. Saya tertawa. Saya menelpon ibu saya. Banyak sekali yang terjadi hari itu. Suami saya semalaman menemani saya. Mengurut pinggang saya. Begitu juga mertua saya. Sampai akhirnya waktu itu tiba. Saat saya berteriak untuk ke sekian kalinya. Mengatakan akan menyerah saja, seorang bidan masuk dan membantu memecahkan ketuban saya.

Sudah pembukaan 9 dan ketuban belum pecah. Sampai akhirnya pembukaan sempurna. Saya sudah cukup tenang dan tiga kali menekan akhirnya Raza keluar dengan selamat. Sehat tak kurang satu apa pun. Saat itu rasa sakit yang harus saya tahan selama beberapa jam dibayar lunas dengan tangisan pertama kali Raza.

Dia menangis kencang dan saya ingin sekali bisa berdiri dan langsung menggendongnya. Sayangnya saya nggak kuat buat berdiri. Namun saya lega. Saya akhirnya melahirkannya lewat jalan yang seharusnya. Tidak perlu menjalani operasi caesar yang sangat menakutkan buat saya. Sejak awal saya hanya menyiapkan mental buat melahirkan secara normal. Tak membayangkan harus dibelah perutnya dan dijahit kembali.


Saya lapar sekali setelah melahirkan Raza. Saya hanya ingin makan lalu tidur dengan nyenyak. Cukup itu saja yang saya inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers