Langsung ke konten utama

Nasi Sangkut di Rongga Pernapasan, Seorang Ibu Nekad Bernapas dengan Insang



Pernah nggak sih teman-teman punya masalah dengan pernapasan? Terutama saat makan tiba-tiba nasi meluncur masuk ke saluran udara yang membuat kita harus memaksa nasi tersebut keluar dari hidung. Agak sakit memang tapi ya mau tidak mau harus dikeluarkan karena akan sangat mengganggu jika bernapas menggunakan hidung yang ada nasinya bukan? Apalagi kita nggak tahu apa yang akan terjadi jika nasi tersebut terus berada di sana. Sangkut.

Jangan terkecoh dengan judulnya. Saya hanya mendramatisasi. Soalnya kemarin sepulang kuliah, panas-panas di perjalanan, Rebeka membonceng saya dengan sepeda motor maticnya yang baru saja diservis, kami sibuk mengobrol. Selalu ada saja yang kami bicarakan berdua sepanjang jalan. Saya memang temannya nggak banyak. Tapi ya teman saya sangat berharga dan penting. Kami melakukan banyak hal bersama. Tak terbayangkan nanti akhirnya kami harus terpisah karena sama-sama sudah selesai kuliah dan dia memutuskan untuk bekerja di luar kota atau saya yang pindah. Ah entahlah tak ingin membayangkan perpisahan itu.

Hari itu saya bercerita tentang saya yang sejak kemarin terganggu karena ada nasi yang masuk saluran pernapasan saya tapi nggak mau keluar dari hidung. Saat saya menuliskan ini pun rasanya masih ada yang sangkut di rongga pernapasan saya. Saya nggak paham biologi sih ya. Namun yang jelas nasinya itu bukan berada di dalam rongga hidung, bukan juga tenggorokan. Sinus? Nggak tahu saya.

Kami berdua membahasnya panjang lebar dan datang pada satu bagian bahwa saya akan menuliskannya di blog dengan judul yang bombastis. Kayak judul artikel yang banyak dishare itu lho. Alias shareable. Siapa tahu kan artikel ini dishare banyak orang dan kemudian banyak yang baca dan terkecoh. Ya maap kalo judulnya bikin penasaran. Memang niatnya gitu sih.

By the way, saya ganti template lagi lho. Kemarin rasanya tulisannya terlalu kecil dan kurang enak aja liatnya. Gimana sekarang? Sudah enak dibaca belum? Oiya saya banyak banget utang di blog nih gara-gara PC saya lama tak bisa digunakan. Jadi habis postingan ini akan banyak tulisan lain yang terbit tiba-tiba di hari yang sama. Tapi saya atur sih tanggalnya biar beda.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan