60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

26 Maret 2016

Raspberry Pi 3


Akhirnya saya bisa menulis dengan bebas lagi. Kemarin-kemarin sempat emosi karena PC yang saya gunakan beberapa tahun terakhir ini mengalami kerusakan prosesornya lalu menyala 10 menit mati lalu menyala lagi mati lagi. Sangat menyebalkan sehingga akhirnya saya memutuskan untuk menggantinya dengan yang baru. Karena laptop bukanlah pilihan yang tepat akhirnya saya mencari tahu soal komputer mini yang beberapa waktu lalu pernah diperkenalkan intel. Sayangnya mahal juga ternyata. Mendingan beli laptop. Hahahaha...

googling sana-sini ketemulah saya dengan ultra mini PC yang lain. Bukan raspberry. Seingat saya C.H.I.P namanya. Harga ya murah tentu saja. Tapi bingung nyarinya nggak ketemu sampai seorang teman blogger juga yang dari Komunitas Blogger Pontianak menyarankan untuk beli Raspberry Pi 3. Ukuran dan harga kelihatannya oke nih, pikir saya. Cukup budget 699.000 saya sudah dapat adaptor power, microSD 16GB, dan single board PC yang nggak butuh daya besar.

Masalah belum pernah pake? Bisa belajar dulu. Pasti yang nulis reviewnya banyak dan di Youtube seenggaknya bakalan ketemu sama tutorialnya.

Benar ternyata saya belajar menginstallnya dan ceki-ceki isinya, nggak sulit juga menggunakannya. Karena sebelumnya saya sudah cukup familiar dengan Linux. Ternyata saya belajar Linux selama beberapa tahun terakhir ini nggak sia-sia. Ya walaupun sudah punya keyakinan bahwa tak ada satu hal pun yang sia-sia di dunia ini. Listrik yang nggak stabil bukan masalah lagi sekarang. Bahkan saya bisa saja membawanya ke mana pun saya suka.

Saya belum menambahkan harddisk eksternal sih tapi ada kemungkinan saya nggak begitu berniat menyimpan banyak data secara offline. Mendingan data penting simpan di dropbox dan untuk video-video yang suka saya tonton biarkan saja di websitenya masing-masing. Tonton pake jaringan internet saja toh nggak butuh buat menyimpannya banyak-banyak. Menuh-menuhin harddisk aja kan? Sekarang saya juga mulai rajin membersihkan data di komputer saya lho. Setiap data yang tak ingin saya gunakan lagi dan sudah saya unggah akan langsung saya hapus saja. Seperti gambar-gambar screenshoot buat blog, kalaupun hilang masih bisa screenshoot ulang.


Beberapa waktu ke depan akan ada beberap tulisan yang akan terus mengulas tentang Raspberry Pi 3 yang sudah beberapa hari ini saya gunakan. Siapa tahu ada teman-teman yang ingin menggunakannya juga di rumah dan menghemat biaya listrik atau sekadar menambah komputer cadangan jika komputer utama sedang rusak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers