1 Desember 2015

Ketika Asma Kambuh



Saya sebenarnya nggak parah asmanya. Nggak sering kambuh, asal nggak kecapean aja. Tidak pernah kambuh di tempat umum. Tapi minggu ini memang sangat berat. Saya sampai memutuskan untuk istirahat di rumah sehari setelah pergi terapi di Nakamura. Soal Nakamura saya cerita di postingan yang berbeda ya. Mau ngomongin soal asma saya yang cukup parah kambuhnya kali ini. Padahal biasanya kambuhnya cuma sebentar dan tak terlalu membuat saya kelelahan.

Beberapa minggu terakhir ini memang banyak sekali tugas kuliah yang harus saya selesaikan dan membuat saya beberapa malam harus lembur. Sebab tahu sendirilah anak saya suka tidur awal dan saya harus menyusukannya dulu di tempat tidur. Barulah dia nyenyak. Biasanya dia malah tak bisa ditinggal setelah terlelap. Tetap harus didampingi sampai paginya. Namun saya tak punya pilihan selain membiarkannya dengan Abahnya di tempat tidur dan saya duduk di depan PC sampai tengah malam. Saya selalu mengusahakan jangan sampai terlalu larut sih. Biasanya jam 11 saya sudah menyelesaikan semuanya.

Akhirnya saya benar-benar kelelahan. Drop dan nggak kuat lagi untuk melakukan aktivitas rutin saya setiap harinya. Makanya saya pergi terapi ke Nakamura. Setidaknya untuk mengurangi kelelahan yang saya derita supaya asmanya juga menghilang. Padahal selama bepergian saya selalu bekal jas hujan andalan supaya tak kebasahan selama di perjalanan. Tapi ya itu tadi, kelelahan yang amat sangat membuat saya nggak kuat lagi dan melambaikan tangan ke kamera deh.

Banyak sih yang bisa dilakukan untuk mengatasi asma. Tinggal googling aja. Mulai dari makanan sampai yang menawarkan obatnya untuk menyembuhkan juga ada. Kalau adik sepupu saya dulu makan telur ikan tembakul dan alhamdulillah sekarang asmanya nggak semudah kayak dulu kambuhannya. Saya sih termasuk yang jarang sekali kambuh. Kadang aja ngerasa agak sesak. Kalau sudah agak nggak nyaman bernapasnya saya putuskan untuk nggak melakukan banyak aktivitas yang melelahkan.

Sekarang sudah agak mendingan sih. Kemarin sempat batuk beberapa hari yang ternyata penyebabnya asma saya itu. Jadi lumayan bisa bersiaran lagi dan sempat juga menghabiskan waktu bersama keluarga di tempat yang asyik dan punya banyak makanan yang enak dan enak banget. Harus sehat supaya bisa melakukan banyak hal lagi. Terutama menjaga anak yang sekarang semakin gendut dan berat banget badannya. Biasanya 15 menit menggendongnya napas saya sudah terengah-engah.

Kegiatan yang Cocok Bagi Ibu Hamil Muda


 

Hamil muda memang masa-masa yang sangat penuh risiko. Berbagai hal yang masuk ke tubuh harus diperhatikan begitu juga dengan kegiatan yang boleh dilakukan dan harus dihindari seorang ibu yang sedang hamil muda. Bingung apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan oleh seorang ibu hamil muda? Keluarga biasanya punya peranan penting untuk memberikan saran kepada seorang ibu yang sedang hamil muda supaya dia tidak salah melakukan aktivitas yang bisa berakibat buruk pada janin di dalam kandungannya.

Tahu nggak alasan yang membuat seorang ibu hamil muda kesulitan dalam melakukan aktivitas? Ini dia alasannya!
  1. Gangguan Sembelit
    Jangan ditanya deh bagaimana menyiksanya sembelit ini bagi seorang ibu hamil muda. Belum lagi jika mengalami morning sickness dan gangguan saat kehamilan lainnya. Saat hamil terjadi relaksasi usus yang disebabkan oleh hormon progesteron. Daya dorong usus pada sisa makanan yang harus dikeluarkan menjadi berkurang. Terjadilah sembelit yang membuat menumpuknya sisa makanan di dalam usus. Kebayang nggak kalau setiap hari tumpukan tersebut terus bertambah?
  2. Ulu Hati Nyeri
    Gas karbondioksida yang tidak secara alami pengeluarannya menyebabkan nyeri di bagian ulu hati. Supaya proses pembuangan gas tersebut menjadi lancar sebaiknya ibu hamil sering berjemur di pagi hari. Sinar matahari pagi sangat baik untuk memperlancar pembuangan tersebut.
  3. Gatal
    Gatal-gatal bisa disebabkan oleh alergi yang muncul karena makan makanan tertentu atau karena kulit ibu hamil sangat sensitif. Perbanyaklah makanan buah-buahan yang sesuai dengan ibu hamil.
  4. Kram
    Kaki dan tangan kaku biasanya sering terjadi saat kehamilan sudah memasuki masa-masa akhir. Bagian tubuh tersebut menyimpan cairan dan membuat pembengkakan. Sehingga syaraf menjadi tertekan. Biasanya karena ibu hamil kurang gerak dan menyebabkan sirkulasi darah menjadi tak lancar. Belum lagi kekurangan kalsium, hormon kehamilan, tekanan rahim pada otot, dan kelelahan.
  5. Pegal
    Jika ibu hamil kekurangan kalsium bisa membuat tubuh pegal sepanjang kehamilan. Selain itu menjadi mudah lelah karena otot tubuh menjadi kendur. Sebab ibu hamil membawa beban yang cukup besar di tubuhnya selama hamil.
  6. Buang Air Kecil
    Keluhan ini memang paling sering dialami ibu hamil. Cuaca yang dingin atau ibu hamil yang banyak minum air putih. Hasilnya, ginjal pun menjadi lebih banyak memproduksi urine. Letak kandung kemih juga bersebelahan dengan rahim sehingga kapasitas penyimpanannya menjadi lebih kecil.
  7. Mual dan Muntah
    Beruntunglah jika tak mengalaminya namun 70% ibu hamil akan merasa mual, muntah, pusing, pegal, sampai meriang. Ini adalah gejala normal yang muncul di trimester pertama. Disebut pula dengan morning sickness. Ini bisa terjadi karena perkembangan plasenta dan munculnya hormon HCG yang membuat ibu hamil muntah-muntah. Semakin tinggi hormon ini semakin cepat pula rangsangan muntah ibu hamil.
  8. Sakit Kepala
    Hormon kehamilan bisa menyebabkan sakit kepala. Dinding pembuluh darah menjadi lebar disebabkan oleh hormon progesteron sehingga penurunan tekanan darah yang bisa membuat ibu hamil sakit kepala.

Buat yang sekarang sedang hamil muda, ada kegiatan yang aman dilakukan ya. Sebelumnya harus tahu kalau wanita hamil harus sangat berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Banyak yang memutuskan berhenti berolah-raga karena khawatir akan mengancam kehamilannya. Tapi terlalu banyak tidur dan makan juga berbahaya, ini malah akan membuat ibu hamil menderita diabetes atau gestational. Sehingga wajib bagi ibu hamil untuk meluangkan waktu dan berolahraga ringan. Ibu hamil yang bugar akan kuat selama proses melahirkan.

Ini dia jenis kegiatan yang bisa dilakukan saat hamil muda.
  1. Jalan santai
  2. Berenang
  3. Yoga
  4. Olahraga statis
  5. Relaksasi
  6. Belanja
  7. Beres-beres di rumah
  8. Membaca

Selamat menikmati masa hamilnya ya teman-teman!
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design