Langsung ke konten utama

Baju Nautica Cocok Buat Suami Saya!




Hiya kalau sudah urusan baju, suami saya ribetnya minta ampun. Apalagi dia itu orangnya sangat pemilih. Susah menemukan baju yang sesuai dengan dia yang cocok dengan selera saya. Kadang dia suka milih tapi nggak sesuai dengan keinginan saya. Sampai akhirnya saya menemukan baju Nautica. Ini beneran cocok banget sama yang saya mau tapi tetap berada di level selera suami. Maklum selera kita berdua memang berbeda. Dari pemilihan warna aja sudah beda jauh. Saya suka banget milihin dia warna cerah nah dia sendiri sukanya warna gelap. Pokoknya sering bentrok deh.

Kalau sudah begitu ujung-ujungnya ngambek-ngambekan dan suami paling sering ngalah. Yaiyalah ya, apalagi saya memang ngotot banget orangnya jika berbicara soal pakaian. Tapi ketika saya perlihatkan pilihan fashion pria baju nautica dia langsung suka banget lho. Saya sekali lihat aja memang sudah senang juga dengan pilihan yang disediakan di sini. Beda dengan banyak penyedia fashion yang saya temukan secara online. Seperti ada benang merah antara selera saya dengan suami di baju nautica ini. Tinggal menyesuaikan ukurannya saja dengan tubuh suami karena tak semua baju nautica ini ada ukuran suami saya.

Mengapa saya katakan baju Nautica cocok banget sama suami saya (dan selera saya?) ini dia alasannya:
  1. Ada warna dasar yang tidak cerah tapi motifnya lumayan cerah
    Seperti kemeja yang satu ini, gambarnya cukup cerah dan saya suka. Suami saya juga suka warna dasarnya yang nggak terlalu ngejreng. Kebanyakan kemeja yang saya pilih biasanya suami nolak buat beli. Bete banget lho. Biasanya saya udah jungkir balik milihnya dan dia menjawab dengan gelengan kepala. Kesal nggak tuh?
  2. Lengan pendek
    Entah mengapa suami kurang suka baju lengan panjang. Kebetulan banget baju nautica kebanyakan lengan pendek. Biasanya ya yang saya suka itu motifnya sudahlah ngejreng, warna dasarnya juga cerah eh tambah lagi lengan panjang. Seandainya aja bisa milih sesuai selera kita 100% dan suami juga suka kan klop banget tuh.
  3. Bisa masuk mesin cuci
    Karena saya nggak suka nyuci pakaian ya pastinya baju yang dipilih adalah yang bisa masuk ke mesin cuci. Ada banyak sekali produk kemeja yang nggak bisa dicuci dengan mesin dan itu cukup membuat saya terganggu. Kebetulan banget baju nautica kebanyakan bisa dicuci dengan mesin kok. Jadi aman-aman saja deh belinya dan nggak sulit perawatan pembersihannya. Nggak kebayang kalau harus nyucinya pake tangan.
  4. Bahan linen dan katun
    Saya paling suka dua jenis bahan ini. Suami juga suka karena tidak membuat dia gerah. Maklum suami orangnya gampang keringatan. Jadi dia nggak tahan kalau pakai pakaian yang bikin kepanasan.
  5. Motif kotak-kotaknya keren
    Saya sejak dulu kurang suka sebenarnya sama motif kotak-kotak, kurang kekinian di mata saya. Eh tapi saya salah banget saat melihat baju nautica. Mereka punya banyak banget motif kotak-kotak yang keren. Selama ini suami nggak beli lagi kemeja kotak-kotak gara-gara saya kurang suka. Tapi melihat kemeja kotak-kotak baju nautica kayaknya harus merevisi lagi pilihan baju buat suami.

Itu dia 5 alasan saya memilih baju nautica sebagai fashion suami saya. Ada beberapa yang tidak saya masukkan di sini karena alasannya lebih personal lagi. Umumnya ya lima alasan itu saya memilih baju nautica buat suami saya. Teman-teman sendiri pake baju nautica juga nggak?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan