Langsung ke konten utama

Ma' Book Club: Reading Habit Starts from Ma'book!


Saya orangnya bukan orang yang punya kecenderungan untuk gila dengan komunitas tertentu. Saya malah lebih suka menghabiskan waktu sendirian di rumah kalau memang memungkin. Tapi terkadang ada bagian yang membuat saya mau tak mau berbaur dengan orang lain seperti komunitas pembaca buku yang diinisiasi teman-teman dari STBA Pontianak, termasuk dosen saya di dalamnya, Pak Niko.

Sejak awal sebenarnya Pak Niko sudah kelihatan banget cinta sama buku. Banyak sekali fotonya bersama buku-buku yang dia miliki dan dia baca tentunya. Nggak bakalan susah nyariin dia kado, tinggal belikan aja lampu baca USB. Habis perkara. Eh kok jadi ngomongin Pak Niko sih? Baiklah kembali ke komunitas yang baru dua bulanan ini berjalan di Pontianak tercinta.

Saya baru satu kali sih datang ke pertemuannya. Walaupun sebenarnya kepengen banget bisa berkumpul bersama teman-teman pecinta buku. Apalagi mereka punya banyak rekomendasi buku yang saya sama sekali nggak punya kadang. Beda selera sih ya. Itulah enaknya berada di dalam komunitas, bakalan ketemu banyak orang dengan cita rasa yang berbeda dengan kita.

Teman-teman dari kelas saya banyak nih yang ikutan. Saya hanya pernah datang ke pertemuan pertama. Waktu itu saya malah membawa Raza. Pulangnya kehujanan dan saya demam parah selama seminggu. Ah jadi ketinggalan mata kuliah komputer dan efeknya ujian kemaren saya nggak bisa menjawab semua pertanyaan. Hadeh... masih galau dengan nilai ujian komputer jadinya.

Eh tapi buat teman-teman yang suka membaca juga boleh ikutan lho gabung di komunitas ini. Tempat pertemuannya ganti-ganti terus sih. Nggak tetap. Saya sendiri kepikiran buat ngajak teman-teman komunitas buku ini buat ngumpul di gang tempat tinggal saya sekarang. Soalnya bentar lagi bakalan ada taman bacaan di dalam gang saya.

Keren banget deh gang saya ini. Bolehlah ya saya menyebutnya gang saya, hahaha... soalnya saya seneng banget tinggal di sini. Warganya kayak sodara semua. Beberapa waktu lalu di gang ini ada kegiatan menghias gang dan dinding yang ada di dalam gang menjadi tempat menggambar Muralistiwa. Lumayan buat dijadikan background foto.

Bahkan waktu meresmikan gambar di dinding tersebut sampai banyak penyanyi lokal yang datang dan sampe masuk televisi segala. Padahal cuman gang lho ini.

Taman bacaan yang akan segera di bangun di dalam gang ini jaraknya sangat dekat dengan rumah suami saya. Jadi bakalan gampang banget akses ke situ. Nanti saat taman bacaannya sudah siap saya ajak deh teman-teman komunitas buku buat mampir ke situ.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan