Langsung ke konten utama

Bahkan Tukang Go Online!



Pernah nggak sih ngebayangin bahwa kita akan berada di era digital seperti sekarang ini? Barangkali ada yang membayangkan tapi tak banyak. Bahkan saya yang lahirnya belum sampai 50 tahun yang lalu pun bukan menjadi orang yang punya bayangan mengenai 10 tahun setelah era nokia nit-nit itu bakalan dijajah sama android. Masih ingat hp jadul lama itu? Saat kartu perdana muahalnya minta ampun. Pulsa juga mahal banget. Karena nominalnya nggak ada yang kayak sekarang lima rebuan. Kalau saya yang dimasa 10 tahun lalu itu dibawa ke jaman sekarang secara langsung pake mesin waktu bakalan kaget banget ngeliat berbagai perubahan yang ada.

Makanya nggak heran waktu ngeliat di Youtube ada orang yang dipenjara sampai lebih dari 40 tahun akhirnya seperti orang yang datang dari masa lampau menggunakan mesin waktu. Lalu terkaget-kaget dengan banyaknya perubahan yang terjadi selama dia di dalam penjara. Dunia terasa sedemikian asing. Kita termasuk orang yang beruntung bisa menikmati era digital ini tanpa ada rasa terkejut. Langsung mahir menggunakan android dalam hitungan hari.

Setelah banyak hal dijadikan digital sekarang tukang-tukang juga bakalan go online. Tinggal install di smartphone dan tinggal cek aja buat nyari tukang. Iya bapak tukang di Indonesia bakalan go online. Mulai dari Tukang Service AC, Tukang Cleaning Service, Pemesanan Air minum/Air mineral Galon & Gas Elpiji, Jasa Tukang Reparasi Rumah/Tukang Bangunan. Wih lengkap banget ya tukang yang bisa kita panggil? Buat jones mohon maaf ya, tukang tempel kepingan hati yang tercecer di dalam kenangan belum ada. Nyiahahahaha....

Kalau saya sendiri sih beberapa bulan ini sebenarnya ingin buka usaha digital juga. Tapi nggak pake aplikasi smartphone sih, maklumlah masih pemula dan nggak begitu jago buat bikin aplikasi. Beda cerita kalau disuruh make aplikasi. Banyak sudah aplikasi smartphone yang saya gunakan untuk mempermudah saya bekerja.

Nah balik lagi ngomongin soal tukang.id yang bakalan memenuhi kebutuhan kita dengan orang-orang yang jago di dunia pertukangan, siap-siap deh nyari tukang yang dibutuhkan menggunakan aplikasi tersebut. Ah siapa yang bakalan mengira nyari tukang lewat aplikasi smartphone. Soalnya kita kadang melewatkan selebaran yang ditempel di pohon-pohon yang mencantumkan nomor telpon tukang yang dapat dihubungi dengan berbagai jasa yang mereka tawarkan. Pernah liat sih sebenarnya cuman selewat dan nggak sempat nyatat. Apalagi ngeri juga ngeluarin smartphone selama di perjalanan. Banyak jambret booo...

Apalagi kalau yang butuh jasa tukang kayak saya. Ibu rumah tangga yang kadang-kadang aja keluar rumah dan nggak punya koneksi ke tukang yang punya kemampuan mumpuni. Lumayan kan tinggal cek-cek aplikasi dan datangkan tukangnya ke rumah. Nggak perlu repot tanya tetangga buat ngedapetin koneksi ke orang-orang yang bisa kita gunakan jasanya di pertukangan. Iya kalau mereka punya nomor telpon tukang yang kita butuhkan. Kalau enggak gimana? Repot juga kan akhirnya? Terutama yang di ibukota nih, sering nggak nyari tukang service AC Jakarta atau cleaning service Jakarta?

Kita nggak pernah tahu kapan kita butuh jasa tukang. Bisa aja tiba-tiba ada barang yang rusak di rumah yang harus segera diperbaiki dan tidak memungkinkan untuk memanggil suami pulang ke rumah dari tempat kerjanya. Dengan menggunakan aplikasi buat smartphone tukang.id ini tentunya tiada hari yang membingungkan lagi. Ada barang yang rusak? Tinggal panggil tukang! Mereka kan sudah go online. So, mau manggil tukang yang mana hari ini?
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan