Langsung ke konten utama

#OriflameChangesLives


Sebelumnya saya tidak begitu yakin bahwa dengan Oriflame saya bisa seperti sekarang. Punya penghasilan sendiri setiap bulannya. Hal yang paling saya inginkan di dunia ini. Mandiri secara finansial. Tanpa perlu mengharapkan uang dari suami. Walaupun memang suami tugasnya adalah menafkahi istri. Namun saya lebih suka menggunakan uang sendiri untuk membeli keperluan yang saya pikir tidak perlu ditanggung oleh suami.

Dulu saya bergabung di Oriflame hanya ingin mendapatkan kembali kulit saya yang mulus tanpa jerawat dan minyak berlebih. Iya, gara-gara menggunakan krim abal-abal rekomendasi seorang teman kulit saya hancur lebur. Kusam, jerawatan, minyak di mana-mana. Tentu saja akibatnya saya nggak percaya diri. Oriflame mengembalikan kepercayaan diri saya. Dengan rangkaian produk perawatan kulitnya akhirnya kulis saya kembali. Bahkan lebih muda dari sebelumnya.

Saya pikir saya tidak akan pernah memiliki kulit mulus seperti yang saya impikan selama ini. Tak terbayangkan. Masa depan yang tak pernah saya bayangkan akhirnya sekarang sudah dalam genggaman. Alhamdulillah. Memang janji Allah untuk mengubah nasib suatu kaum yang mau berusaha itu benar-benar nyata adanya.

Awalnya memang beberapa kali dicemooh orang lain. Banyak orang yang seakan mengerdilkan apa yang masih saya teruskan sampai sekarang. Bahkan sempat juga ditertawakan disebut sebagai penjual sabun. Setelah semua itu terlewati dan saya berada di titik yang sekarang, ternyata apa yang saya pertahankan ada hasilnya. Bagian lucunya adalah orang yang kemudian menertawakan saya itu meminta pertolongan secara finansial.

Ada juga yang bilang bahwa tugas istri tuh jadi baby sitter di rumah bukan sibuk cari uang secara online. Memang suami tugasnya menafkahi istri tapi siapa yang bisa menjamin dia akan terus ada untuk memberikan tanggung jawabnya? Sudah saatnya setiap istri punya penghasilan sendiri dengan tetap berada di rumah untuk keamanannya sendiri secara finansial.

Mau saya ajarin menghasilkan uang dari rumah modal HP dan FB? Silakan add BBM saya di 597B5B16 ya!
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan