Langsung ke konten utama

Harga Jual Rumah Kost Lebih Mahal



Coba tebak lebih mahal mana harga jual rumah pribadi dengan rumah kost jika kelas bangunan dan lokasi dimana mereka berdiri juga sama. Jawabannya adalah rumah kost, jika jawaban anda benar tentu masing asing memiliki pendapat tersendiri dan disini akan disampaikan salah satu pendapat yang mengatakan harga jual sebuah rumah kost ini lebih mahal ketimbang harga jual rumah pribadi dengan type dan ukuran serta lokasi yang sama. Mengapa bisa dekimian, alasan terkuat hal tersebut bisa terjadi adalah karena sebuah rumah kost memiliki nilai bisnis sehingga akan mendatangkan passive income jika dikelola dengan baik oleh si pembelinya. Dalam artinya membeli rumah kost ini merupakan kebutuhan produktif sedangkan membeli rumah pribadi itu adalah kebutuhan konsumtif. Harga jual sebuah rumah kost biasanya berkisar dua puluh sampai tiga puluh persen leih mahal daripada rumah pribadi sejenis. Rumah kost ini tidak hanya akan ditinggali saja tapi juga menjadi salah satu sumber rejeki bagi pemiliknya di kemudian hari karena tentu rumah kost akan disewakan kepada masyarakat umum. Jumah kamar pun biasanya lebih banyak rumah kost karena berbentuk kamar per kamar. Semakin banyak jumlah kamar tersebut maka semakin banyak pemasukan setiap bulannya yang diterima oleh si pemilik rumah kost tersebut.

Namun sayangnya karena harga jualnya yang tinggi tersebut angka permintaan akan sebuah rumah kost ini pun tidak setinggi permintaan akan rumah tinggal pribadi biasanya. Hal ini dikarenakan pula sebagian besar calon pembeli sudah pintar dengan membeli rumah biasa saja dan nanti di kemudian hari tinggal dibangun dalam bentuk sebuah rumah kost. Tentu akan biaya pembangunan disana tapi setidaknya bisa dipending terlebih dahulu yang penting bisa segera membeli unit rumah tersebut sebelum dibeli oleh orang lain.

Harga jual sebuah rumah kost yang lebih mahal dari rumah pribadi ini memang wajar sekali terjadi karena tentunya sebenarnya dari pihak penjual pun tidak mau rumahnya disamakan harganya dengan rumah biasa pada umumnya sehingga dengan sengaja menaikkan harga jual tersebut dan pada akhirnya justru menjadi sebuah kebiasaan harga bisnis, atau dalam istilah bisnis disebut harga pasaran (market price).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan