Langsung ke konten utama

Sepertinya Saya Butuh Jilbab Baru


Saya bukan pengoleksi barang sih sebenarnya. Rata-rata barang yang saya punya saya beli karena saya butuh. Bukan buat koleksi. Soalnya saya orangnya sangat berantakan. Nggak pinter ngerapiin barang. Percuma aja punya barang koleksi kalo nggak bisa disusun dengan baik di kamar kan? Apalagi kalau punya banyak waktu luang saya lebih suka belajar, entah itu dari buku atau internet.

Tapi melihat pekerjaan saya sekarang melibatkan foto diri sendiri alias selfie, saya sepertinya butuh jilbab baru nih. Itu lho jilbab yang lagi ngehits. Jilbab monochrome. Lucu sih warnanya hitam putih gitu. Selama ini jilbab saya warnanya ya semarak. Walaupun polos warnanya biasanya memang ngejreng. Nggak terlalu suka pake yang sendu warnya. Lebih suka lagi kalau banyak bunga-bunganya.

Eh tapi liat-liat lapak orang yang dagang jilbab monochrome ternyata bagus juga ya. Pasti ini konspirasi dari selebgram yang memamerkannya di akun mereka. Mereka mah cantik-cantik ya, mau pake jilbab apa pun bawaannya enak diliat. Hahahaha...

Saya biasanya sih sudah cukup dengan jilbab yang saya punya sekarang. Tapi kalau selfie pake jilbab yang sama lagi kayaknya gimana ya? Kode minta endorse banget nih kayaknya. Kayak nggak ganti kerudung aja gitu atau kayak foto kemaren-kemaren jadinya. Beda cerita dengan baju yang lebih sering nggak kelihatan sih kalau saya selfie. Tapi tetep ya butuh baju baru juga kalau ukuran tubuh yang agak membengkak. Maklumlah makannya juga nggak terkontrol banget selama menyusui.

Kalau nggak karena kebutuhan bisnis sekarang sih saya nggak bakalan sering selfie. Apalagi sekarang pipi makin bengkak. Jadinya agak kurang pede selfie tiap hari. Kayak minggu ini nih, dah berapa hari nggak ada selfie lagi padahal saya perlu banget memamerkan hasil dari produk perawatan kulit yang saya gunakan. Apalagi dulu kulit saya kusam dan berjerawatan. Pastinya dengan memperlihatkan hasilnya sekarang di wajah saya menjadi bukti bahwa produk yang saya gunakan sangat bagus kualitasnya. Karena kebanyakan iklan kan hanya ngasih janji tapi buktinya nggak ada. Beda cerita kalau kita dagang sambil ngasih bukti yang sebenarnya bukan? Ah kalau ngomongin soal produk perawatan yang akhirnya mengembalikan kulit saya yang dulu pernah rusak karena krim abal-abal kiloan tulisan kali ini bakalan panjang banget.

Teman-teman punya rekomendasi nggak jilbab monochrome yang kualitas oke dan harganya bersaing? Boleh tinggalkan di kotak komen ya siapa tahu saya tertarik beli sama mereka. Atau jangan-jangan teman-teman sendiri dagangannya jilbab monochrome ayo sini merapat.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan